06 Juni, 2009

Melejitkan Potensi Anak

JAKARTA - Bukan hal yang mudah untuk bisa melihat potensi yang ada pada diri anak. Dan bukan hal yang mudah pula untuk bisa mengarahkan anak sesuai potensi yang ia miliki, bukan keinginan yang ada pada orang tua.

Bila anak diasah kelebihannya, niscaya akan melejitkan potensinya secara maksimal. Namun bila anak diasah kekurangannya, maka hasilnya tidak akan maksimal dan akhirnya tidak ada yang menonjol dari dirinya kelak.

Ada beberapa langkah untuk melejitkan potensi anak. Pertama, sadari arti pentingnya bakat. Bakat sangat bersifat personal dan tidak bisa dipaksakan. Ketika orangtua mempunyai bakat seni yang tinggi, maka bakat tersebut bisa saja dimiliki juga oleh anak kita, tetapi bisa juga tidak.

Kedua, kenalilah bakat apa yang dimiliki oleh anak kita dan ungkapkan kepada anak ide-ide tentang aktivitas/karya yang sesuai dengan bakat yang dimiliki anak kita tadi. Ketiga, dorong dan dampingi anak-anak untuk beraktivitas/berkarya sesuai dengan bakatnya dan keempat, monitoring dan evaluasi perkembangan aktivitas/karya dari bakat anak-anak tersebut.

PKPU bersama Telkom Dives menggelar pengajian reguler MUSLIMS’ VISION dengan tema “MELEJITKAN POTENSI ANAK”. Acara yang akan diadakan Jumat, 29 Mei 2009 pukul 18.30-21.00 WIB ini bertempat di Gedung MULTIMEDIA Auditorium SARANA DUTA Lt. 3 Telkom Dives, Jl. Kebon Sirih 10−12 Jakarta Pusat (seberang Jalan Jaksa).

Pengajian yang diselenggarakan bagi para donatur dan mitra PKPU tersebut dilaksanakan usai shalat Maghrib berjamaah sekaligus PKPU mengundang kehadiran Bapak/Ibu/saudara/i para donatur, dermawan dan mitra dalam acara pengajian tersebut.

Pengajian reguler eksekutif Muslims' Vision kali ini menampilkan pembicara ustadz Ustdaz Subkhi Al-Bughury dengan pembawa acara Sukeri Abdillah, M.BA (presenter TVRI), bintang tamu Shafa Tasya Kamila (Tasya, mantan penyanyi anak) serta diselingi serta diselingi lantunan nasyid Faith (Jakarta).

11 Mei, 2009

Investasi Akherat

Assalamu’alaikum WR WB,

BismillahirohmaniRohim,

Alhamdulillah, Puji Syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT,
atas segala nikmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, serta keluarga
dan sahabatnya,

Saat ini kami warga RT 05/06 sedang membangun sebuah musollah
dengan luas bangunan kurang lebih 200 M
Nama Mushollah : Asy-Syakuur
Lokasi RT05/06 Mekarsari Cimanggis, (Perum Pondok Tipar)

dan Alhamdulillah sekarang pengerjaan atap dan kubahnya sudah selesai,
Selanjutnya,kami akan mengerjakan dinding bagian dalam dan luar serta Lantainya,

Dengan segala hormat kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat jikalau ada kelebihan rezeki, kami masih menerima bantuan
berupa dana atau bahan material untuk mushollah kami,

Bisa melalui rek Bank Syariah Mandiri ,
No Rek : 168 701 2244
a/n Iwan Kuswandi

Atau langsung Menghubungi saya
Iwan Kuswandi
HP : 0857 81564365
email : iwank7838@yahoo.com

Demikianlah informasi yang kami sampaikan, Sebelumnya kami
ucapkan Terimakasih yang tak terhingga Hanya ALLAH SWT yang mampu membalas
dengan Pahala Yang berlipat ganda,

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:261)



Wasalam
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Asy-Syakuur
iwan kuswandi

08 Mei, 2009

Zakat Untuk Pembangunan Mushola

http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/zakat-untuk-pembangunan-mushola.htm
Zakat Untuk Pembangunan Mushola

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Bagaimana hukumnya bila zakat yang kita keluarkan digunakan untuk membantu pembangunan musholla di kampung kami. Mohon penjelasannya.

Wassalammu'alaykum Wr. Wb.

db

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Diperbolehkan menyalurkan zakat untuk membangun masjid (musholla) dari sisi kebajikan yang tidak ada kepemilikan didalamnya sebagaimana pendapat sebagian fuqaha kaum muslimin yang membolehkan hal itu berdasarkan keumumuman ayat :

وَفِي سَبِيلِ اللّهِ

Artinya : “Untuk jalan Allah.” (QS. Al Taubah : 60)

Walaupun pendapat madzhab yang empat tidak sependapat dalam hal ini. Dan apa yang disebutkan ini terdapat didalam tafsir ayat ini yang ditulis oleh Fakhruddin ar Razi : ”Ketahuilah bahwa tampak lahiriyah ayat وفى سبيل الله tidaklah terbatas pada orang-orang yang berperang. Terhadap makna ini telah disebutkan al Qaffal didalam tafsirnya dari sebagian fuqoha bahwa mereka memperbolehkan penyaluran zakat kepada seluruh tempat-tempat kebaikan, seperti : mengakafani mayat, pembangunan benteng, pemakmuran masjid karena firman-Nyaوفى سبيل الله adalah bersifat.” Demikianlah pendapat ar Razi.

Pemilik kitab “Syarh ar Raudh an Nadhir” sepakat dengan pendapat ar Razi dengan mengatakan bahwa pendapat orang-orang yang membolehkan hal itu yaitu penyaluran zakat untuk mengkafani mayat, membangun masjid beralasan bahwa keduanya termasuk didalam jenis سبيل الله (jalan Allah) karena jalan Allah adalah jalan kebaikan secara umum walaupun kalimat itu banyak digunakan untuk suatu kata dari makna yang dikandungnya yaitu jihad dikarenakan banyaknya penggunaan hal itu pada masa awal-awal islam akan tetapi hal itu bukanlah dari sisi hakekat kebiasaan (urf) yang memasukkan segala macam perbuatan yang mendekatkannya kepada Allah dengan memandang kepada kemaslahatn umum dan khusus kecuali jika terdapat dalil yang mengkhususkannya. Inilah pendapat yang tampak didalam perkataannya. Bisa dikatakan bahwa tampak lahiriyah سبيل الله (jalan Allah) adalah bersifat umum kecuali jika terdapat dalil yang mengkhususkannya.

Dengan demikian berdasarkan pendapat sebagian fuqaha kaum muslimin yang membolehkan penyaluran zakat untuk pembangunan masjid (musholla) atau yang sejenisnya maka apabila seorang muzakki (orang yang wajib atasnya zakat) menyalurkan zakatnya yang wajib untuk membangun masjid maka terlepas sudah atas dirinya kewajiban zakatnya dan dia akan mendapatkan pahala dari Allah swt. (Fatawa al Azhar juz I hal 139)

Permasalahan penyaluran zakat untuk pembangunan masjid atau musholla masih menjadi perselisihan dikalangan para ulama baik para ulama terdahulu maupun saat ini dikarenakan perbedaan didalam melihat makna “fii sabilillah”.

Sebagian ada yang mengkhususkan bahwa makna وفى سبيل الله hanya untuk orang-orang yang berperang atau berjihad sementara sebagian lainnya melihat bahwa kalimat itu mencakup seluruh aktivitas kebaikan selama tidak ada nash atau dalil yang mengkhususkannya.

Dengan demikian ada baiknya seorang muzakki yang ingin menyalurkan zakatnya kepada pembangunan sebuah musholla perlu melihat keadaan daerah akan dibangunnya musholla di situ, panitia pelaksana pembangunannya serta kebutuhan masyarakat tersebut akan keberadaan sebuah musholla.

Jika dia melihat bahwa masyarakat itu sangat membutuhkan keberadaan musholla untuk sholat berjama’ah, pengajaran agama, pusat penyebaran syi’ar islam ditengah mereka sementara mereka tidak mempunyai dana yang cukup maka diperbolehkan baginya menyalurkan zakatnya untuk itu. Akan tetapi jika dia melihat bahwa musholla yang akan dibangun itu terletak di daerah orang-orang kaya atau biaya pembangunannya sudah cukup di cover oleh pemerintah, donatur baik lembaga atau perorangan, atau pun keberadaannya tidaklah mendesak untuk pengembangan keagamaan masyarakat setempat dikarenakan sudah adanya beberapa masjid di sekitarnya yang sudah bisa dirasakan mafaatnya oleh masyarat setempat maka sebaiknya dia tidak menyalurkan zakatnya kepada pembangunan musholla yang seperti ini.

Wallahu A’lam

07 Mei, 2009

Assalamu’alaikum WR WB,

BismillahirohmaniRohim,

Alhamdulillah, Puji Syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT,
atas segala nikmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, serta keluarga
dan sahabatnya,

Saat ini kami warga RT 05/06 sedang membangun sebuah musollah
dengan luas bangunan kurang lebih 200 M
Nama Mushollah : Asy-Syakuur
Lokasi RT05/06 Mekarsari Cimanggis, (Perum Pondok Tipar)

dan Alhamdulillah sekarang pengerjaan atap dan kubahnya sudah selesai,
Selanjutnya,kami akan mengerjakan dinding bagian dalam dan luar serta Lantainya,

Dengan segala hormat kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat jikalau ada kelebihan rezeki, kami masih menerima bantuan
berupa dana atau bahan material untuk mushollah kami,

Bisa melalui rek Bank Syariah Mandiri ,
No Rek : 168 701 2244
a/n Iwan Kuswandi

Atau langsung Menghubungi saya
Iwan Kuswandi
HP : 0857 81564365
email : iwank7838@yahoo.com

Demikianlah informasi yang kami sampaikan, Sebelumnya kami
ucapkan Terimakasih yang tak terhingga Hanya ALLAH SWT yang mampu membalas
dengan Pahala Yang berlipat ganda,

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:261)



Wasalam
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Asy-Syakuur
iwan kuswandi

05 Mei, 2009

Disertasi Moqsith Ghazali memelintir Sirah Nabawiyah. Ajaran Islam dikoyak demi pluralisme agama. Padahal, Vatikan saja menolak paham ini.

Disertasi Moqsith Ghazali memelintir Sirah Nabawiyah. Ajaran Islam dikoyak demi pluralisme agama. Padahal, Vatikan saja menolak paham ini.

Oleh Erdy Nasrul

Pada sebuah pengajian rutin bulanan, Abdul Moqsith Ghazali, anggota Jaringan Islam Liberal (JIL) hadir menjadi pembicara. Di sebuah tempat di Plaza Pondok Indah I, Moqsith memaparkan temuan-temuannya yang dirajut dalam disertasi doktoral dan dibukukan. Judulnya “Argumen Pluralisme Agama.”

Itu bukan judul asli. Awalnya berjudul, “Sikap al-Qur’an terhadap Agama Lain.” Supaya lebih menjual, judulnya diubah. Ceritanya, ia menulis disertasi itu karena sebagian orang menerima atau menolak pluralisme agama dengan mengutip ayat al-Qur’an. Disertasi itu mencoba menemukan ‘titik temu’ antar keduanya.

Ketika membahas ayat-ayat al-Qur’an yang dikutip, Moqsith menggunakan metode hermeneutik, sebuah metode penafsiran injil yang kemudian dikembangkan dalam posmodernisme. “Hermeneutika hanya bekerja untuk melacak bagaimana suatu teks dimunculkan oleh pengarangnya, muatan apa yang ingin dimasukkan ke dalam teks, dan bagaimana melahirkan makna,” tulisnya.

