27 November, 2009

Idul Adha 1430 H




Assalamu'alaikum WW,

Puji Syukur kepada Allah yang tak terhingga atas segala Rahmat dan Karuniannya kepada kita semua,Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW,

Alhamdulillah ,,, itu yang bisa terucap dari kami, atas lancarnya acara pemotongan hewan qurban serta penyaluran daging qurban hari ini, atas kerjasama dari jama'ah yang di komandani Oleh Pak Agus Bowo, yang beliau juga sebagai Kepala bidang Sosial kemasyarakatan.

Hewan qurban yang kami potong hari ini ada 10 ekor kambing, setelah di potong dan dibagi-bagi menjadi 280 kantong daging,

Sejak pukul 8 pagi hingga pukul 11 siang pemotongan dimulai dan selanjutnya dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil.

setelah istirahat dan Sholat Jum'at.
dilanjutkan dengan pembagian dan pembungkusan lalu dilakukan pembagian daging kurban kepada mereka yang berhak setelah sebelumnya kami membagi-bagikan Kupon untuk ditukarkan dengan daging qurban.

Terimakasih kepada para Jama'ah atas kepercayaanya kepada kami dalam pengelolaan hewan qurban.

kami doakan agar Qurbanya diterima ALLAH SWT, serta mendapat pahala dan ridho Allah SWT Amiin,

Wasalam
ik

28 Oktober, 2009

Susunan Pengurus Mushollah Baitussyakuur

Assalamu'alaikum WW,
Bismillahirrohmanirrohiim,

Puji Syukur Kepada Allah atas semua nikmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW,

Berikut Kami sampaikan susunan Pengurus Mushollah Baitussyakuur hasil musyawarah
pada hari Senin 26 Oktober 2009M / 7 dzulka'dah 1430H.

Ketua : Wahid Encam
Wakil : Iwan Kuswandi
Sekertaris : Bambang Dwi Angga
Bendahara : Mochammad Suliadi
Kabid Pendidikan Dan Da'wah : Hery Hermawan
Kabid Perlengkapan dan pemeliharaan : Darto
Kabid Sosial dan Kemasyarakatan : Agus Sahetapy

Untuk Panitia Pembangunan Mushollah berada di bawah kabid peralatan dan perlengkapan dengan struktur organisasi tidak berubah.

Demikian informasi yang kami sampaikan
terimakasih
wasalam

13 Oktober, 2009

Perkembangan Pembangunan Mushollah

Assalamu'alaikum,

Sedikit info buat kaum muslimin dan muslimat, bahwa saat ini pekerjaan mushollah sudah di mulai kembali, dan pemasangan keramik lantai sedang di lakukan,

insyaAllah,, dalam minggu ini pemasangan keramik sudah selesai ,,

terimakasih kepada para Donatur dan kaum muslimin dan muslimat yang telah membantu dalam pembangunan ini Hanya Allah Yang bisa membalasnya ,

Wasalam
iwank

10 Oktober, 2009

Tausyiah Subuh di Mushollah Asy-Syakuur

Assalamu'alaikum WW,

Puji Syukur kami panjatkan kepada ALLAH SWT, Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW,

Ba'da Subuh ini kami Jama'ah Mushollah Asy-syakuur telah menyelenggarakan pengajian Subuh bersama Ustadz H.M Syamsudin. Jazakullah Ustadz, kami doakan ustadz selalu istiqomah di jalan ALLAH SWT.

Insya Allah Kami atas Nama Jama'ah Musollah Asy-Syakuur selanjutnya akan mengadakan Pengajian Rutin Ba'da Subuh pada minggu pertama setiap Bulannya.
Dan sebelumnya pada acara Halal bi halal ,Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur telah mengadakan ikrar bersama untuk menghidupkan Subuh berama'ah.

Demikianlah semoga Allah SWT meridhoi kita semua Amiin Ya Robbal Alamiin,

Wasalam
iwank

02 Oktober, 2009

Musholla Asy-syakuur Turut Berduka Cita

Assalamu'alaikum, WW,

Allah hu Akbar Allah hu Akbar Allah hu Akbar,,,,,

Kami atas nama Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur Turut Berduka Cita atas Musibah Gempa Bumi yang Menimpa Saudara2 kita di Padang ,

Mari kita sama-sama Doakan agar Saudara2 kita diberikan kekuatan dan kesabaran Oleh Allah SWT dalam mengahadapi Cobaan dari Allah SWT,

Ya Allah Ampuni Kami yang kebanyakan dari kami telah melupakan Syariat MU (Al-Quran dan HAdits)

Wasalamu'alaikum, ww
Iwank

29 September, 2009

Arti Ucapan Selamat Lebaran

Arti Ucapan Selamat Lebaran
Ahad, 27 September 2009 06:01

Pertanyaan

Assalamualaikum... Selamat lebaran Pak Ustadz.

Saya langsung saja ke pertanyaan pak ustadz. Setiap menyambut hari raya idul fitri, kebanyakan kaum muslim mengirimkan ucapan selamat Lebaran berbunyi " Taqabalallahu Minna waminkum, shiyamana washiyamakum. Minal aidin wal faidzin." Saya sebagai orang awam yang tidak tahu dengan bahasa Arab, bingung dengan arti kata-kata di atas.

Mohon kepada Pak Ustadz menjelaskan arti kalimat di atas.

Wassalam


efri

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Taqabballahu itu artinya semoga Allah mengabulkan. Minaa wa minkum berarti dari kami dan dari anda. Shiyamana wa shiyamakum berarti puasa kami dan puasa anda.

Sedangkan lafadz minal a'idin wal faidzin merupakan doa yang terpotong, arti secara harfiyahnya adalah: termasuk orang yang kembali dan menang.

Lafadz ini terpotong, seharusnya ada lafadz tambahan di depannya meski sudah lazim lafadz tambahan itu memang tidak diucapkan. Lengkapnya ja'alanallahu minal a'idin wal faidzin, yang bermakna semoga Allah menjadi kita termasuk orang yang kembali dan orang yang menang.

Namun sering kali orang salah paham, dikiranya lafadz itu merupakan bahasa arab dari ungkapanmohon maaf lahir dan batin. Padahal bukan dan merupakan dua hal yang jauh berbeda.

Lafadz taqabbalallahu minna wa minkum merupakan lafadz doa yang intinya kita saling berdoa agar semua amal kita diterima Allah SWT. Lafadz doa ini adalah lafadz yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika kita selesai melewati Ramadhan.

Jadi yang diajarkan sebenarnya bukan bermaaf-maafan seperti yang selama ini dilakukan oleh kebanyakan bangsa Indonesia. Tetapi yang lebih ditekankan adalah tahni'ah yaitu ucapan selamat serta doa agar amal dikabulkan.

Meski tidak diajarkan atau diperintahkan secara khusus, namun bermaaf-maafan dan silaturrahim di hari Idul Fithri juga tidak terlarang, boleh-boleh saja dan merupakan 'urf (kebiasaan) yang baik.

Di luar Indonesia, belum tentu ada budaya seperti ini, di mana semua orang sibuk untuk saling mendatangi sekedar bisa berziarah dan silaturrahim, lalu masing-masing saling meminta maaf. Sungguh sebuah tradisi yang baik dan sejalan dengan syariah Islam.

Meski terkadang ada juga bentuk-bentuk yang kurang sejalan dengan Islam, misalnya membakar petasan di lingkungan pemukiman. Tentunya sangat mengganggu dan beresiko musibah kebakaran.

Termasuk juga yang tidak sejalan dengan tuntunan agama adalah bertakbir keliling kota naik truk sambil mengganggu ketertiban berlalu-lintas, apalagi sambil melempar mercon, campur baur laki dan perempuan dan tidak mengindahkan adab dan etika Islam.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


http://www.warnaislam.com/syariah/zakat/2009/9/27/21660/Arti_Ucapan_Selamat_Lebaran.htm


Kami atas nama Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur Mengucapkan,

Taqabballahu Minaa wa minkum Shiyamana wa shiyamakum

ja'alanallahu minal a'idin wal faidzin,

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

10 September, 2009

Santunan Anak Yatim di Mushollah Asy-Syakuur

Assalamu'alaikum Warohmatullahi wabarokaatuh,

Puji Dan Syukur kami Panjatkan kepada ALLAH SWT atas semua rahmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW,

semoga anda semua selalu dalam perlindingan dan Bimbingan ALLAH SWT dan bulan Ramadhan ini kita semua mendapat kemenangan dari ALLAH SWT.

Dalam kesempatan ini kami selaku pengurus Masjid Asy-Syakuur ingin menginformasikan kegiatan-kgiatan yang berlangsung di Mushollah Asy-Syakuur Selain Sholat Fardu 5 Waktu dan Taraweh kemarin pada tangggal 7 September 2009Alhamdulillah kami telah mengadakan acara santunan Anak-anak Yatim untuk wilayah RT5/RW6 sejumlah 32 anak, adapun paket tersebut terdiri dari Beras,Gula,Mie instant,Sirup,Teh,serta Susu dan sejumlah Uang, Paket tersebut dikumpulkan dari Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur dari Awal Ramadhan,

Jazakullah Khairon kepada para Jama'ah yang menyisihkan sebagian hartanya untuk Anak-yatim dan tak lupa kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada para Seluruh donatur untuk pembangunan Mushollah Asy-Syakuur, kami selaku Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur Hanya bisa mendoakan anda semua agar segala keinginan dan cita2nya tercapai, yang sedang sakit semoga Allah berikan Kesehatan, yang sedang punya masalah semoga Allah SWT berikan pertolongan, dan kita sama-sama mohon kepada ALLAH SWT agar seluruh dosa kita di ampuni di terima amal ibadah kita amiin Ya Robbal Alamiin.

Wasalammu'alaikum WW
Iwan kuswandi

27 Agustus, 2009

Asy-Syakuur berduka

Assalamu'alaikum WW,

Innalillahi wa Innailahi roji'un, telah meninggal dunia,
guru kita Ustadz Abdul Latief Bin Sukri
pada tanggal 6 Romadhon 1430 H
Beliau Meninggal saat Sujud kedua di rokaat pertama di masjid Baitussalam cipinang


mari sama2 kita Doakan agar arwah beliau di terima di sisi ALLAH SWT,dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran,

Beliau Adalah Imam pertama , pemberi tausiah pertama , diawal Ramadhon
di Musollah Asy-Syakuur, dimushollah yang belum 100% jadi.

Demikian yang dapat kami sampaikan
Wasalam ww
iwank

16 Agustus, 2009

Pembangunan Mushollah Asy-syakuur

Assalamu'alaikum, WW

Syukur kepada ALLAH SWT yang tak terhingga ,atas rahmat dan karunia nya kepada kita semua , solawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW,

Terimakasih juga yang tak terhingga kepada Saudara2 MAPA Gunadarma yang telah menyisihkan sebagian harta nya untuk pembangunan Mushollah, Juga kepada Bu Rina, Pak Sabar, abu Jibril,Aki Mumu, Tante Ai, Kiki dan masih banyak lagi yang belum saya sebut namanya,

kami atas nama Panitia pembangunan mendoaakan semoga Dalam kehidupan dunia dan akhirat senantiasa mendapat perlindungan ALLAH, Mnedapat keridhoan ALLAH, ditambahkan Rezekinya berlipat ganda, dan yang dalam keadaan sakit semoga Allah berikan kesehatan.

dalam kesempatan ini kami sampaikan perkembangan pembangunan Mushollah Asy-Syakuur,

1. Dinding Bagian dalam sudah di plester tinggal di aci,
2. Bagian lantai sudah di pelur tinggal pasang lantai keramik
3. Instalasi Listrik sudah dipasang berikut sebagian Lampunya (Terimakasih Pak Darto)

Insya Allah Bulan Ramadhan tahun ini , mushollah Asy-Syakuur sudah mulai melaksanakan Sholat Tarawih,,, dalam kondisi seadanya ...tapi insyaAllah tidak mengurangi kekhusu'an jama'ah dalam beribadah.



sekali lagi sujud syukur kepada ALLAH Swt yang telah memberikan kenikmatan ini , dan terimakasih juga kepada para donatu. sekian dari kami ,

Billawi taufik wal hidayah
wasalamu'alaikum WW

iwank

16 Juli, 2009

pekerjaan lantai sedang di lakukan

Assalamu,alaikum WW,

Puji syukur hanya kepada ALLAH SWT Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW,
serta terimakasih yang tak terhingga kepada segenap Umat Islam yang ikut membantu kami dalam pembangunan ini,

saat ini pembangunan dalam tahap pengerjaan lantai, kami dari panitia mohon doa restunya agar di berikan kelancaran dalam pekerjaan ini

kami juga mohon kepada ALAH SWT agar panitia semua diberikan kekuatan menghadapi rintangan dalam pembangunan Mushollah ini.

wasalam
iwank

03 Juli, 2009

Perkembangan Pembangunan Mushollah dan Kondisi Umat Islam

Assalmu'alaikum, WW,

Puji Syukur kepada Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan Rahmat dan karunianya kepada kita semua, Sholawat dan Salam Kepada Nabi Muhammad Saw.