Untuk mendukung pluralisme agama, Moqsith menyelewengkan Sirah Nabawiyah. Dia mengatakan Nabi Muhammad saw pernah menikahi wanita Kristen koptik bernama Maria Qibtiyyah. Ia juga menyebutkan ada sahabat yang menikahi wanita ahlul kitab yakni, Utsman bin ‘Affan, Thalhah bin Abdullah, Khudzaifah bin Yaman, dan Sa’ad bin Abi Waqash.

Tak puas mendistorsi sirah, ia mengobok-obok ajaran Islam. Dia menulis, “… terutama Yahudi dan Nasrani, Islam tak menafikkan konsep-konsep ajarannya. Kebenaran wahyu dalam agama-agama itu tidak bertentangan satu dengan lainnya.” Untuk mendukung argumennya, ia mengutip surat al-Maidah ayat 48.

Ia memaparkan kesamaan tiga agama itu.

Pertama, tidak ada tuhan yang patut disembah selain Tuhan, Allah, yang menciptakan alam raya.

Kedua, perintah menghindari kejahatan. Atas dasar kesaman ini, Moqsith menilai, yang katanya pendapat para ahli Usul Fikih, syariat sebelum Islam bisa menjadi sumber hukum Islam.

Untuk lebih menguatkan argumennya, ia mengutip pendapat mantan pendeta yang kini menjadi Muslim, Jerald F Dirks, “Ketiga agama itu tidak hanya sebagai satu tradisi, tapi juga sebagai satu agama.”

Dasar kesamaan ini juga menjadi acuan masalah pindah agama. Moqsith menilai, hak memilih atau keluar dari suatu agama melekat pada setiap orang.

“Dengan analog bahwa orang non-Muslim dibolehkan pindah ke agama Islam, maka seorang Muslim pun mestinya dibolehkan pindah ke agama non-Islam,” tulisnya.

Dengan terang-terangan, ia menguraikan, pindah agama dibolehkan jika agama yang dipeluk sebelumnya dipandang tak sesuai dengan dirinya.

Selesai mengobrak-abrik pandangan Islam yang melarang umatnya pindah agama, Moqsith memaparkan masalah keselamatan yang diberikan Allah pada manusia. Sebelum ia sampai pada kesimpulan, Moqsith memaparkan dua fakta sejarah.

Pertama, ketika orang kafir Quraisy mengejar umat Islam, nabi mencari perlindungan pada Najasyi, raja Abisinia yang Kristen. Ratusan sahabat nabi, termasuk Utsman bin Affan dan istrinya (Ruqayyah, putri Rasulullah), Abu Hudzaifah bin ‘Utbah, Zubair bin ‘Awwam, Abdurrahman bin ‘Auf, dan Ja’far bin Abi Thalib ikut dalam eksodus itu.

Kedua, Abu Ubaidillah al-Mahdi, khalifah pertama dinasti Fathimiyah, pernah minta nasihat orang Kristen tentang lokasi ibukota negara yang tepat.

Fakta yang dikutip dari buku Islam Inklusif Alwi Shihab ini, digunakan untuk berasumsi bahwa Islam mengakui ajaran agama dan umat agama lain. Parahnya, ia menyimpulkan,

“Menurut al-Qur’an, umat non-Muslim pun akan diselamatkan Allah sejauh mereka menjalankan agamanya dengan sungguh-sungguh, dan menjalankan amal salih sebagaimana ditetapkan dalam kitab suci masing-masing.”

Jalaluddin Rahmat, memuji buku ini, saat bedah buku berlangsung. Ia mengatakan, karya ini menjadi landasan bagi yang ingin menikah beda agama.

Kang Jalal menilai demikian karena Moqsith berhasil mengubah pengertian musyrik, bukan menyekutukan Allah, tapi orang yang berbuat jahat.

Puluhan orang liberal ikut memuji buku ini. Diantaranya Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nasaruddin Umar yang menulis, “Karya ini menyajikan hasil kerja akademik excellent yang mengungkapkan universalitas Islam dalam perspektif al-Qur’an.” Pujian habis-habisan juga ditulis Direktur Lembaga Studi Agama dan Filsafat Dawam Rahardjo.

Dawam berkomentar, “Karya Moqsith ini mengingatkan kita pada buku Ibnu Rushd, Tahafut al-Tahafut, yang melawan wacana al-Ghazali.”

Mengomentari pemikiran Moqsith, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Bidang Ghazwul Fikri Adian Husaini mengatakan, Moqsith tidak memberikan definisi pluralisme agama yang jelas. Doktor bidang Pemikiran Islam ini mengatakan, paham ini mengajarkan jalan semua agama itu sah, sehingga paham ini bisa merusak akidah umat Islam.

“Konsili Vatikan tahun 2000 lalu saja sudah melarang paham ini dan dosen-dosen Vatikan yang menyuarakan paham ini langsung dipecat, kenapa di Indonesia justru kian berkembang?” ujarnya.

Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization, Hamid Fahmy Zarkasyi mengatakan, berbagai tulisan tentang pluralisme agama, pada akhirnya mengakui kesamaan agama-agama.

Mengomentari pendapat Moqsith tentang syariat Islam, ia mengatakan, Islam sendiri sudah sempurna, tidak perlu lagi mengambil dari syari’at agama lain.

“Bagaimana bisa mengambil syariat agama lain, jika kitab mereka tak asli lagi?” Tanyanya.

Majlis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah melarang paham ini sejak empat tahun lalu. Dalam Sidang Komisi Fatwa MUI, 29 Juli 2005, yang dipimpin oleh Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma’ruf Amin, menghasilkan keputusan bahwa pluralisme agama bertentangan dengan ajaran Islam.

Jelas sudah, pluralisme agama memang tak sesuai dengan Islam. Lantas, untuk apa meyakini dan memperjuangkan paham ini? (Eman Mulyatman)

http://sabili.co.id/index.php/200904291645/Liputan/Demi-Pluralisme-Sirah-Nabi-Diplintir.htm

04 Mei, 2009

Membangun Jamaah Dakwah dan Amar Makruf Nahi Munkar

KH. Abdul Rasyid AS (Pimpinan Perguruan As Syafiiyyah)
Allah SWT berfirman:

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran 104).

Wajib adanya kelompok dakwah

Dalam ayat di atas Allah SWT memerintahkan kepada kita umat Islam agar membangun segolongan atau sekelompok orang yang memiliki tugas menyeru kepada kebajikan (al khair), menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar. Pujian Allah SWT dalam akhir ayat tersebut, yakni merekalah orang-orang yang beruntung merupakan indikasi (qarinah) bahwa perintah tersebut hukumnya wajib.



Kewajiban membangun kelompok tersebut bukanlah untuk memecah-belah umat Islam ke dalam kelompok-kelompok. Tetapi kewajiban itu dimaknai bahwa melaksanakan tugas mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, itu menurut sebagian ulama bukanlah kewajiban semua umat tapi kewajiban sekelompok umat yang memiliki kualifikasi mampu melaksanakan tugas tersebut.

Oleh karena itu, menurut Tafsir Jalalain melaksanakan dakwah mengajak kepada Islam dan melakukan amar makruf nahi munkar hukumnya adalah fardlu kifayah, yakni tidak wajib bagi seluruh umat dan tidak mengikat semua orang seperti orang bodoh misalnya.

Az Zamakhsyari dalam Tafsir al Kassyaf menerangkan bahwa lafazh “min” dalam ayat “wal takun minkum” di atas maknanya untuk sebagian (lit tab’idl). Sebab amar makruf nahi mungkar merupakan fardlu kifayah. Dan tidak layak melakukan amar makruf nahi munkar kecuali orang yang tahu “al makruf” dan “al munkar” serta mengetahui bagaimana mengatur urusan tersebut dalam menjalankan dan melaksanakannya.

Orang yang tidak tahu menahu tentang hal itu bisa jadi melarang yang makruf dan menyuruh yang munkar. Bisa jadi dia tahu hukum-hukum di madzhabnya dan tidak tahu hukum-hukum di madzhab kawannya sehingga bisa jadi dia melarang sesuatu yang sebenarnya bukan kemungkaran. Bisa pula dia bersikap keras pada perkara yang seharusnya disikapi secara lembut atau bersikap lembut pada perkara yang seharusnya disikapi dengan keras.

Disinilah perlunya kelompok orang yang sudah memiliki pengetahuan tentang amar makruf nahi meungkar dan tata cara melaksanakannya.

Imam at Thabari menjelaskan bahwa yang dimaksud “al khair” dalam ayat di atas adalah al Islam dan syariat-syariatnya. Dengan demikian kelompok orang yang melksanakan tugas tersebut harus memiliki ilmu pengetahuan tentang ajaran Islam dan hukum-hukum syariatnya, baik hukum-hukum yang berkenaan dengan urusan aqidah, seperti hukum tentang larangan murtad; hukum-hukum berkaitan dengan ibadah seperti sholat, shaum, haji, dan jihad; hukum-hukum yang berkaitan dengan akhlak; hukum-hukum yang berkaitan dengan halal haramnya makanan dan minuman serta hukum-hukum tentang pakaian; hukum-hukum seputar ekonomi makro maupun mikro, seperti hukum syariat tentang kepemilikan umum umat yang tidak boleh diprivatisasi oleh negara; hukum-hukum pidana Islam seperti hudud, jinayat, ta’zir, dan mukhalafat; hukum-hukum tentang politik dalam negeri seperti hukum-hukum tentang partai dan pemerintahan; hukum-hukum poltik luar negeri seperti kewajiban dakwah dan jihad, dan lain-lain.

Urgensi Kelompok Dakwah dan Pelaksana Amar Makruf Nahi Munkar

Huruf “al” dalam lafazh “al khair”, “al makruf” dan “al munkar” pada ayat di atas menunjukkan bahwa tugas segolongan atau sekelompok umat di atas meliputi mendakwahkan seluruh kebajikan Islam dan syariatnya, menyuruh segala kemakrufan, dan mencegah seluruh kemungkaran. Baik yang dilakukan oleh individu, kelompok masyarakat, maupun negara. Oleh karenanya, keberadaan kelompok umat Islam yang melakukan tugas tersebut dan memiliki kapasitas kemampuan yang mencukupi untuk melaksanakan tugas tersebut menjadi sangat urgen.

Sebab dengan hilangnya gambaran kehidupan Islam yang sebenarnya di masyarakat yang umumnya telah membatasi Islam sekedar pada aqidah, ibadah, dan akhlak dan dominasi kehidupan sekuler serta serbuan informasi dari media massa cetak dan elektronik yang menawarkan dan mengajarkan hedonisme dan cara-cara hidup sekuler, kita butuh sekelompok orang yang memapu menyajikan gambaran kehidupan Islam secara jelas sehingga umat bisa memahami dan tergerak untuk mewujudkannya.

Demikian pula dengan terhentinya amar makruf nahi mungkar di tengah berjalannya kehidupan sekuler yang penuh dengan aktivis dan propaganda agar meninggalkan dan menanggalkan agama (Islam khususnya), mengharuskan adanya aktivitas amar makruf nahi mungkar. Menyuruh pemerintah untuk melindungi umat dari bahaya pornografi dan pornoaksi dengan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang merujuk kepada syariat Allah SWT adalah bentuk “al amru bil makruf”.

Sedangkan menentang UU Migas dan UU Sumber Daya Air yang telah memberikan kesempatan pihak asing menguasai sumber daya alam kita adalah bentuk “an nahyu anil munkar”. Mengingat besarnya permasalahan yang harus ditangani dalam amar makruf nahi munkar, maka keberadaan segolongan orang yang bersama-sama bekerja secara sistematis untuk itu adalah suatu kebutuhan.

Selain itu Allah SWT berfirman:

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubah 71). Juga firman-Nya:

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS. Al Anfal 25).