Ditengah hingar bingarnya kondisi politik, serta Dahsyatnya adu domba terhadap Umat Islam, keprihatinan ini insyaAllah tidak membuat panitia kendor akan tetapi menjadi api semangat buat kami.

walaupun pembangunan saat ini sedang istirahat dikarenakan dana kami masih sedikit, akan tetapi sedikit demi sedikit kami tetap memgumpulkan dana dan bahan bangunan untuk pembangunan Musholah, baru kemarin kami mendapat kiriman pasir dari Pak Toto pemilik bengkel Rahayu motor di kelapa dua cimanggis, terimakasih banyak Pak Toto kami doakan bengkel Rahayu Motor selalu mendapat keberkahan dari ALLAH swt, amiin

kami atas nama panitia menghimnbau kepada seluruh Umat Islam agar merapatkan barisan, hindari prasangka buruk terhadap sesama muslim.

Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah DOSA dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi maha Penyayang”. (Qs.49:12)

Yang Benar datangnya dari Allah
Yang salah datangnya dari Saya

Wasalamu'alaikum WW
Iwan Kuswandi
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Ays-syakuur
Mekarsari Depok

06 Juni, 2009

Melejitkan Potensi Anak

JAKARTA - Bukan hal yang mudah untuk bisa melihat potensi yang ada pada diri anak. Dan bukan hal yang mudah pula untuk bisa mengarahkan anak sesuai potensi yang ia miliki, bukan keinginan yang ada pada orang tua.

Bila anak diasah kelebihannya, niscaya akan melejitkan potensinya secara maksimal. Namun bila anak diasah kekurangannya, maka hasilnya tidak akan maksimal dan akhirnya tidak ada yang menonjol dari dirinya kelak.

Ada beberapa langkah untuk melejitkan potensi anak. Pertama, sadari arti pentingnya bakat. Bakat sangat bersifat personal dan tidak bisa dipaksakan. Ketika orangtua mempunyai bakat seni yang tinggi, maka bakat tersebut bisa saja dimiliki juga oleh anak kita, tetapi bisa juga tidak.

Kedua, kenalilah bakat apa yang dimiliki oleh anak kita dan ungkapkan kepada anak ide-ide tentang aktivitas/karya yang sesuai dengan bakat yang dimiliki anak kita tadi. Ketiga, dorong dan dampingi anak-anak untuk beraktivitas/berkarya sesuai dengan bakatnya dan keempat, monitoring dan evaluasi perkembangan aktivitas/karya dari bakat anak-anak tersebut.

PKPU bersama Telkom Dives menggelar pengajian reguler MUSLIMS’ VISION dengan tema “MELEJITKAN POTENSI ANAK”. Acara yang akan diadakan Jumat, 29 Mei 2009 pukul 18.30-21.00 WIB ini bertempat di Gedung MULTIMEDIA Auditorium SARANA DUTA Lt. 3 Telkom Dives, Jl. Kebon Sirih 10−12 Jakarta Pusat (seberang Jalan Jaksa).

Pengajian yang diselenggarakan bagi para donatur dan mitra PKPU tersebut dilaksanakan usai shalat Maghrib berjamaah sekaligus PKPU mengundang kehadiran Bapak/Ibu/saudara/i para donatur, dermawan dan mitra dalam acara pengajian tersebut.

Pengajian reguler eksekutif Muslims' Vision kali ini menampilkan pembicara ustadz Ustdaz Subkhi Al-Bughury dengan pembawa acara Sukeri Abdillah, M.BA (presenter TVRI), bintang tamu Shafa Tasya Kamila (Tasya, mantan penyanyi anak) serta diselingi serta diselingi lantunan nasyid Faith (Jakarta).

11 Mei, 2009

Investasi Akherat

Assalamu’alaikum WR WB,

BismillahirohmaniRohim,

Alhamdulillah, Puji Syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT,
atas segala nikmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, serta keluarga
dan sahabatnya,

Saat ini kami warga RT 05/06 sedang membangun sebuah musollah
dengan luas bangunan kurang lebih 200 M
Nama Mushollah : Asy-Syakuur
Lokasi RT05/06 Mekarsari Cimanggis, (Perum Pondok Tipar)

dan Alhamdulillah sekarang pengerjaan atap dan kubahnya sudah selesai,
Selanjutnya,kami akan mengerjakan dinding bagian dalam dan luar serta Lantainya,

Dengan segala hormat kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat jikalau ada kelebihan rezeki, kami masih menerima bantuan
berupa dana atau bahan material untuk mushollah kami,

Bisa melalui rek Bank Syariah Mandiri ,
No Rek : 168 701 2244
a/n Iwan Kuswandi

Atau langsung Menghubungi saya
Iwan Kuswandi
HP : 0857 81564365
email : iwank7838@yahoo.com

Demikianlah informasi yang kami sampaikan, Sebelumnya kami
ucapkan Terimakasih yang tak terhingga Hanya ALLAH SWT yang mampu membalas
dengan Pahala Yang berlipat ganda,

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:261)



Wasalam
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Asy-Syakuur
iwan kuswandi

08 Mei, 2009

Zakat Untuk Pembangunan Mushola

http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/zakat-untuk-pembangunan-mushola.htm
Zakat Untuk Pembangunan Mushola

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Bagaimana hukumnya bila zakat yang kita keluarkan digunakan untuk membantu pembangunan musholla di kampung kami. Mohon penjelasannya.

Wassalammu'alaykum Wr. Wb.

db

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Diperbolehkan menyalurkan zakat untuk membangun masjid (musholla) dari sisi kebajikan yang tidak ada kepemilikan didalamnya sebagaimana pendapat sebagian fuqaha kaum muslimin yang membolehkan hal itu berdasarkan keumumuman ayat :

وَفِي سَبِيلِ اللّهِ

Artinya : “Untuk jalan Allah.” (QS. Al Taubah : 60)

Walaupun pendapat madzhab yang empat tidak sependapat dalam hal ini. Dan apa yang disebutkan ini terdapat didalam tafsir ayat ini yang ditulis oleh Fakhruddin ar Razi : ”Ketahuilah bahwa tampak lahiriyah ayat وفى سبيل الله tidaklah terbatas pada orang-orang yang berperang. Terhadap makna ini telah disebutkan al Qaffal didalam tafsirnya dari sebagian fuqoha bahwa mereka memperbolehkan penyaluran zakat kepada seluruh tempat-tempat kebaikan, seperti : mengakafani mayat, pembangunan benteng, pemakmuran masjid karena firman-Nyaوفى سبيل الله adalah bersifat.” Demikianlah pendapat ar Razi.

Pemilik kitab “Syarh ar Raudh an Nadhir” sepakat dengan pendapat ar Razi dengan mengatakan bahwa pendapat orang-orang yang membolehkan hal itu yaitu penyaluran zakat untuk mengkafani mayat, membangun masjid beralasan bahwa keduanya termasuk didalam jenis سبيل الله (jalan Allah) karena jalan Allah adalah jalan kebaikan secara umum walaupun kalimat itu banyak digunakan untuk suatu kata dari makna yang dikandungnya yaitu jihad dikarenakan banyaknya penggunaan hal itu pada masa awal-awal islam akan tetapi hal itu bukanlah dari sisi hakekat kebiasaan (urf) yang memasukkan segala macam perbuatan yang mendekatkannya kepada Allah dengan memandang kepada kemaslahatn umum dan khusus kecuali jika terdapat dalil yang mengkhususkannya. Inilah pendapat yang tampak didalam perkataannya. Bisa dikatakan bahwa tampak lahiriyah سبيل الله (jalan Allah) adalah bersifat umum kecuali jika terdapat dalil yang mengkhususkannya.

Dengan demikian berdasarkan pendapat sebagian fuqaha kaum muslimin yang membolehkan penyaluran zakat untuk pembangunan masjid (musholla) atau yang sejenisnya maka apabila seorang muzakki (orang yang wajib atasnya zakat) menyalurkan zakatnya yang wajib untuk membangun masjid maka terlepas sudah atas dirinya kewajiban zakatnya dan dia akan mendapatkan pahala dari Allah swt. (Fatawa al Azhar juz I hal 139)

Permasalahan penyaluran zakat untuk pembangunan masjid atau musholla masih menjadi perselisihan dikalangan para ulama baik para ulama terdahulu maupun saat ini dikarenakan perbedaan didalam melihat makna “fii sabilillah”.

Sebagian ada yang mengkhususkan bahwa makna وفى سبيل الله hanya untuk orang-orang yang berperang atau berjihad sementara sebagian lainnya melihat bahwa kalimat itu mencakup seluruh aktivitas kebaikan selama tidak ada nash atau dalil yang mengkhususkannya.

Dengan demikian ada baiknya seorang muzakki yang ingin menyalurkan zakatnya kepada pembangunan sebuah musholla perlu melihat keadaan daerah akan dibangunnya musholla di situ, panitia pelaksana pembangunannya serta kebutuhan masyarakat tersebut akan keberadaan sebuah musholla.

Jika dia melihat bahwa masyarakat itu sangat membutuhkan keberadaan musholla untuk sholat berjama’ah, pengajaran agama, pusat penyebaran syi’ar islam ditengah mereka sementara mereka tidak mempunyai dana yang cukup maka diperbolehkan baginya menyalurkan zakatnya untuk itu. Akan tetapi jika dia melihat bahwa musholla yang akan dibangun itu terletak di daerah orang-orang kaya atau biaya pembangunannya sudah cukup di cover oleh pemerintah, donatur baik lembaga atau perorangan, atau pun keberadaannya tidaklah mendesak untuk pengembangan keagamaan masyarakat setempat dikarenakan sudah adanya beberapa masjid di sekitarnya yang sudah bisa dirasakan mafaatnya oleh masyarat setempat maka sebaiknya dia tidak menyalurkan zakatnya kepada pembangunan musholla yang seperti ini.

Wallahu A’lam

07 Mei, 2009

Assalamu’alaikum WR WB,

BismillahirohmaniRohim,

Alhamdulillah, Puji Syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT,
atas segala nikmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, serta keluarga
dan sahabatnya,

Saat ini kami warga RT 05/06 sedang membangun sebuah musollah
dengan luas bangunan kurang lebih 200 M
Nama Mushollah : Asy-Syakuur
Lokasi RT05/06 Mekarsari Cimanggis, (Perum Pondok Tipar)

dan Alhamdulillah sekarang pengerjaan atap dan kubahnya sudah selesai,
Selanjutnya,kami akan mengerjakan dinding bagian dalam dan luar serta Lantainya,

Dengan segala hormat kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat jikalau ada kelebihan rezeki, kami masih menerima bantuan
berupa dana atau bahan material untuk mushollah kami,

Bisa melalui rek Bank Syariah Mandiri ,
No Rek : 168 701 2244
a/n Iwan Kuswandi

Atau langsung Menghubungi saya
Iwan Kuswandi
HP : 0857 81564365
email : iwank7838@yahoo.com

Demikianlah informasi yang kami sampaikan, Sebelumnya kami
ucapkan Terimakasih yang tak terhingga Hanya ALLAH SWT yang mampu membalas
dengan Pahala Yang berlipat ganda,

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:261)



Wasalam
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Asy-Syakuur
iwan kuswandi

05 Mei, 2009

Disertasi Moqsith Ghazali memelintir Sirah Nabawiyah. Ajaran Islam dikoyak demi pluralisme agama. Padahal, Vatikan saja menolak paham ini.

Disertasi Moqsith Ghazali memelintir Sirah Nabawiyah. Ajaran Islam dikoyak demi pluralisme agama. Padahal, Vatikan saja menolak paham ini.

Oleh Erdy Nasrul

Pada sebuah pengajian rutin bulanan, Abdul Moqsith Ghazali, anggota Jaringan Islam Liberal (JIL) hadir menjadi pembicara. Di sebuah tempat di Plaza Pondok Indah I, Moqsith memaparkan temuan-temuannya yang dirajut dalam disertasi doktoral dan dibukukan. Judulnya “Argumen Pluralisme Agama.”