Kesimpulan

Membangun jamaah untuk mengajak manusia kepada Islam dan syariatnya serta menyuruh kepada yang makruf dan melarang dari yang munkar adalah fardlu kifayah. Tidak harus dilakukan oleh semua umat islam. Tapi oleh mereka yang memiliki pengetahuan tentang “al Islam” , “al makruf” dan “al munkar” dan mengetahui tatacara pelaksanaan dakwah Islam dan amar makruf nahi munkar. Dengan demikian keberadaan jamaah atau kelompok yang melaksanakan dakwah mengajak kepada Islam dan amar makruf nahi mungkar adalah wajib dan urgen di masa dimana umat islam ini didominasi oleh kehidupan sekuler. Wallahua’lam! (mj/www.suara-islam.com)

24 Maret, 2009

Geliat ISLAM di KORSEL

Geliat ISLAM di KORSEL

Komunitas Muslim di Korea Selatan adalah komunitas yang kaya dengan keberagaman latar belakang etnis dan budaya. Komunitas Muslim di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Budha ini, kebanyakan adalah para pekerja asing dan imigran dari berbagai negara Muslim, terutama dari kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Sementara orang-orang asli Korea yang Muslim, kebanyakan adalah keturunan dari para mualaf yang masuk Islam saat berlangsung Perang Korea. "Di sini adalah beberapa orang Korea. Yang lainnya berasal dari Indonesia, Malaysia dan Uzbek. Ada juga beberapa Muslim asal AS. Muslim disini sedikitnya berasal dari 12 sampai 14 negara di dunia," kata Haseeb Ahmad Khan, pengusaha asal Pakistan yang sudah 10 tahun tinggal di Korea Selatan.

Menurut Haseeb, jumlah Muslim di Korea Selatan terus bertambah, terutama di kota besar seperti Busan. Muslim di kota ini sudah membuka sekolah Islam sendiri. "Meski sekolahnya kecil, cukup untuk mengakomodasi anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang Islami," ujar Haseeb.

Data dari Korea Muslim Federation (KMF) yang didirikan sejak tahun 1967 menyebutkan, jumlah Muslim di Korea Selatan sekarang ini mencapai 120.000-130.000 orang, terdiri dari Muslim Korea asli dan para warga negara asing. Jumlah orang Korea asli yang Muslim sekitar 45.000 orang, selebihnya didominasi pekerja migran asal Pakistan dan Bangladesh.

Sebagai kelompok masyarakat minoritas, masjid menjadi tempat penting bagi Muslim Korea Selatan untuk saling bertemu dan bersilahturahim. Sepuluh tahun yang lalu, belum banyak masjid di negara ini. Tapi sekarang, masjid-masjid sudah banyak tersebar hampir di seluruh kota besar di Korea Selatan. Masjid terbesar adalah Masjid Sentral Seoul yang berlokasi di distrik Itaewon.

"Kami punya lebih dari 10 masjid di kota-kota besar seperti Gwangju, Busan dan Daegu. Masjid di sini bukan sekedar tempat salat tapi juga tempat berkumpul komunitas Muslim, terutama usai salat Jumat. Mereka saling bercerita dan mendengarkan satu sama lain," imbuh Haseeb.

"Contohnya, jika ada jamaah yang sakit, mereka bersama-sama datang menjenguk ke rumah sakit. Atau, jika ada yang butuh pertolongan, mereka akan mencari cara untuk bisa memberikan bantuan," sambung Haseeb.

Masjid juga menjadi pusat informasi bagi warga Korea yang ingin belajar Islam. Masjid-masjid di Korea Selatan menyediakan bahan-bahan bacaan dan audio yang diberikan gratis buat mereka yang ingin mempelajari Islam.

Sekolah Islam pertama di Korea Selatan rencananya akan dibuka bulan Maret ini. Sekolah itu dibiayai lewat dana hibah dari pemerintah Arab Saudi. Tahun 2008 lalu, Duta Besar Saudi di Seoul sudah menyerahkan dana sebesar 500.000 dollar pada KMF untuk biaya pembangunan sekolah.

Sebagai penghargaan atas bantuan Saudi, sekolah tersebut rencananya akan menggunakan nama putera mahkota Saudi Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz. Sekolah ini juga akan menerima siswa non-Muslim. Selain memberikan mata pelajaran berdasarkan kurikulum pendidikan di Korea, sekolah yang dibiayai Saudi ini juga akan memberikan pelajaran tambahan berupa bahasa Arab, bahasa Inggris dan studi Islam.

Selain sekolah Islam, sejak tahun 2008 lalu, juga dibangun pusat kebudayaan Islam di kota Seoul. Dengan adanya sekolah dan pusat kebudayaan Islam ini, diharapkan bisa memperluas syiar Islam di Korea Selatan sekaligus meluruskan informasi-informasi bias tentang Islam dan Muslim yang diterima oleh masyarakat negeri itu.(ln/iol)


www.tendaweb.com

23 Maret, 2009

Lautan Jamaah Padati Maulid Akbar PKS

Lautan Jamaah Padati Maulid Akbar PKS

Habaib Iderus kini berbicara lain, sebab ia mendengar kabar PKS tak suka Maulidan.”Ternyata itu tidak benar. Hari ini terbukti PKS juga menganggungkan Maulid Nabi Muhammad,” ujarnya bangga.



PK-Sejahtera Online: PKS patut berada di barisan depan partai besar peserta Pemilu tahun ini. Gambaran itu terlihat jelas ketika PKS menggelar Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW bersama Habib Munzir Al Musawwa, Minggu (22/3). Sebab 3.000-an jamaah rela duduk lesehan hingga ke jalan depan Kantor DPW PKS Kalsel, Jalan A Yani Km 5,7, Banjarmasin.

Dipandu Habib Nabiel Al Musawwa, jamaah laki-laki dan perempuan yang didominasi mengenakan pakaian berwarna putih ini larut dengan lantunan shalawat atau pujian kepada Rasulullah pada Maulid Akbar itu. Awalnya, Maulid Akbar itu dihadiri oleh Habib Munzir Al Musawwa, Pimpinan Majelis Rasululullah Jakarta. Namun Habib Munzir batal datang karena pada Minggu dini hari, dirawat ke RSCM Jakarta.

“Adik saya, Habib Munzir harus dirawat karena menderita radang selaput otak. Saya mohon doa para jamaah untuk mendoakan kesembuhan agar kembali dapat berdakwah kembali,” ujar Habib Nabiel.

Menurut Habib Nabiel, Habib Munzir adalah sosok seorang adik yang sangat menghormati dirinya. Ini ditandai dengan sikapnya yang selalu meminta izin segala sesuatunya kepada Habib Nabiel. “Saat ingin melanjutkan pendidikan agama ke Yaman, Habib Munzir meminta izin kepada saya. Bahkan saat akan meminang anak seorang ulama yang kini menjadi istrinya, juga meminta izin kepada saya,” ujar Habib yang juga Caleg DPR-RI asal PKS dari dapil Kalsel 2 itu dengan suara tersedu.

Habib Nabiel pun menyempatkan diri memberikan siraman rohani. Sesuatu yang terbaik telah dilakukan pada diri junjungan umat Islam, Nabi Muhammad. ”Ibadah kita tak ada seujung kuku dibanding ibadah Rasulullah,” ujarnya mengingatkan.

Walau Allah menjamin mengampuni semua dosa Nabi Muhammad, akan tetapi Rasululluh tetap terus beristiqfar.”Bahkan dalam sehari 70 kali Rasulullah beristiqfar,” ujar Habaib Nabil penuh kagum. Sebagai umat-Nya, terang Habaib ini kembali, kaum muslimin hendaknya beristqfar lebih banyak dari Nabi.

Usai Habib Nabiel, secara bergiliran beberapa ulama lainnya yang merupakan keturunan Nabi Muhammad itu menyampaikan tausiyahnya. Diantaranya Ustadz Fahmi Ridho, ulama dari Jakarta namun kelahiran Kalsel.

Kemudian Habib Iderus Al Iderus yang diberikan kesempatan bertausiah. Sama halnya dengan Habib Nabil, ia juga menekankan agar umat mengikuti jalan Rasulullah.

Habaib Iderus kini berbicara lain, sebab ia mendengar kabar PKS tak suka Maulidan.”Ternyata itu tidak benar. Hari ini terbukti PKS juga menganggungkan Maulid Nabi Muhammad,” ujarnya bangga.

Habib Aboe Bakar Al Habsi mempertegas, kalau PKS partai dakwah yang terus mengajak umat mengikuti ajaran Rasulullah.”Tidak shalat, tidak berdakwah, tidak melaksanakan maulid itu bukan orang PKS, benar apa tidak,” serunya kepada mereka yang hadir.

Habib Aboe Bakar yang juga Caleg DPR-RI asal PKS dari Dapil Kalsel 1 mengungkapkan, PKS sering kali dicela namun dia meminta celaan itu tidak dibalas dengan celaan pula. Baginya, PKS lebih suka bekerja dan berdakwah mengajak ke kebenaran dan jalan Allah dan Rasulullah. “Lantunkan terus shalawat, cintai ulama dan masjid,” ujarnya.

Ketua DPW PKS Kalsel, Riyadi mengungkapkan moral negeri ini sudah terpuruk. Banyak banyak anak bangsa yang terjerumus ke lembah hitam.”Itu terjadi karena sekarang lagi krisis moral,” ujarnya dengan suara lantang.

PKS menawarkan solusi dengan mengembangkan dakwah pada sisi kehidupan manusia agar kembali ke jalan Rasulullah. Wujud nyata PKS, ujarnya, dengan menggelar Maulid Nabi Muhammad. ”Tujuan kegiatan ini untuk membentuk motivasi agar kita semua tak lupa tauladan serta ahlak mulia Rasul,” tekannya.

Maulid Nabi Muhammad yang digelar DPW PKS itu meluber hingga ke badan jalan. Walau massa tumpah ruah, tapi jalan tak mengalami kemacetan. Yang terjadi hanya perlambatan arus.

Riyadi mengucapkan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Banjarmasin lantaran arus lalu lintas, Minggu (22/3) hingga siang sedikit terganggu.”Saya meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat atas ketidak nyamanan itu. Kami pun mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat,” pungkasnya. (pks kalsel)




Pengirim: Ningsih Update: 23/03/2009 Oleh: Ningsih


Terbaru Terpopuler Sebelumnya Lainnya
Hidayat Tak Sepakat Pemilu Mundur
"Kita juga tidak mau berpemilu dengan DPT yang tidak beres. Apalagi fiktif," katanya di Mataram.



Kampanye Terbuka PKS, Bukti PKS Partai Besar
Bak Maradona, Presiden PKS Borong Delapan Gol
PKS Jepang Fasilitasi Temu Kangen WNI di Tokyo
Hidayat Kunjungi Tokoh Monas
“Busyet dah, gede amat!”
Memilih Caleg Korup, Rakyat yang Rugi
PKS Difitnah

"Kenapa PKS Disebutkan Dua Kali?"
Mahfudz mencurigai ada motif dibalik tudingan Abdul Hadi pada Rama Pratama dan PKS.



"Hadi Djamal Mungkin Lagi Stres"
Facebook Rama Pratama dipenuhi Dukungan
Tifatul Sembiring: Hadi Djamal Memfitnah PKS
Ada Nuansa Insinuasi dalam Tuduhan Keterlibatan Rama
Triwisaksana : Kampanye PKS, Biarkan Masyarakat Berbicara
HNW: Pilih Yang Amanah
PKS Jepang Fasilitasi Temu Kangen WNI di Tokyo
"Selama ini WNI di Jepang hanya tahu PKS melalui media massa,dan hari ini mereka dapat mengetahui informasi lebih lengkap dan akurat mengenai PKS dari sumbernya langsung", kata Itqan.