Itu bukan judul asli. Awalnya berjudul, “Sikap al-Qur’an terhadap Agama Lain.” Supaya lebih menjual, judulnya diubah. Ceritanya, ia menulis disertasi itu karena sebagian orang menerima atau menolak pluralisme agama dengan mengutip ayat al-Qur’an. Disertasi itu mencoba menemukan ‘titik temu’ antar keduanya.

Ketika membahas ayat-ayat al-Qur’an yang dikutip, Moqsith menggunakan metode hermeneutik, sebuah metode penafsiran injil yang kemudian dikembangkan dalam posmodernisme. “Hermeneutika hanya bekerja untuk melacak bagaimana suatu teks dimunculkan oleh pengarangnya, muatan apa yang ingin dimasukkan ke dalam teks, dan bagaimana melahirkan makna,” tulisnya.

Untuk mendukung pluralisme agama, Moqsith menyelewengkan Sirah Nabawiyah. Dia mengatakan Nabi Muhammad saw pernah menikahi wanita Kristen koptik bernama Maria Qibtiyyah. Ia juga menyebutkan ada sahabat yang menikahi wanita ahlul kitab yakni, Utsman bin ‘Affan, Thalhah bin Abdullah, Khudzaifah bin Yaman, dan Sa’ad bin Abi Waqash.

Tak puas mendistorsi sirah, ia mengobok-obok ajaran Islam. Dia menulis, “… terutama Yahudi dan Nasrani, Islam tak menafikkan konsep-konsep ajarannya. Kebenaran wahyu dalam agama-agama itu tidak bertentangan satu dengan lainnya.” Untuk mendukung argumennya, ia mengutip surat al-Maidah ayat 48.

Ia memaparkan kesamaan tiga agama itu.

Pertama, tidak ada tuhan yang patut disembah selain Tuhan, Allah, yang menciptakan alam raya.

Kedua, perintah menghindari kejahatan. Atas dasar kesaman ini, Moqsith menilai, yang katanya pendapat para ahli Usul Fikih, syariat sebelum Islam bisa menjadi sumber hukum Islam.

Untuk lebih menguatkan argumennya, ia mengutip pendapat mantan pendeta yang kini menjadi Muslim, Jerald F Dirks, “Ketiga agama itu tidak hanya sebagai satu tradisi, tapi juga sebagai satu agama.”

Dasar kesamaan ini juga menjadi acuan masalah pindah agama. Moqsith menilai, hak memilih atau keluar dari suatu agama melekat pada setiap orang.

“Dengan analog bahwa orang non-Muslim dibolehkan pindah ke agama Islam, maka seorang Muslim pun mestinya dibolehkan pindah ke agama non-Islam,” tulisnya.

Dengan terang-terangan, ia menguraikan, pindah agama dibolehkan jika agama yang dipeluk sebelumnya dipandang tak sesuai dengan dirinya.

Selesai mengobrak-abrik pandangan Islam yang melarang umatnya pindah agama, Moqsith memaparkan masalah keselamatan yang diberikan Allah pada manusia. Sebelum ia sampai pada kesimpulan, Moqsith memaparkan dua fakta sejarah.

Pertama, ketika orang kafir Quraisy mengejar umat Islam, nabi mencari perlindungan pada Najasyi, raja Abisinia yang Kristen. Ratusan sahabat nabi, termasuk Utsman bin Affan dan istrinya (Ruqayyah, putri Rasulullah), Abu Hudzaifah bin ‘Utbah, Zubair bin ‘Awwam, Abdurrahman bin ‘Auf, dan Ja’far bin Abi Thalib ikut dalam eksodus itu.

Kedua, Abu Ubaidillah al-Mahdi, khalifah pertama dinasti Fathimiyah, pernah minta nasihat orang Kristen tentang lokasi ibukota negara yang tepat.

Fakta yang dikutip dari buku Islam Inklusif Alwi Shihab ini, digunakan untuk berasumsi bahwa Islam mengakui ajaran agama dan umat agama lain. Parahnya, ia menyimpulkan,

“Menurut al-Qur’an, umat non-Muslim pun akan diselamatkan Allah sejauh mereka menjalankan agamanya dengan sungguh-sungguh, dan menjalankan amal salih sebagaimana ditetapkan dalam kitab suci masing-masing.”

Jalaluddin Rahmat, memuji buku ini, saat bedah buku berlangsung. Ia mengatakan, karya ini menjadi landasan bagi yang ingin menikah beda agama.

Kang Jalal menilai demikian karena Moqsith berhasil mengubah pengertian musyrik, bukan menyekutukan Allah, tapi orang yang berbuat jahat.

Puluhan orang liberal ikut memuji buku ini. Diantaranya Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nasaruddin Umar yang menulis, “Karya ini menyajikan hasil kerja akademik excellent yang mengungkapkan universalitas Islam dalam perspektif al-Qur’an.” Pujian habis-habisan juga ditulis Direktur Lembaga Studi Agama dan Filsafat Dawam Rahardjo.

Dawam berkomentar, “Karya Moqsith ini mengingatkan kita pada buku Ibnu Rushd, Tahafut al-Tahafut, yang melawan wacana al-Ghazali.”

Mengomentari pemikiran Moqsith, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Bidang Ghazwul Fikri Adian Husaini mengatakan, Moqsith tidak memberikan definisi pluralisme agama yang jelas. Doktor bidang Pemikiran Islam ini mengatakan, paham ini mengajarkan jalan semua agama itu sah, sehingga paham ini bisa merusak akidah umat Islam.

“Konsili Vatikan tahun 2000 lalu saja sudah melarang paham ini dan dosen-dosen Vatikan yang menyuarakan paham ini langsung dipecat, kenapa di Indonesia justru kian berkembang?” ujarnya.

Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization, Hamid Fahmy Zarkasyi mengatakan, berbagai tulisan tentang pluralisme agama, pada akhirnya mengakui kesamaan agama-agama.

Mengomentari pendapat Moqsith tentang syariat Islam, ia mengatakan, Islam sendiri sudah sempurna, tidak perlu lagi mengambil dari syari’at agama lain.

“Bagaimana bisa mengambil syariat agama lain, jika kitab mereka tak asli lagi?” Tanyanya.

Majlis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah melarang paham ini sejak empat tahun lalu. Dalam Sidang Komisi Fatwa MUI, 29 Juli 2005, yang dipimpin oleh Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma’ruf Amin, menghasilkan keputusan bahwa pluralisme agama bertentangan dengan ajaran Islam.

Jelas sudah, pluralisme agama memang tak sesuai dengan Islam. Lantas, untuk apa meyakini dan memperjuangkan paham ini? (Eman Mulyatman)

http://sabili.co.id/index.php/200904291645/Liputan/Demi-Pluralisme-Sirah-Nabi-Diplintir.htm

04 Mei, 2009

Membangun Jamaah Dakwah dan Amar Makruf Nahi Munkar

KH. Abdul Rasyid AS (Pimpinan Perguruan As Syafiiyyah)
Allah SWT berfirman:

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran 104).

Wajib adanya kelompok dakwah

Dalam ayat di atas Allah SWT memerintahkan kepada kita umat Islam agar membangun segolongan atau sekelompok orang yang memiliki tugas menyeru kepada kebajikan (al khair), menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar. Pujian Allah SWT dalam akhir ayat tersebut, yakni merekalah orang-orang yang beruntung merupakan indikasi (qarinah) bahwa perintah tersebut hukumnya wajib.



Kewajiban membangun kelompok tersebut bukanlah untuk memecah-belah umat Islam ke dalam kelompok-kelompok. Tetapi kewajiban itu dimaknai bahwa melaksanakan tugas mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, itu menurut sebagian ulama bukanlah kewajiban semua umat tapi kewajiban sekelompok umat yang memiliki kualifikasi mampu melaksanakan tugas tersebut.

Oleh karena itu, menurut Tafsir Jalalain melaksanakan dakwah mengajak kepada Islam dan melakukan amar makruf nahi munkar hukumnya adalah fardlu kifayah, yakni tidak wajib bagi seluruh umat dan tidak mengikat semua orang seperti orang bodoh misalnya.

Az Zamakhsyari dalam Tafsir al Kassyaf menerangkan bahwa lafazh “min” dalam ayat “wal takun minkum” di atas maknanya untuk sebagian (lit tab’idl). Sebab amar makruf nahi mungkar merupakan fardlu kifayah. Dan tidak layak melakukan amar makruf nahi munkar kecuali orang yang tahu “al makruf” dan “al munkar” serta mengetahui bagaimana mengatur urusan tersebut dalam menjalankan dan melaksanakannya.

Orang yang tidak tahu menahu tentang hal itu bisa jadi melarang yang makruf dan menyuruh yang munkar. Bisa jadi dia tahu hukum-hukum di madzhabnya dan tidak tahu hukum-hukum di madzhab kawannya sehingga bisa jadi dia melarang sesuatu yang sebenarnya bukan kemungkaran. Bisa pula dia bersikap keras pada perkara yang seharusnya disikapi secara lembut atau bersikap lembut pada perkara yang seharusnya disikapi dengan keras.

Disinilah perlunya kelompok orang yang sudah memiliki pengetahuan tentang amar makruf nahi meungkar dan tata cara melaksanakannya.

Imam at Thabari menjelaskan bahwa yang dimaksud “al khair” dalam ayat di atas adalah al Islam dan syariat-syariatnya. Dengan demikian kelompok orang yang melksanakan tugas tersebut harus memiliki ilmu pengetahuan tentang ajaran Islam dan hukum-hukum syariatnya, baik hukum-hukum yang berkenaan dengan urusan aqidah, seperti hukum tentang larangan murtad; hukum-hukum berkaitan dengan ibadah seperti sholat, shaum, haji, dan jihad; hukum-hukum yang berkaitan dengan akhlak; hukum-hukum yang berkaitan dengan halal haramnya makanan dan minuman serta hukum-hukum tentang pakaian; hukum-hukum seputar ekonomi makro maupun mikro, seperti hukum syariat tentang kepemilikan umum umat yang tidak boleh diprivatisasi oleh negara; hukum-hukum pidana Islam seperti hudud, jinayat, ta’zir, dan mukhalafat; hukum-hukum tentang politik dalam negeri seperti hukum-hukum tentang partai dan pemerintahan; hukum-hukum poltik luar negeri seperti kewajiban dakwah dan jihad, dan lain-lain.

Urgensi Kelompok Dakwah dan Pelaksana Amar Makruf Nahi Munkar

Huruf “al” dalam lafazh “al khair”, “al makruf” dan “al munkar” pada ayat di atas menunjukkan bahwa tugas segolongan atau sekelompok umat di atas meliputi mendakwahkan seluruh kebajikan Islam dan syariatnya, menyuruh segala kemakrufan, dan mencegah seluruh kemungkaran. Baik yang dilakukan oleh individu, kelompok masyarakat, maupun negara. Oleh karenanya, keberadaan kelompok umat Islam yang melakukan tugas tersebut dan memiliki kapasitas kemampuan yang mencukupi untuk melaksanakan tugas tersebut menjadi sangat urgen.

Sebab dengan hilangnya gambaran kehidupan Islam yang sebenarnya di masyarakat yang umumnya telah membatasi Islam sekedar pada aqidah, ibadah, dan akhlak dan dominasi kehidupan sekuler serta serbuan informasi dari media massa cetak dan elektronik yang menawarkan dan mengajarkan hedonisme dan cara-cara hidup sekuler, kita butuh sekelompok orang yang memapu menyajikan gambaran kehidupan Islam secara jelas sehingga umat bisa memahami dan tergerak untuk mewujudkannya.

Demikian pula dengan terhentinya amar makruf nahi mungkar di tengah berjalannya kehidupan sekuler yang penuh dengan aktivis dan propaganda agar meninggalkan dan menanggalkan agama (Islam khususnya), mengharuskan adanya aktivitas amar makruf nahi mungkar. Menyuruh pemerintah untuk melindungi umat dari bahaya pornografi dan pornoaksi dengan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang merujuk kepada syariat Allah SWT adalah bentuk “al amru bil makruf”.

Sedangkan menentang UU Migas dan UU Sumber Daya Air yang telah memberikan kesempatan pihak asing menguasai sumber daya alam kita adalah bentuk “an nahyu anil munkar”. Mengingat besarnya permasalahan yang harus ditangani dalam amar makruf nahi munkar, maka keberadaan segolongan orang yang bersama-sama bekerja secara sistematis untuk itu adalah suatu kebutuhan.