Hidayat Kunjungi Tokoh Monas
“Busyet dah, gede amat!”
Memilih Caleg Korup, Rakyat yang Rugi
PKS DKI Pusatkan Kampanye Terbuka di Lima Lokasi.
Optimal di Kampanye Perdana
Triwisaksana : Kampanye PKS, Biarkan Masyarakat Berbicara

20 Maret, 2009

Mohon Bantuan & Doa

Assalamu’alaikum WR WB,

BismillahirohmaniRohim,

Alhamdulillah, Puji Syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT, atas segala nikmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan sahabatnya,

Saat ini kami warga RT 05/06 sedang membangun sebuah musollah
dengan luas bangunan kurang lebih 200 M
Nama Mushollah : Asy-Syakuur
Lokasi RT05/06 Mekarsari Cimanggis ( Kampung Tipar) tepat di pinggir kali cipinang yang berbatasan langsung dgn Kelurahan Cibubur Jakrta Timur

dan Alhamdulillah sekarang ATAP dan kubahnya nya sudah selesai
selanjutnya kami akan mengerjakan dinding bagian luar dan dalam serta lantai,

Dengan segala hormat kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat jikalau ada kelebihan rezeki, kami masih menerima bantuan berupa dana atau bahan material untuk mushollah kami,

Bisa melalui rek Bank Syariah Mandiri ,
No Rek : 168 701 2244
a/n Iwan Kuswandi

Atau langsung Menghubungi saya
Iwan Kuswandi

HP : 0857 81564365

Demikianlah informasi yang kami sampaikan, Sebelumnya kami ucapkan Terimakasih yang tak terhingga Hanya ALLAH SWT yang mampu membalas dengan Pahala Yang berlipat ganda,



Wasssalamu’alaikum WR WB
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Asy-Syakuur
Iwan Kuswandi

18 Februari, 2009

Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim

Benarkah? Ya benar sekali, dalam sejarah yang tidak terungkap dan tidak pernah terungkap dan hanya diungkap
di kalangan akedemisi yang berhubungan dengan sejarah, tercatat bahwa suku indian Cherokee mayoritas beragama muslim.
Sebagai bukti bahwa hal itu memang benar, kalau ada rejeki dan kesempatan bisa berkunjung ke
perpustakaan kongres amerika (Library of Congress) silahkan minta untuk ditunjukkan arsip perjanjian antara pemerintah AS
dan orang-orang indian suku Cherokee pada tahun 1787.
Disana akan terlihat tanda tangan kepala suku Cherokee saat itu dengan nama Abdel-Khak and Muhammad Ibn Abdullah

Subhanalloh….

Kok bisa?

Sejarahnya panjang,

Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.

Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.

Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).

Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 - 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 - 912), Khashkhash Ibn

Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.
Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.

Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.

Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).
Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.

Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 - 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.

Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 - 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.
Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 - 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 - 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re'isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.


Bicara tentang Cherokee tentu saja tidak bisa lepas dari Sequoyah (portait kiri atas). Seorang asli suku Cherokee yang menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara barangkali, bila kita mengenalnya dengan abjad A sampai Z maka suku Cherokee memiliki cara sendiri untuk aksara-nya. Yang membuatnya sangat luar biasa adalah ternyata aksara yang ditemukan kembali oleh Sequoyah mirip sekali dengan aksara Arab (lihat gambar kanan). Beberapa tulisan cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada bahkan sangat mirip dengan tulisan “Muhammad” dalam bahasa Arab.

 

Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.
Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.

Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]

Dan mengapa hanya Columbus saja yang sampai saat ini dikenal sebagai penemu benua amerika? Karena saat terjadi pengusiran kaum yahudi dari spanyol sebanyak 300.000 orang yahudi oleh raja Ferdinand yang Kristen, kemudian orang-orang yahudi menggalang dana untuk pelayaran Columbus dan berita ‘penemuan benua Amerika’ dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Spanyol. Pelayaran Columbus ini nampaknya haus publikasi dan diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan ‘pesan sponsor’ Yahudi sang penyandang dana. Kisah selanjutnya kita tahu bahwa media massa dan publikasi dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang seperti Henry Ford si raja mobil Amerika itu. Maka tampak ada ketidak-jujuran dalam menuliskan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang Eropa menjejakkan kaki ke benua Amerika.

Dan tahukah anda? sebenarnya laksam ana Zheng He atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama laksamana Cheng Ho adalah penemu benua amerika pertama, sekitar 70 tahun sebelum Columbus.

Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa waktu lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.

Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.

Bahkan menurutnya, Zheng He 'mengalahkan' Columbus dengan rentang waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.

''Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,'' ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.

Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.

Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.

"Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut," ungkap Menzies yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini. Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.

Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.

"Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan petanya," kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. "Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat."

Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. "Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun."

Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal.

Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Propinsi Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam. Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.

Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun. Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia.(Early Tokyo/sbl)

15 September, 2008

Ditunggu Lama, RUU Pornografi Rencananya Disahkan 23 September

Ditunggu Lama, RUU Pornografi Rencananya Disahkan 23 September
Jumat, 12 Sep 08 18:27 WIB

Rancangan Undang-Undang Pornografi rencananya akan disahkan pada 23 September 2008 dalam sidang paripurna DPR. RUU tentang Pornografi yang semula bernama RUU Anti Pornografi Pornoaksi (RUU APP) mengalami beberapa kali perubahan dalam pembahasannya, ini memang telah lama ditunggu-tunggu.

Akan tetapi, sebelum RUU Pornografi disahkan, pekan depan akan diadakan pembahasan intensif antara panitia kerja (panja) DPR dengan pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Menteri Agama, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informasi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan.

"Akan diselesaikan dulu pembahasannya, pada 18 dan 19 September dengan pemerintah. Insya Allah tanggal 23 September bisa disahkan, " kata Anggota Pansus RUU Pornografi dari Fraksi PKS Yoyoh Yusroh, saat ditanya Eramuslim, Jum'at (12/9).

Yoyoh mengakui, bahwa timnya sore ini akan bertolak selama dua hari ke Balikpapan-Kalimantan Timur untuk melakukan uji publik RUU tentang Pornografi.

RUU yang sudah masuk dalam Prolegnas tahun ini, kehadirannya sempat memunculkan pesimistif di tengah masyarakat, karena pembahasannya mengalami proses yang panjang dan berlarut-larut.

Sebelumnya, Anggota Pansus RUU Pornografi dari Fraksi Parta Amanat Nasional Latifah Iskandar mengatakan, kalangan masyarakat merasa putus asa melihat kondisi perjalanan RUU Pornografi menjadi sebuah UU, sebab masyarakat sangat menanti dan berharap UU ini bisa lahir untuk membentengi generasi penerus bangsa dari ancaman pornografi yang semakin jumlahnya meningkat akhir-akhir ini.

"Pornografi mengakibatkan timbulnya perbuatan asusila, dan maraknya kejahatan seksual yang dapat merusak kehidupan sosial masyarakat Indonesia, " katanya.

Latifah mengatakan, RUU ini sangat dibutuhkan, karena sampai saat ini belum ada UU yang bisa mengatasi pornografi yang begitu berbahaya. Oleh karena, DPR berupaya menyusun pasal-pasal sedemikian rupa untuk mencegah adanya celah bagi kejahatan pornografi. (novel)

http://www.eramuslim.com/berita/nas/8912144944-ditunggu-lama-ruu-pornografi-rencananya-disahkan-23-september.htm?prev

30 Juni, 2008

Proposal Pembangunan Mushollah Asy'Syakuur

PROPOSAL PEMBANGUNAN
MUSHOLLA ASY-SYAKUUR

Silakan Salurkan Donasi Anda Ke Bank Syariah Mandiri
a/n Iwan Kuswandi NoRek : 168 701 2244

Depok 2008 M /1429 H


Daftar ISI :

1 Muqodimah ………………………………………………………………
2 Dasar Pemikiran ………………………………………………
3 Maksud dan Tujuan …………………………………………
4 Proyek Pembangunan ………………………………………
5 Susunan Panitia ………………………………………………
6 Rencana Sumber Dana ……………………………………
7 Rencana Anggaran Bangunan ……………………
8 Penutup ……………………………………………………………………
9 Lampiran …………………………………………………………………



1. MUQODIMAH
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Puji Syukur selalu kita panjatkan kepada Allah SWT. Kita memohon pertolongan dan ampunan serta perlindungan-NYA dari segala keburukan dan kelemahan.
Barang siapa yang diberi hidayah-NYA, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi, dan barangsiapa yang tidak mendapat hidayah-NYA, tidak ada sesuatu pula yang mampu menolongnya.

Sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah menyampaikan risalah-NYA, memberi nasehat dan membawa umat menuju kesempurnaan hidup lahir dan batin, dunia dan akhirat. Kita berharap termasuk umatnya yang mendapat syafa’at Beliau, nanti di Yaumil Akhir. Amin.

Bersama ini kami sampaikan proposal singkat ke hadapan Bapak dan Ibu, dengan maksud sebagai media untuk menginformasikan rencana pembangunan Musholla di lingkungan kami

Jauhnya lokasi tempat ibadah serta meningkat nya jumlah pertambahan penduduk dilingkungan kami tidak sebanding dengan jumlah rumah ibadah (Mesjid atau Musholla). Oleh karena itu kami warga Pondok Tipar (RT05/06) Mekarsari Cimanggis Depok. Merasa sangat perlu untuk membangun Musholla disekitar lingkungan Kami.

Melihat kenyataan tersebut sangatlah penting untuk segera dibangun sarana yang dapat menunjang aktivitas kami dalam beribadah. Hal ini merupakan aspirasi dari warga dan sangatlah potensial untuk diberdayakan dalam rangka meningkatkan keimanan, membangun ukhuwah Islamiyah, mewujudkan sholat fardu seramai sholat jum’at, semangat persatuan dan kebersamaan demi kepentingan umat Islam sekarang, esok dan masa yang akan datang.

Oleh karena itu kami sepakat untuk mendirikan suatu sarana ibadah yaitu Musholla untuk merealisasikan tujuan-tujuan diatas dan sekaligus sebagai wadah yang menaungi aspirasi umat Islam juga sebagai Media da’wah.



2. DASAR PEMIKIRAN

At-Taubah (9) ayat 18:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللّهِ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللّهَ فَعَسَى أُوْلَـئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, Menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.


Hadis riwayat Usman bin Affan RA: ia berkata: Bahwa beliau meluruskan persoalan yang dibicarakan antara para sahabat ketika mesjid Nabawi telah dibangun: Kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang membangun sebuah mesjid karena Allah Taala. (Bukair berkata: Aku kira) beliau bersabda: Karena mengharap keridaan Allah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. Imam Muslim

Surat Muhammad Ayat 7 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.


Hadis riwayat Ibnu Umar RA: ia berkata: Bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Salat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat dari salat sendiri. Imam Muslim



3. MAKSUD DAN TUJUAN

 Menghimpun potensi jasmaniyah dan rohaniyah umat Islam Di lingkungan Pondok Tipar Mekarsari Cimanggis Depok agar dapat melaksanakan kewajiban sholat Berjamaah ditempat yang layak, khusyu dan nyaman.
 Mewujudkan Sholat Wajib (5 waktu) seperti sholat Jum’at.
 Sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT.
 Sebagai wadah pembinaan umat dan sebagai sarana kegiatan sosial.
 Sebagai Media Da’wah Islam.