Selain itu Allah SWT berfirman:

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubah 71). Juga firman-Nya:

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS. Al Anfal 25).

Kesimpulan

Membangun jamaah untuk mengajak manusia kepada Islam dan syariatnya serta menyuruh kepada yang makruf dan melarang dari yang munkar adalah fardlu kifayah. Tidak harus dilakukan oleh semua umat islam. Tapi oleh mereka yang memiliki pengetahuan tentang “al Islam” , “al makruf” dan “al munkar” dan mengetahui tatacara pelaksanaan dakwah Islam dan amar makruf nahi munkar. Dengan demikian keberadaan jamaah atau kelompok yang melaksanakan dakwah mengajak kepada Islam dan amar makruf nahi mungkar adalah wajib dan urgen di masa dimana umat islam ini didominasi oleh kehidupan sekuler. Wallahua’lam! (mj/www.suara-islam.com)

24 Maret, 2009

Geliat ISLAM di KORSEL

Geliat ISLAM di KORSEL

Komunitas Muslim di Korea Selatan adalah komunitas yang kaya dengan keberagaman latar belakang etnis dan budaya. Komunitas Muslim di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Budha ini, kebanyakan adalah para pekerja asing dan imigran dari berbagai negara Muslim, terutama dari kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Sementara orang-orang asli Korea yang Muslim, kebanyakan adalah keturunan dari para mualaf yang masuk Islam saat berlangsung Perang Korea. "Di sini adalah beberapa orang Korea. Yang lainnya berasal dari Indonesia, Malaysia dan Uzbek. Ada juga beberapa Muslim asal AS. Muslim disini sedikitnya berasal dari 12 sampai 14 negara di dunia," kata Haseeb Ahmad Khan, pengusaha asal Pakistan yang sudah 10 tahun tinggal di Korea Selatan.

Menurut Haseeb, jumlah Muslim di Korea Selatan terus bertambah, terutama di kota besar seperti Busan. Muslim di kota ini sudah membuka sekolah Islam sendiri. "Meski sekolahnya kecil, cukup untuk mengakomodasi anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang Islami," ujar Haseeb.

Data dari Korea Muslim Federation (KMF) yang didirikan sejak tahun 1967 menyebutkan, jumlah Muslim di Korea Selatan sekarang ini mencapai 120.000-130.000 orang, terdiri dari Muslim Korea asli dan para warga negara asing. Jumlah orang Korea asli yang Muslim sekitar 45.000 orang, selebihnya didominasi pekerja migran asal Pakistan dan Bangladesh.

Sebagai kelompok masyarakat minoritas, masjid menjadi tempat penting bagi Muslim Korea Selatan untuk saling bertemu dan bersilahturahim. Sepuluh tahun yang lalu, belum banyak masjid di negara ini. Tapi sekarang, masjid-masjid sudah banyak tersebar hampir di seluruh kota besar di Korea Selatan. Masjid terbesar adalah Masjid Sentral Seoul yang berlokasi di distrik Itaewon.

"Kami punya lebih dari 10 masjid di kota-kota besar seperti Gwangju, Busan dan Daegu. Masjid di sini bukan sekedar tempat salat tapi juga tempat berkumpul komunitas Muslim, terutama usai salat Jumat. Mereka saling bercerita dan mendengarkan satu sama lain," imbuh Haseeb.

"Contohnya, jika ada jamaah yang sakit, mereka bersama-sama datang menjenguk ke rumah sakit. Atau, jika ada yang butuh pertolongan, mereka akan mencari cara untuk bisa memberikan bantuan," sambung Haseeb.

Masjid juga menjadi pusat informasi bagi warga Korea yang ingin belajar Islam. Masjid-masjid di Korea Selatan menyediakan bahan-bahan bacaan dan audio yang diberikan gratis buat mereka yang ingin mempelajari Islam.

Sekolah Islam pertama di Korea Selatan rencananya akan dibuka bulan Maret ini. Sekolah itu dibiayai lewat dana hibah dari pemerintah Arab Saudi. Tahun 2008 lalu, Duta Besar Saudi di Seoul sudah menyerahkan dana sebesar 500.000 dollar pada KMF untuk biaya pembangunan sekolah.

Sebagai penghargaan atas bantuan Saudi, sekolah tersebut rencananya akan menggunakan nama putera mahkota Saudi Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz. Sekolah ini juga akan menerima siswa non-Muslim. Selain memberikan mata pelajaran berdasarkan kurikulum pendidikan di Korea, sekolah yang dibiayai Saudi ini juga akan memberikan pelajaran tambahan berupa bahasa Arab, bahasa Inggris dan studi Islam.

Selain sekolah Islam, sejak tahun 2008 lalu, juga dibangun pusat kebudayaan Islam di kota Seoul. Dengan adanya sekolah dan pusat kebudayaan Islam ini, diharapkan bisa memperluas syiar Islam di Korea Selatan sekaligus meluruskan informasi-informasi bias tentang Islam dan Muslim yang diterima oleh masyarakat negeri itu.(ln/iol)


www.tendaweb.com

23 Maret, 2009

Lautan Jamaah Padati Maulid Akbar PKS

Lautan Jamaah Padati Maulid Akbar PKS

Habaib Iderus kini berbicara lain, sebab ia mendengar kabar PKS tak suka Maulidan.”Ternyata itu tidak benar. Hari ini terbukti PKS juga menganggungkan Maulid Nabi Muhammad,” ujarnya bangga.



PK-Sejahtera Online: PKS patut berada di barisan depan partai besar peserta Pemilu tahun ini. Gambaran itu terlihat jelas ketika PKS menggelar Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW bersama Habib Munzir Al Musawwa, Minggu (22/3). Sebab 3.000-an jamaah rela duduk lesehan hingga ke jalan depan Kantor DPW PKS Kalsel, Jalan A Yani Km 5,7, Banjarmasin.

Dipandu Habib Nabiel Al Musawwa, jamaah laki-laki dan perempuan yang didominasi mengenakan pakaian berwarna putih ini larut dengan lantunan shalawat atau pujian kepada Rasulullah pada Maulid Akbar itu. Awalnya, Maulid Akbar itu dihadiri oleh Habib Munzir Al Musawwa, Pimpinan Majelis Rasululullah Jakarta. Namun Habib Munzir batal datang karena pada Minggu dini hari, dirawat ke RSCM Jakarta.