4. PROYEK PEMBANGUNAN

 Nama Proyek : Pembangunan Musholla Asy-Syakuur
 Luas Bangunan : 7x6 m2
 Lokasi : Tanah Milik PERUM Pondok Tipar


5. SUSUNAN PANITIA

Ketua : Iwan Kuswandi (8708467)
Wakil Ketua : Wahid Ncam (0818 755 783)
Sekretaris : 1. Hery Hermawan (02192265 821)
2. Bambang Dwi Angga Wibisana (0811165169)
Bendahara : 1. Darto ( 021–8712393)
2. Sony Wijaya (081318083771)
Pembangunan : 1. Ngadiman (021–8729879)
2. Agus Sahetapi (081511165 297)
3. Mochamad Suliadi (021–32153703)
Pendanaan : 1. Endang (08161921485)
2. Agus Waryandi (081314673778)


6. RENCANA SUMBER DANA

Sumber dana untuk membangun Musholla berasal dari :
 Swadaya Warga
 Sumbangan-sumbangan dari Umat.
 Proposal yang akan di ajukan ke pihak Donatur (Perusahaan atau Perorangan).
 Rekening Pembangunan Bank Syariah Mandiri a/n Iwan Kuswandi NoRek : 168 701 2244


7. RENCANA ANGGARAN BANGUNAN

No Keterangan Satuan Vol Harga satuan Jumlah Harga Total
1 Pekerjaan Pendahuluan
1.Pembersihan Lahan Lot 1 1.500.000
2.Tempat Material M2 15 45.000
3.Keamanan Proyek Lot 1 1.000.000
4.Bouwplank M2 48 35.000
5.Biaya Turun Material Lot 1 1.000.000
6.Air Kerja dan listrik Lot 1 3.500.000
0
2 Pekerjaan Tanah
1.Galian Tanah Pondasi M3 40 28.000 1.113.280
2.Urugan Tanah Kembali M3 24 9.500 225.340
3.Urugan Pasir Bawah Pondasi M3 0.4 130.000 46.800
4.Urugan Pasir Bawah Lantai M3 8.1 130.000 1.053.000
5.Urugan Tanah Kedalam Bangunan M3 36 70.000 2.520.000
4.958.420
3 Pekerjaan Pondasi dan beton
1.Pondasi Batu Kali M3 22 390.000 8.424.000
2.Lantai Kerja Bawah Pondasi Tapak M3 0.6 150.000 97.200
3.Lantai Kerja Bawah Lantai M3 8.1 150.000 1.215.000 9.736.200
No Keterangan Satuan Vol Harga satuan Jumlah Harga Total
4.Pondasi Tapak 70x70x20 M3 0.4 568.000 230.040
Besi Kg 79 8.300 658.190
Bekisting M2 2.6 85.000 217.600
5.Kolom Utama 20x30 M3 1.9 568.000 1.090.560
Besi Kg 231 8.300 1.913.482
Bekisting M2 22 85.000 1.853.000
6.Kolom Praktis 15x20 M2 1.2 568.000 681.600
Besi Kg 261 8.300 2.169.620
Bekisting M2 14 85.000 1.190.000
7.Kolom Praktis 20x30 M2 2 568.000 1.136.000
Besi Kg 225 8.300 1.870.322

Bekisting M2 36 85.000 3.060.000 16.070.414
8.Sloof Utama M3 1.9 568.000 1.090.560
Besi Kg 219 8.300 1.814.712
Bekisting M2 16 85.000 1.326.000 4.231.272
9.Sloof Tengah 15x15 M3 0.5 568.000 255.600
Besi Kg 74 8.300 6.144.075
Bekisting M2 10 85.000 850.000
10.Sloof Samping 15x15 M3 0.9 568.000 485.640
Besi Kg 172 8.300 1.430.920
Bekisting M2 15 85.000 1.292.000
11.Sloof Trasram 15x15 M3 0.6 568.000 332.280
Besi Kg 119 8.300 983.882
Bekisting M2 10 85.000 884.000 7.128.729.5
12.Balok Atas 15X20 M3 0.8 568.000 443.040
Besi Kg 142 8.300 1.180.592
Bekisting M2 13 85.000 1.105.000
13.Balok Samping 15X15 M3 0.9 568.000 .
Besi Kg 168 8.300
Bekisting M2 14 85.000
14.Balok Miring 15x15 M3 0.7 568.000 408.960
Besi Kg 162 8.300 1.343.438
Bekisting M2 18 85.000 1.530.000 6.011.030

4 Pekerjaan Rangka Atap
1. Rangka Atap baja ringan M2 154 165.000 25.410.000
2. Rangka Atap kayu kamper M2 154 165.000
3. Listplank Kamper M2 82 45.000 3.690.000
4. Genteng Morando Super JTW M2 154 54.000 8.316.000
5.Genteng Nok JTWangi M2 104 25.000 2.600.000
6. Genteng Nok Ujung JTW M2 8 75.000 600.000 40.616.000
.
5 Pekerjaan Dinding
1.Pasangan Trasraam M2 9.5 65.000 614.250
2.Pasangan Dinding M2 116 57.000 6.612.000
3.Plesteran Trasraam M2 24 37.000 888.000
No Keterangan Satuan Vol Harga satuan Jumlah Harga Total
4.Plesteran Dinding M2 232 35.000 8.120.000
5.Acian Dinding,Kolom,Balok M2 294 21.000 6.163.500 22.397.750

6 Pekerjaan Anti Rayap
1. Anti Rayap bawah pondasi M2 46 17.000 775.200
2. Anti Rayap bawah Lantai M2 81 17.000 1.377.000 2.152.200

7 Pekerjaan lantai, dinding keramik M2 0
1.Lantai dalam,mimbar,loby M2 54 93.000 5.022.000
2.Lantai Teras luar+trap M2 42 93.000 3.906.000
3.Plint tinggi 10cm M 74 17.000
4.Dinding Depan tinggi 3m M2 16 93.000
5.Dinding luar mimbar 6 6 93.000 8.928.000
.
8 Pekerjaan Plafond gipsum 9 mm
1.Ruang dalam,mimbar,loby M2 54 70.000 3.780.000
2.Teras luar M2 70 70.000
3.Atap Bagian luar atas M2 23 70.000 1.575.000 5.355.000
.
9 Pekerjaan Kusen Kamper/aluminium
1.Kusen Pintu P1 kaca Unit 3 1.700.000 5.100.000
2.Kusen Pintu P2 Triplex 9mm Unit 4 800.000 3.200.000
3.Jendela J1 Unit 6 1.350.000 8.100.000
4.Jendela J2 Unit 1 850.000 850.000
5.Jendela J3 Unit 2 500.000 1.000.000
6.Jendela J4 Unit 4 550.000 2.200.000
7.Jendela J5 Unit 8 400.000 3.200.000 23.650.000

10 Pekerjaan Pengecatan
1.Dinding dalam ruangan M2 135 22.000 2.970.000
2.Dinding Luar teras /kolom M2 135 24.000 3.240.000
3.Plafond dalam M2 54 22.000 1.188.000
4.Plafond luar cat minyak M2 86 27.000 2.322.000
5.lisplank M2 16 27.000 442.800 10.162.800
.
11 Pekerjaan Listrik Unit
1.Instalasi titik lampu 17 175.000 2.975.000
2.Instalasi stop kontak lengkap 5Doub/7singl 215.000 2.580.000
3.Saklar berikut instalasi 5 215.000 1.075.000
4.Lampu Neon Philips 2x20 watt 2 130.000 260.000
5.Lampu Esential 18 watt 4 85.000 340.000
6.Lampu Esential 8 watt 6 75.000 450.000
7.Lampu Taman Lengkap 3 500.000 1.500.000 9.180.000
12 Pekerjaan Dinding Pagar 4.000.000
13 Pekerjaan Tempat Wudlu 4.000.000
14 Total 178.577.816

8. PENUTUP

SURAT AL BAQARAH -Ayat 261-
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Demikianlah Proposal ini kami buat, dengan harapan mampu menggugah Kaum Muslimin dan muslimat untuk ikut serta membantu kami secara Moril maupun Materil, kami selaku panitia amat sangat yakin Pembangunan Musholla ini akan segera terwujud dalam Lindungan dan Pertolongan ALLAH SWT
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Jakarta, Maret 2008

Mengetahui

Ketua RT 05/RW 06
Mekarsari Cimanggis Ketua Pembangunan


( Sukamto ) ( Iwan Kuswandi )

Tiga Pilar Da’wah

Tiga Pilar Da’wah
Oleh Ihsan Tandjung


Generasi awal ummat Islam yakni para sahabat radhiyallahu ’anhum, merupakan generasi terbaik ummat ini. Oleh karenanya mereka memperoleh kehormatan untuk mendampingi Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dalam perjuangan beliau sejak Islam masih lemah di Makkah hingga tegaknya tatanan Islam atau Daulah Islamiyah di kota Madinah yang langsung dipimpin Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Mereka merupakan generasi yang terbaik dalam meneladani Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dalam berbagai aspek kehidupan. Termasuk dalam da’wah. Mereka sangat menghayati ambisi utama Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, yaitu bagaimana agar manusia di dunia menjadi orang beriman sehingga selamat di dunia dan di akhirat. Mereka tidak saja menyaksikan bagaimana gigihnya Nabi Muhammad shollallahu’alaih wa sallam dalam berda’wah kepada setiap manusia yang dijumpainya. Namun mereka meneladani dan turut melakukan hal serupa terhadap siapapun manusia yang mereka temui.

Para sahabat radhiyallahu ’anhum biasanya tatkala berda’wah menyampaikan penjelasan ringkas saja mengenai Islam tidak panjang dan berbelit seperti kebanyakan kita di zaman sekarang. Namun uniknya, walaupun singkat tetapi tidak jarang penyampaian singkat namun berisi itu cukup membuat seorang musyrik atau kafir kemudian tersentuh lalu masuk Islam. Adapun sebagian besar kita di zaman modern ini kadang sudah berbicara panjang lebar hingga mulut berbusa-busa namun tidak memberi pengaruh berarti bagi pendengar apalagi sampai ia memperoleh hidayah lalu masuk Islam.

Keberhasilan para sahabat radhiyallahu ’anhum dalam berda’wah tentunya karena mereka merupakan generasi terbaik dalam meneladani Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dalam segala hal, termasuk berda’wah. Sedangkan Aisyah radhiyallahu ’anha mengatakan:

كَانَ كَلَامُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلَامًا فَصْلًا يَفْهَمُهُ كُلُّ مَنْ سَمِعَهُ

“Ucapan Rasulullah adalah ucapan fashlan (singkat dan jelas). Setiap orang yang menyimaknya pasti segera memahaminya.” (HR Abu Dawud 12/467)

Di samping itu, ada hal lain lagi yang menyebabkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ’anhum dimudahkan Allah subhaanahu wa ta’aala merebut hati kaum musyrik dan kafir sehingga mereka mau menerima ajakan da’wah Islam. Hal ini berkaitan dengan konsistennya mereka mematuhi tiga pilar da’wah yang disebutkan Allah subhaanahu wa ta’aala di dalam Al-Qur’an, yakni:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

”Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri” (QS Fushilat ayat 33)

Dalam ayat di atas setidaknya terdapat tiga pilar utama dalam berda’wah. Bila seorang muslim sanggup memenuhi ketiga pilar da’wah tersebut insyaAllah ia bakal diizinkan Allah subhaanahu wa ta’aala sukses merebut hati manusia sehingga mau menyambut seruan da’wah Islam. Ketiga pilar da’wah tersebut adalah:

Pertama, ajakan secara lisan. Seorang muslim tidak mungkin atau kecil sekali kemungkinannya bakal sukses mengajak seorang manusia yang asalnya non-muslim untuk menyambut ajakan da’wah Islam bila ia tidak mau secara ekspilisit mengajaknya secara lisan kepada agama Allah subhaanahu wa ta’aala yang mulia ini. Inilah yang dimaksud dengan potongan ayat di atas:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ

”Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah.”
Itulah sebabnya kita wajib menghafalkan kata-kata bertuah penuh cinta kasih bernuansa da’wah yang sering disampaikan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam kepada non-muslim:

أَسْلِمْ تَسْلَمْ

”masuk Islamlah engkau, niscaya engkau bakal selamat di dunia dan akhirat”

Kedua, akhlak mulia (keteladanan). Selain itu, seorang muslim juga perlu memastikan bahwa ia tidak hanya om-do (omong doang). Tapi ia perlu memastikan bahwa ucapannya didukung dengan perilaku nyata yang menunjukkan keselarasan antara ucapan dan tindakan. Hal ini akan menjadikan dirinya memiliki nilai keteladanan di hadapan obyek da’wahnya. Salah satu kesulitan kita dewasa ini mengajak kaum non-muslim masuk Islam adalah karena adanya fakta pahit bahwa sebagian ummat Islam sendiri tidak memperlihatkan akhlak terpuji sehingga kaum non-muslim belum apa-apa sudah kehilangan kepercayaan terhadap kita, dan akhirnya hilang pula kepercayaan mereka terhadap agama kita, Al-Islam. Inilah yang diisyaratkan Allah dalam ayat di atas:

وَعَمِلَ صَالِحًا

“…mengerjakan amal yang saleh…”

Ketiga, konsistensi dalam memelihara identitas keIslaman. Pilar ketiga yang akan menyempurnakan kesuksesan da’wah seorang muslim adalah konsistensinya dalam menjaga dan mempertahankan identitas keIslamannya. Ke manapun ia pergi dan dengan siapapun ia berinteraksi hendaknya ia selalu memperlihatkan identitas keIslamannya betapapun situasinya. Jangan hendaknya ia membaca doa sebelum makan, misalnya, ketika di tengah kerumunan saudara muslimnya saja. Namun ketika ia makan di sebuah restoran di tengah masyarakat asing ia segan atau malu atau bahkan takut membaca doa makan. Padahal boleh jadi dengan ia konsisten membaca doa makan hal itu menjadi stimulans bagi terjadinya proses da’wah. Inilah makna potongan ayat yang berbunyi:

وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

”...dan ia berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”

24 Juni, 2008

Al-Qadiani(Mirza)(Ahmadiyah) dan Pemerintahan Inggris (IV)

Al-Qadiani(Mirza)(Ahmadiyah) dan Pemerintahan Inggris (IV)
01/10/2003

Edisi-edisi berikut ini adalah kajian tentang keyakinan-keyakinan aliran Qadiani. Buku ini ditulis oleh Asy-Syekh Manzhur Ahmad Chinioti al-Pakistani dengan judul asli Al-Qadiani Wamu'taqadatuhu. Sebelum menginjak ke tulisan yang memaparkan keyakinan-keyakinan Al-Qadiani yang menyesatkan, bacalah pengantar kajian ini pada edisi sebelumnya (edisi pengantar) dari seorang ahli hadis yang mulia Asy-Syekh Muhammad Yususf al-Banuri, Rektor Jamiah al-Ulul al-Islamiah Karachi Pakistan, dan Amir Jamiyah Tahfizh Khatmin Nubuwah pakistan!

Upayanya dalam Mendukung Pemeritahan Inggris

Lima Puluh Lemari

"Saya telah menghabiskan sebagian besar dari hidupku dalam mendukung pemerintahan Inggris dan saya telah menulis buku dan selebaran tentang larangan jihad dan kewajiban menaati ulim amri Inggris yang jumlahnya sekiranya dikumpulkan niscaya akan memenuhi lima puluh lemari buku. Buku dan tulisan-tulisan tersebut tersebar di negara-negara Arab, Mesir, Syam, dan Turki. Tujuanku selamanya ialah agar umat Islam loyal kepada pemerintahan ini, dan kita hapuskan dari hati mereka pemahaman tentang Al-Mahdi si pembunuh dan Al-Masih si tukang jagal, dan seluruh hukum yang membangkitkan dalam diri mereka semangat jihad yang merusak hati orang-orang bodoh."

Lima Puluh Ribu Buku dan Selebaran

"Saya telah menyebarkan lima puluh ribu buku, selebaran dari pengumuman di negeri ini dan di negeri-negeri Islam yang menjelaskan bahwa pemerintahan Inggris pemilik keutamaan dan kebaikan atas umat Islam, jadi wajiblah atas setiap muslim untuk menyerahkan ketaatan penuh kepada pemerintahan ini. Saya telah menulis buku-buku ini dalam bahasa Urdu, Arab, Persia; saya sebarkan ke seluruh dunia Islam sampai masuk dan tersebar di dua kota suci, Mekah dan Madinah, di Astana, negeri Syam, Mesir, Afghansitan. Hasilnya adalah ribuan orang telah meninggalkan pemikiran jihad yang berasal dari ulama kolot. Ini adalah prestasi para pengikutku yang tak ada seorang pun dari umat Islam di India yang dapat menandinginya. " (Sitarah Qaisharah 403, surat Al-Qadiani kepada Ratu Victoria di Inggris, RK 15/114).

Lima Puluh Kuda dan Penunggangnya

"Ayahku Ghulam Murtadha mempunyai hubungan baik dengan pemerintahan Inggris, bahkan ia seorang pegawai pemerintah. Ia membantu pemerintah Inggris dari India pada revolusi rakyat Inggris pada tahun 1807 M (revolusi melawan penjajahan, Ghulam Murtadha membantu Inggris dengan lima puluh tentara dan lima puluh kuda perang, ia telah membantu Inggris lebih dari kemampuannya. " (Foot Note Izalah Awham 133, RK 3/166).

Berjihad dengan Lisan dan Tulisan

"Sejak muda hingga sekarang saya telah mencapai usia enam puluh tahun, saya berjihad dengan lisan dan pena untuk mengarahkan umat Islam kepada kepatuhan dan loyalitas kepada pemerintahan Inggris, menghapus pemikiran tentang jihad yang diyakini oleh orang-orang bodoh sehingga pemikiran itulah yang menghalangi mereka untuk taat kepada pemerintahan ini. Saya melihat bahwa tulisan-tulisanku cukup berpengaruh di hati umat Islam dan telah menghasilkan perubahan ratusan ribu umat Islam." (Tablig Risalat jilid 7 h. 11).

Saya Salah Seorang Pelayannya

"Tidaklah asing bagi negeri yang penuh berkah ini bahwa saya adalah salah seorang pelayannya, penasihatnya, dan sumber kebaikannya sejak dahulu. Kami datang kepadanya setiap saat dengan hati yang tulus. Ayahku adalah orang dekat pemerintahan dan mendapat rekomendasi darinya. Kami punya jasa terhadap negeri ini yang kami yakin bahwa pemerintah tidak melupakannya. Ayahku Mirza Ghulam Murtadha bin Mirza Atha Muhamad al-Qadiani adalah tokoh masyarakat di daerah ini, dia adalah orang terdepan di sini, pemerintah sangat mengenalnya dengan baik. Kami tidak pernah menjadi munafik, bahkan semua orang telah menyaksikan keikhlasan kami. Pemerintah pun menyadari hal ini, para pendatang pun menyaksikannya dan bahwa bakti kami di negeri ini melebihi bakti para pendahulu." (Nurul Haq 1/27-28, RK 8/36).

Tameng dan Benteng Negara

Tulisan-tulisanku dalam bahasa Arab selalu terfokus pada tujuan-tujuan besar dan setiap kali tulisan-tulisan itu tiba ke tangan para pembaca Arab saya melihat ada respon dari mereka. Banyak yang menyurati saya, banyak pula yang memaki saya, ada pula yang memperbaiki, dan ada pula yang setuju, seperti orang yang minta petunjuk.

Saya telah menulis selama sebelas tahun dan tidaklah berlebihan jika saya menyatakan bahwa sayalah satu-satunya orang yang memberikan dukungan ini. Saya berhak menyatakan bahwa sayalah tameng dan benteng negeri ini dari segala bencana. Tuhanku menggembirakan aku,

"Tidaklah Allah mengazab mereka selama kamu tinggal di tengah-tengah mereka."

"Negeri ini tidak memiliki orang seperti saya atau yang menandingi saya dalam dukunganku dan baktiku. Dan negeri ini akan mengetahuinya jika para pejabatnya orang-orang baik." (Nurul Haq Juz 1/33-34, RK 8/44-45).

Negara adalah Pelindungku dan Pelindung Jamaahku

"Tetapi saya mengetahui bahwasanya Allah telah menjadikan pemerintah Inggris sebagai pelindungku dan tempat tinggalku dan jamaahku dengan karunia-Nya yang khusus. Keamanan yang ada pada kita di bawah naungan pemerintah ini tidak mungkin terwujud di Makkah al-Mukarramah dan di Al-Madinah al-Munawwarah. " (Tiryaq al-Qulub 28, RK 15/156).

Pohon Ini Ditanam oleh Tangan Pemerintahan Inggris

Seharusnya pemerintah Inggris memperhatikan keluarga ini dengan penuh perhatian dan kesungguhan, karena dia adalah tanaman Inggris sendiri dan buatan mereka.

"Dan sesungguhnya para pejabat Inggris memperlakukan saya dan kelompokku dengan kasih sayang khusus dan perhatian penuh karena tidak pernah terlambat dalam memberikan pengorbanan, baik dengan jiwa maupun dengan darah, untukmu (Inggris)." (Tablig Risalat 27/12. Majmu'ah Isytiharat 21).

Mazhabku dan Akidahku

"Telah terbukti dari tempat tinggalku yang islami selama tujuh belas tahun bahwa saya ini setia dan loyal terhadap negara Inggris dari lubuk hati yang dalam. Ketaatan kepada pemerintah dan cinta kepada sesama adalah akidahku."

"Akidah ini saya masukkan dalam syarat-syarat baiat bagi pengikutku dan muridku. Dan saya sebutkan akidah ini secara jelas pada point keempat dalam risalah syarat-syarat baiat yang dibagikan kepada seluruh pengikut dan muridku." (Isytihar wajib Izhar, lampiran kitab Al-Bariyah 10. RK 13/10).

Mazhabku dan akidahku yang kuulang-ulangi adalah bahwa Islam itu mempunyai dua aspek:
pertama, ketaatan kepada Allah; kedua, ketaatan kepada pemerintah yang mewujudkan keamanan, yang melindungi kita dalam naungannya dari orang-orang zalim. Pemerintah itu ialah pemerintah Inggris. (Syahadah Alquran 84. RK 6/80).

Al-Qadiani dan Jihad

"Sesungguhnya Allah telah meringankan secara bertahap kekerasan jihad, yaitu perang di jalan Allah. Pada zaman Nabi Musa a.s. diperbolehkan membunuh anak-anak, lalu pada zaman Nabi Muhammad saw. dihapuskan bolehnya membunuh anak-anak, orang tua, dan wanita. Kemudian, pada zamanku dihapuskanlah jihad itu sama sekali." (Footnote Arba'in 4/101, RK 12/443).

"Pada hari ini telah dihapuskan jihad dengan senjata. Tak ada lagi jihad setelah hari ini. Maka siapa yang mengangkat senjata terhadap orang kafir dan menamai dirinya sebagai prajurit, ia telah menyalahi Rasulullah saw. yang telah diumumkan tiga belas abad yang lalu tentang penghapusan jihad pada zaman Al-Masih yang dijanjikan dan saya adalah Al-Masih yang dijanjikan itu."

"Tidak ada lagi jihad setelah kemunculanku sekarang ini, karena kami mengangkat panji perdamaian dan bendera keamanan." (Khotbah Ilhamiyah 28. Tablig Risalat 29/47).

"Tinggalkan pemikiran jihad sekarang juga. Karena, peperangan untuk agama telah diharamkan. Telah datang imam dan Al-Masih, dan telah turun cahaya dari langit, maka tidak ada lagi jihad."

"Bahkan barangsiapa yang berjihad di jalan Allah sekarang, maka ia adalah musuh Allah, ingkar terhadap nabi yang meyakini hal ini." (Terjemah bait syair dalam bahasa Urdu dalam kitab Tahta al-Kolrowiyah 39).

"Pemerintah Inggris berkewajiban memahami seluk-beluk ajaran Al-Qadiniah. Karena, imam kita telah menghabiskan dua puluh tahun dari usia beliau dalam mengajarkan kepada masyarakat bahwa jihad itu haram, haram mutlak. Dia tidak merasa cukup dengan menyebarkan ajaran ini di India saja, tetapi ia menyebarkannya pula di negeri-negeri Islam di Arab, Syam, Afghanista, dan seterusnya." (Ditulis oleh pimpinan majalah al-Qadiniyah Review of Relegion tahun 1902 oleh Muhammad Ali).