“Adik saya, Habib Munzir harus dirawat karena menderita radang selaput otak. Saya mohon doa para jamaah untuk mendoakan kesembuhan agar kembali dapat berdakwah kembali,” ujar Habib Nabiel.

Menurut Habib Nabiel, Habib Munzir adalah sosok seorang adik yang sangat menghormati dirinya. Ini ditandai dengan sikapnya yang selalu meminta izin segala sesuatunya kepada Habib Nabiel. “Saat ingin melanjutkan pendidikan agama ke Yaman, Habib Munzir meminta izin kepada saya. Bahkan saat akan meminang anak seorang ulama yang kini menjadi istrinya, juga meminta izin kepada saya,” ujar Habib yang juga Caleg DPR-RI asal PKS dari dapil Kalsel 2 itu dengan suara tersedu.

Habib Nabiel pun menyempatkan diri memberikan siraman rohani. Sesuatu yang terbaik telah dilakukan pada diri junjungan umat Islam, Nabi Muhammad. ”Ibadah kita tak ada seujung kuku dibanding ibadah Rasulullah,” ujarnya mengingatkan.

Walau Allah menjamin mengampuni semua dosa Nabi Muhammad, akan tetapi Rasululluh tetap terus beristiqfar.”Bahkan dalam sehari 70 kali Rasulullah beristiqfar,” ujar Habaib Nabil penuh kagum. Sebagai umat-Nya, terang Habaib ini kembali, kaum muslimin hendaknya beristqfar lebih banyak dari Nabi.

Usai Habib Nabiel, secara bergiliran beberapa ulama lainnya yang merupakan keturunan Nabi Muhammad itu menyampaikan tausiyahnya. Diantaranya Ustadz Fahmi Ridho, ulama dari Jakarta namun kelahiran Kalsel.

Kemudian Habib Iderus Al Iderus yang diberikan kesempatan bertausiah. Sama halnya dengan Habib Nabil, ia juga menekankan agar umat mengikuti jalan Rasulullah.

Habaib Iderus kini berbicara lain, sebab ia mendengar kabar PKS tak suka Maulidan.”Ternyata itu tidak benar. Hari ini terbukti PKS juga menganggungkan Maulid Nabi Muhammad,” ujarnya bangga.

Habib Aboe Bakar Al Habsi mempertegas, kalau PKS partai dakwah yang terus mengajak umat mengikuti ajaran Rasulullah.”Tidak shalat, tidak berdakwah, tidak melaksanakan maulid itu bukan orang PKS, benar apa tidak,” serunya kepada mereka yang hadir.

Habib Aboe Bakar yang juga Caleg DPR-RI asal PKS dari Dapil Kalsel 1 mengungkapkan, PKS sering kali dicela namun dia meminta celaan itu tidak dibalas dengan celaan pula. Baginya, PKS lebih suka bekerja dan berdakwah mengajak ke kebenaran dan jalan Allah dan Rasulullah. “Lantunkan terus shalawat, cintai ulama dan masjid,” ujarnya.

Ketua DPW PKS Kalsel, Riyadi mengungkapkan moral negeri ini sudah terpuruk. Banyak banyak anak bangsa yang terjerumus ke lembah hitam.”Itu terjadi karena sekarang lagi krisis moral,” ujarnya dengan suara lantang.

PKS menawarkan solusi dengan mengembangkan dakwah pada sisi kehidupan manusia agar kembali ke jalan Rasulullah. Wujud nyata PKS, ujarnya, dengan menggelar Maulid Nabi Muhammad. ”Tujuan kegiatan ini untuk membentuk motivasi agar kita semua tak lupa tauladan serta ahlak mulia Rasul,” tekannya.

Maulid Nabi Muhammad yang digelar DPW PKS itu meluber hingga ke badan jalan. Walau massa tumpah ruah, tapi jalan tak mengalami kemacetan. Yang terjadi hanya perlambatan arus.

Riyadi mengucapkan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Banjarmasin lantaran arus lalu lintas, Minggu (22/3) hingga siang sedikit terganggu.”Saya meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat atas ketidak nyamanan itu. Kami pun mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat,” pungkasnya. (pks kalsel)




Pengirim: Ningsih Update: 23/03/2009 Oleh: Ningsih


Terbaru Terpopuler Sebelumnya Lainnya
Hidayat Tak Sepakat Pemilu Mundur
"Kita juga tidak mau berpemilu dengan DPT yang tidak beres. Apalagi fiktif," katanya di Mataram.



Kampanye Terbuka PKS, Bukti PKS Partai Besar
Bak Maradona, Presiden PKS Borong Delapan Gol
PKS Jepang Fasilitasi Temu Kangen WNI di Tokyo
Hidayat Kunjungi Tokoh Monas
“Busyet dah, gede amat!”
Memilih Caleg Korup, Rakyat yang Rugi
PKS Difitnah

"Kenapa PKS Disebutkan Dua Kali?"
Mahfudz mencurigai ada motif dibalik tudingan Abdul Hadi pada Rama Pratama dan PKS.



"Hadi Djamal Mungkin Lagi Stres"
Facebook Rama Pratama dipenuhi Dukungan
Tifatul Sembiring: Hadi Djamal Memfitnah PKS
Ada Nuansa Insinuasi dalam Tuduhan Keterlibatan Rama
Triwisaksana : Kampanye PKS, Biarkan Masyarakat Berbicara
HNW: Pilih Yang Amanah
PKS Jepang Fasilitasi Temu Kangen WNI di Tokyo
"Selama ini WNI di Jepang hanya tahu PKS melalui media massa,dan hari ini mereka dapat mengetahui informasi lebih lengkap dan akurat mengenai PKS dari sumbernya langsung", kata Itqan.



Hidayat Kunjungi Tokoh Monas
“Busyet dah, gede amat!”
Memilih Caleg Korup, Rakyat yang Rugi
PKS DKI Pusatkan Kampanye Terbuka di Lima Lokasi.
Optimal di Kampanye Perdana
Triwisaksana : Kampanye PKS, Biarkan Masyarakat Berbicara

Mushollah BaitusSyakuur 1430 H

Mushollah BaitusSyakuur 1430 H
Tampak dari samping pintu utama