Al-Qadiani mengatakan, "Sesungguhnya golongan ini, golongan Al-Qadiniyah senantiasa berjuang siang dan malam untuk mencabut akidah yang najis, akidah jihad dari hati umat Islam." (Proposal Al-Qadiani yang diajukan kepada pemerintah, dimuat di majalah Review of Religion 1902 M).

"Golongan Islam yang diamanahkan Allah kepadaku untuk menjadi imamnya dan pemimpinnya mempunyai ciri khas bahwa ia tidak setuju dengan jihad dengan senjata dan tidak menantikannya. Bahkan, golongan yang penuh berkah ini tidak membolehkannya, baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan dan mengharamkannya dengan pengharaman yang tegas." (Tiryaq al-Qulub 389, RK 15/517).

"Telah tertulis berkali-kali bahwa Alquran tidak mengajarkan jihad sama sekali. Tetapi, ia adalah hukum yang khusus dengan zaman tertentu dan tidak berlaku secara abadi. Islam berlepas diri dari kelakuan-kelakuan para raja setelah zaman Nabi, karena kesalahan mereka yang sangat jelas dan tujuan-tujuan emosional mereka." (Lampiran Al-Hukumah al-Injiliziyah wal Jihad 8. RK 17/8).

Pengafiran Orang yang Tidak Percaya dengan Al-Qadiani

"Kami akan mendirikan sebuah jamaah, lalu Allah meniupkan terompet dengan mulut-Nya sebagai dukungan terhadap jamaah ini, maka tertariklah kepada suara ini semua orang yang selamat dan tidak ada yang tinggal, kecuali orang-orang yang celaka yang telah ditetapkan untuk mereka kesesatan, mereka ditinggalkan untuk memenuhi jahanam." (Barahin Ahmadiyah 5/82. RK 12/108).

"Sesungguhnya Allah mengilhamkan kepadaku bahwa orang yang tidak mengikutimu dan tidak masuk dalam baiatmu dan tetap menyalahimu, maka ia berdosa kepada Allah dan Rasul-Nya dan jahanamku." (Tadzkirah Majmu'ah Ilhammat 342).

"Semua umat Islam yang belum masuk ke dalam baiat Al-Masih yang dijanjikan (Al-Qadiani) , baik mereka yang telah melanggar nama Ghulam Ahmad, maupun mereka yang belum mendengarkannya, seluruhnya orang kafir, keluar dari agama Islam." (Ainah Shadaqat 35, oleh putra Al-Qadiani dan khalifahnya yang kedua, Mirza Basyirudin Mahmud Ahmad).

Nikah dengan Selain Orang Qadiani adalah Kekafiran

"Seorang Qadiani tidak diperbolehkan menikahkan putrinya dengan orang yang bukan Qadiani. Peraturan Al-Masih yang dijanjikan Al-Qadiani ini adalah peraturan yang pasti."

Dia mengatakan, "Siapa yang menikahkan putrinya dengan orang yang bukan Qadiani, maka ia keluar dari jamaah kita, meskipun ia mengaku sebagai orang Qadianiyah."

Dia mengatakan pula, "Tidak boleh bagi siapa pun dari pengikut kami untuk ikut hadir dalam acara-acara pernikahan seperti ini." (Koran Al-Fadhl 23 Mei 1921).

"Boleh mengambil anak-anak wanita umat Islam, Hindu, Sikh, dan tidak boleh kita berikan putri-putri kita kepada mereka." (Koran Al-Fadhl 18 Februari 1930).

"Barang siapa yang menyerahkan putrinya kepada umat Islam, diusir dari jamaah dan ia telah kafir." (Koran Al-Fadhl 4 Mei 1922).

"Masalah kelima: yang wajib atas jamaah kita saat ini ialah bahwa putri Qadianiyah tidak diserahkan kepada selain Qadiani. Dan siapa yang menyerahkan putrinya kepada selain Qadiani maka sungguh ia tidak mengenal Al-Masih yang dijanjikan (Al-Qadiani) dengan pengenalan yang baik, dan ia tidak mengenal apa itu Ahmadiyah."

"Apakah ada orang selain Qadiani, orang yang tidak beragama menyerahkan putrinya kepada orang Hindu atau Kristen?"

"Selain orang Ahmadiyah adalah kafir menurut kami, tetapi mereka lebih baik dari kamu dalam hal ini, karena mereka tidak menyerahkan putri mereka kepada orang kafir, meskipun mereka semua itu sama-sama kafirnya. Tetapi kamu, padahal kamu Ahmadiyyin, kamu menyerahkan putri kamu kepada orang-orang kafir." (Malaikatullah 36 oleh putra Al-Qadiani).

"Nikah dengan wanita-wanita Kristen dan wanita-wanita yang percaya dengan waaid boleh." (Koran Al-Fadhl 18 Februari 1930).

"Orang-orang Hindu termasuk ahlul kitab, demikian pula orang Sikh." (Koran Al-Fadhl 17 Juli 1922).

Salat di Belakang Selain Qadian Haram Mutlak

"Inilah mazhabku yang terkenal bahwa kamu tidak diperbolehkan salat di belakang seseorang yang bukan Qadiani, bagaimanapun kondisinya, siapa pun dia dan meskipun ia dipuji oleh orang banyak. Ini adalah hukum Allah, ini yang dikehendaki oleh Allah. Orang yang meragukan hal ini termasuk orang yang mendustakan, sedang Allah akan memisahkan kamu dengan mereka." (Malfuzhat al-Qadiani, Al-Fadhl 28 Agustus 1917).

"Sesungguhnya Allah memberi tahu kepadaku bahwa haram secara mutlak kamu salat di belakang orang yang mendustaiku atau ragu untuk menaatiku. Kamu wajib salat di belakang imam kamu sendiri. Inilah yang disyaratkan dalam hadis: imam kamu dari golonganmu. Artinya, jika Al-Masih telah turun, tinggalkanlah golongan-golongan yang mengaku Islam dan jadikanlah imam kamu dari golonganmu sendiri. Laksanakanlah apa yang diperintahkan. Apakah kamu ingin amal-amalmu runtuh sedangkan kamu tidak merasakan?" (Footnote Arba'in 3/75. RK 17/417. Footnote Kolrowaih 27).

"Tidak dibolehkan seorang pun salat di belakang selain Qadiani. Banyak orang mengulang-ulangi pertanyaan, 'Bolehkah salat di belakang selain Qadiani atau tidak?' Saya menyatakan, 'Betapa pun kamu bertanya, saya tetap menjelaskan bahwa tidak boleh bagi seorang Qadiani salat di belakang selain Qadiani. Tidak boleh. Tidak boleh. Tidak boleh'!" (Anwar Khilafat 89 oleh putra Al-Qadiani).

Hukum Salat di Belakang Selain Qadiani karena Maslahat

Khalifah kedua putra Al-Qadiani Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad mengatakan, "Pada tahun 1912 saya ke Mesir lalu naik haji. Di Jedah saya ditemani oleh kakek dari ibu, lalu kita berangkat bersama ke Mekah. Pada hari pertama, pada saat tawaf tiba waktu salat, lalu saya berusaha keluar tetapi jalan-jalan sudah tertutup karena keramaian. Tatkala salat dimulai, kakek menyuruh saya untuk ikut salat. Kita bersama-sama masuk, lalu sama-sama salat. Ketika kita pulang ke rumah, kita mengatakan, 'Mari kita salat yang dikehendaki oleh Allah yang tidak boleh ditunaikan dan tidak diterima jika dilakukan di belakang selain Qadiani. Lalu kami bersama-sama salat kembali'."

"Demikianlah, kita sering salat di rumah. Terkadang pula kita terlambat ke masjid sampai selesai salat jamaah, lalu kita salat dengan jamaah kita sendiri. Terkadang ikut pula bersama kita orang yang bukan Qadiani. Ketika kita pulang ke rumah, salah seorang kita bertanya kepada khalifah pertama Nuruddin, 'Apa yang seharusnya dilakukan seorang Qadiani dalam salat di belakang selain Qadiani?' Khalifah menjawab, 'Jika ada kepentingan salat di belakang selain Qadiani, ia dibolehkan kemudian ia mengulangi salatnya'."

Tidak Dibolehkan Salat Jenazah Umat Islam meskipun Anak-Anak

"Apakah boleh salat atas jenazah anak-anak muslim? Saya mengatakan, 'Tidak boleh, sebagaimana tidak bolehnya salat atas anak-anak Hindu, anak-anak Kristen, karena mazhab anak mengikuti mazhab kedua orang tuanya'." (Anwar Khilafat 93, Khilafah kedua).

"Jika ada pertanyaan, 'Jika seorang wafat di satu tempat yang belum sampai dakwah ke sana, lalu ada seorang Qadiani ke sana, apakah ia menyalati jenazah tersebut atau tidak'?"

"Kami menjawab, 'Kita tidak tahu kecuali perkara lahiriah. Lahiriah orang ini mati sebelum mengenal Rasul dan Nabi Allah (yang mengaku nabi) jadi kita tidak menyalatinya. Kita juga tidak menyalati orang Qadiani yang salat di belakang umat Islam atau bermuamalah dengan umat Islam, karena ia telah keluar dari Qadianiyah." (Tulisan putra Al-Qadiani dimuat di koran Al-Fadhl 6 Mei 1910).

"Putra sulung Al-Masih yang dijanjikan (yang mengaku nabi) dari istri pertamanya bernama Fadhl Ahmad, ketika wafat, tidak disalati oleh ayah kandungnya sendiri, karena ia tidak percaya pada pengakuan-pengakuan ayahnya, meskipun ia taat kepadanya dalam urusan-urusan duniawi." (Anwar Khilafat 91, Koran Al-Fadhl 7 Juli 1943).

Ketika Mr. Muhammad Ali Jinnah, pendiri Pakistan, wafat, ia tidak disalati oleh Zhafrullah Khan al-Qadiani, menteri luar negeri Pakistan saat itu.

Salat kita telah dipisahkan. Menikahkan putri kita dengan mereka telah diharamkan. Menyalati jenazah mereka pun telah dilarang. Lalu pergaulan apalagi yang tersisa dengan mereka.

Hubungan itu terbagi dua: diniah dan dunawiah.
Hubungan diniah yang terbesar ialah ibadah-ibadah. Hubungan duniawiah yang terbesar ialah pernikahan.

"Dan telah diharamkan untuk kita beribadah bersama mereka dan nikah dengan mereka. Jika kamu bertanya, 'Mengapa dibolehkan nikah dengan wanita-wanita mereka?' Jawaban saya ialah, 'Sebagaimana kita membolehkan nikah dengan wanita-wanita Kristen.' Jika kamu bertanya, 'Mengapa dibolehkan salam kepada mereka?' Jawaban saya, 'Rasul saw. pernah mengucapkan salam kepada Yahudi? kesimpulannya, imam kita telah memisahkan kita dengan mereka dari semua segi'." (Kalimatul Fashl 169 oleh Putranya, Basyir Ahmad)

Sumber: Al-Qadiani wa Mu'taqaduhu, Asy-Syekh Manzhur Ahmad Chinoti al-Pakistani

15 April, 2008

Prorposal Pembangunan Musholla

PROPOSAL PEMBANGUNAN
MUSHOLLA ASY-SYAKUUR

Silakan Salurkan Donasi Anda Ke Bank Syariah Mandiri
a/n Iwan Kuswandi NoRek : 168 701 2244

Depok 2008 M /1429 H


Daftar ISI :

1 Muqodimah ………………………………………………………………
2 Dasar Pemikiran ………………………………………………
3 Maksud dan Tujuan …………………………………………
4 Proyek Pembangunan ………………………………………
5 Susunan Panitia ………………………………………………
6 Rencana Sumber Dana ……………………………………
7 Rencana Anggaran Bangunan ……………………
8 Penutup ……………………………………………………………………
9 Lampiran …………………………………………………………………



1. MUQODIMAH
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Puji Syukur selalu kita panjatkan kepada Allah SWT. Kita memohon pertolongan dan ampunan serta perlindungan-NYA dari segala keburukan dan kelemahan.
Barang siapa yang diberi hidayah-NYA, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi, dan barangsiapa yang tidak mendapat hidayah-NYA, tidak ada sesuatu pula yang mampu menolongnya.

Sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah menyampaikan risalah-NYA, memberi nasehat dan membawa umat menuju kesempurnaan hidup lahir dan batin, dunia dan akhirat. Kita berharap termasuk umatnya yang mendapat syafa’at Beliau, nanti di Yaumil Akhir. Amin.

Bersama ini kami sampaikan proposal singkat ke hadapan Bapak dan Ibu, dengan maksud sebagai media untuk menginformasikan rencana pembangunan Musholla di lingkungan kami

Jauhnya lokasi tempat ibadah serta meningkat nya jumlah pertambahan penduduk dilingkungan kami tidak sebanding dengan jumlah rumah ibadah (Mesjid atau Musholla). Oleh karena itu kami warga Pondok Tipar (RT05/06) Mekarsari Cimanggis Depok. Merasa sangat perlu untuk membangun Musholla disekitar lingkungan Kami.

Melihat kenyataan tersebut sangatlah penting untuk segera dibangun sarana yang dapat menunjang aktivitas kami dalam beribadah. Hal ini merupakan aspirasi dari warga dan sangatlah potensial untuk diberdayakan dalam rangka meningkatkan keimanan, membangun ukhuwah Islamiyah, mewujudkan sholat fardu seramai sholat jum’at, semangat persatuan dan kebersamaan demi kepentingan umat Islam sekarang, esok dan masa yang akan datang.

Oleh karena itu kami sepakat untuk mendirikan suatu sarana ibadah yaitu Musholla untuk merealisasikan tujuan-tujuan diatas dan sekaligus sebagai wadah yang menaungi aspirasi umat Islam juga sebagai Media da’wah.



2. DASAR PEMIKIRAN

At-Taubah (9) ayat 18:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللّهِ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللّهَ فَعَسَى أُوْلَـئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, Menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.


Hadis riwayat Usman bin Affan RA: ia berkata: Bahwa beliau meluruskan persoalan yang dibicarakan antara para sahabat ketika mesjid Nabawi telah dibangun: Kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang membangun sebuah mesjid karena Allah Taala. (Bukair berkata: Aku kira) beliau bersabda: Karena mengharap keridaan Allah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. Imam Muslim

Surat Muhammad Ayat 7 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.


Hadis riwayat Ibnu Umar RA: ia berkata: Bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Salat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat dari salat sendiri. Imam Muslim



3. MAKSUD DAN TUJUAN

 Menghimpun potensi jasmaniyah dan rohaniyah umat Islam Di lingkungan Pondok Tipar Mekarsari Cimanggis Depok agar dapat melaksanakan kewajiban sholat Berjamaah ditempat yang layak, khusyu dan nyaman.
 Mewujudkan Sholat Wajib (5 waktu) seperti sholat Jum’at.
 Sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT.
 Sebagai wadah pembinaan umat dan sebagai sarana kegiatan sosial.
 Sebagai Media Da’wah Islam.


4. PROYEK PEMBANGUNAN

 Nama Proyek : Pembangunan Musholla Asy-Syakuur
 Luas Bangunan : 7x6 m2
 Lokasi : Tanah Milik PERUM Pondok Tipar


5. SUSUNAN PANITIA

Ketua : Iwan Kuswandi (8708467)
Wakil Ketua : Wahid Ncam (0818 755 783)
Sekretaris : 1. Hery Hermawan (02192265 821)
2. Bambang Dwi Angga Wibisana (0811165169)
Bendahara : 1. Darto ( 021–8712393)
2. Sony Wijaya (081318083771)
Pembangunan : 1. Ngadiman (021–8729879)
2. Agus Sahetapi (081511165 297)
3. Mochamad Suliadi (021–32153703)
Pendanaan : 1. Endang (08161921485)
2. Agus Waryandi (081314673778)


6. RENCANA SUMBER DANA

Sumber dana untuk membangun Musholla berasal dari :
 Swadaya Warga
 Sumbangan-sumbangan dari Umat.
 Proposal yang akan di ajukan ke pihak Donatur (Perusahaan atau Perorangan).
 Rekening Pembangunan Bank Syariah Mandiri a/n Iwan Kuswandi NoRek : 168 701 2244


7. RENCANA ANGGARAN BANGUNAN

No Keterangan Satuan Vol Harga satuan Jumlah Harga Total
1 Pekerjaan Pendahuluan
1.Pembersihan Lahan Lot 1 1.500.000
2.Tempat Material M2 15 45.000
3.Keamanan Proyek Lot 1 1.000.000
4.Bouwplank M2 48 35.000
5.Biaya Turun Material Lot 1 1.000.000
6.Air Kerja dan listrik Lot 1 3.500.000
0
2 Pekerjaan Tanah
1.Galian Tanah Pondasi M3 40 28.000 1.113.280
2.Urugan Tanah Kembali M3 24 9.500 225.340
3.Urugan Pasir Bawah Pondasi M3 0.4 130.000 46.800
4.Urugan Pasir Bawah Lantai M3 8.1 130.000 1.053.000
5.Urugan Tanah Kedalam Bangunan M3 36 70.000 2.520.000
4.958.420
3 Pekerjaan Pondasi dan beton
1.Pondasi Batu Kali M3 22 390.000 8.424.000
2.Lantai Kerja Bawah Pondasi Tapak M3 0.6 150.000 97.200
3.Lantai Kerja Bawah Lantai M3 8.1 150.000 1.215.000 9.736.200
No Keterangan Satuan Vol Harga satuan Jumlah Harga Total
4.Pondasi Tapak 70x70x20 M3 0.4 568.000 230.040
Besi Kg 79 8.300 658.190
Bekisting M2 2.6 85.000 217.600
5.Kolom Utama 20x30 M3 1.9 568.000 1.090.560
Besi Kg 231 8.300 1.913.482
Bekisting M2 22 85.000 1.853.000
6.Kolom Praktis 15x20 M2 1.2 568.000 681.600
Besi Kg 261 8.300 2.169.620
Bekisting M2 14 85.000 1.190.000
7.Kolom Praktis 20x30 M2 2 568.000 1.136.000
Besi Kg 225 8.300 1.870.322

Bekisting M2 36 85.000 3.060.000 16.070.414
8.Sloof Utama M3 1.9 568.000 1.090.560
Besi Kg 219 8.300 1.814.712
Bekisting M2 16 85.000 1.326.000 4.231.272
9.Sloof Tengah 15x15 M3 0.5 568.000 255.600
Besi Kg 74 8.300 6.144.075
Bekisting M2 10 85.000 850.000
10.Sloof Samping 15x15 M3 0.9 568.000 485.640
Besi Kg 172 8.300 1.430.920
Bekisting M2 15 85.000 1.292.000
11.Sloof Trasram 15x15 M3 0.6 568.000 332.280
Besi Kg 119 8.300 983.882
Bekisting M2 10 85.000 884.000 7.128.729.5
12.Balok Atas 15X20 M3 0.8 568.000 443.040
Besi Kg 142 8.300 1.180.592
Bekisting M2 13 85.000 1.105.000
13.Balok Samping 15X15 M3 0.9 568.000 .
Besi Kg 168 8.300
Bekisting M2 14 85.000
14.Balok Miring 15x15 M3 0.7 568.000 408.960
Besi Kg 162 8.300 1.343.438
Bekisting M2 18 85.000 1.530.000 6.011.030

4 Pekerjaan Rangka Atap
1. Rangka Atap baja ringan M2 154 165.000 25.410.000
2. Rangka Atap kayu kamper M2 154 165.000
3. Listplank Kamper M2 82 45.000 3.690.000
4. Genteng Morando Super JTW M2 154 54.000 8.316.000
5.Genteng Nok JTWangi M2 104 25.000 2.600.000
6. Genteng Nok Ujung JTW M2 8 75.000 600.000 40.616.000
.
5 Pekerjaan Dinding
1.Pasangan Trasraam M2 9.5 65.000 614.250
2.Pasangan Dinding M2 116 57.000 6.612.000
3.Plesteran Trasraam M2 24 37.000 888.000
No Keterangan Satuan Vol Harga satuan Jumlah Harga Total
4.Plesteran Dinding M2 232 35.000 8.120.000
5.Acian Dinding,Kolom,Balok M2 294 21.000 6.163.500 22.397.750

6 Pekerjaan Anti Rayap
1. Anti Rayap bawah pondasi M2 46 17.000 775.200
2. Anti Rayap bawah Lantai M2 81 17.000 1.377.000 2.152.200

7 Pekerjaan lantai, dinding keramik M2 0
1.Lantai dalam,mimbar,loby M2 54 93.000 5.022.000
2.Lantai Teras luar+trap M2 42 93.000 3.906.000
3.Plint tinggi 10cm M 74 17.000
4.Dinding Depan tinggi 3m M2 16 93.000
5.Dinding luar mimbar 6 6 93.000 8.928.000
.
8 Pekerjaan Plafond gipsum 9 mm
1.Ruang dalam,mimbar,loby M2 54 70.000 3.780.000
2.Teras luar M2 70 70.000
3.Atap Bagian luar atas M2 23 70.000 1.575.000 5.355.000
.
9 Pekerjaan Kusen Kamper/aluminium
1.Kusen Pintu P1 kaca Unit 3 1.700.000 5.100.000
2.Kusen Pintu P2 Triplex 9mm Unit 4 800.000 3.200.000
3.Jendela J1 Unit 6 1.350.000 8.100.000
4.Jendela J2 Unit 1 850.000 850.000
5.Jendela J3 Unit 2 500.000 1.000.000
6.Jendela J4 Unit 4 550.000 2.200.000
7.Jendela J5 Unit 8 400.000 3.200.000 23.650.000

10 Pekerjaan Pengecatan
1.Dinding dalam ruangan M2 135 22.000 2.970.000
2.Dinding Luar teras /kolom M2 135 24.000 3.240.000
3.Plafond dalam M2 54 22.000 1.188.000
4.Plafond luar cat minyak M2 86 27.000 2.322.000
5.lisplank M2 16 27.000 442.800 10.162.800
.
11 Pekerjaan Listrik Unit
1.Instalasi titik lampu 17 175.000 2.975.000
2.Instalasi stop kontak lengkap 5Doub/7singl 215.000 2.580.000
3.Saklar berikut instalasi 5 215.000 1.075.000
4.Lampu Neon Philips 2x20 watt 2 130.000 260.000
5.Lampu Esential 18 watt 4 85.000 340.000
6.Lampu Esential 8 watt 6 75.000 450.000
7.Lampu Taman Lengkap 3 500.000 1.500.000 9.180.000
12 Pekerjaan Dinding Pagar 4.000.000
13 Pekerjaan Tempat Wudlu 4.000.000
14 Total 178.577.816

8. PENUTUP

SURAT AL BAQARAH -Ayat 261-
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Demikianlah Proposal ini kami buat, dengan harapan mampu menggugah Kaum Muslimin dan muslimat untuk ikut serta membantu kami secara Moril maupun Materil, kami selaku panitia amat sangat yakin Pembangunan Musholla ini akan segera terwujud dalam Lindungan dan Pertolongan ALLAH SWT
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Jakarta, Maret 2008

Mengetahui

Ketua RT 05/RW 06
Mekarsari Cimanggis Ketua Pembangunan


( Sukamto ) ( Iwan Kuswandi )

Asmaul Husna

Asmaul Husna
ALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil.

Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (H.R. Bukhari dan Muslim)
Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya.

Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr: 24)
Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul.
Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran.

Hanya milik ALLAH asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A'râf: 180)
Asmaul Husna hanya milik ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tsb dalam kehidupan sehari-hari.

Mushollah BaitusSyakuur 1430 H

Mushollah BaitusSyakuur 1430 H
Tampak dari samping pintu utama