Assalamu'alaikum WW,
Puji Syukur kami panjatkan kepada ALLAH SWT, Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW,
Ba'da Subuh ini kami Jama'ah Mushollah Asy-syakuur telah menyelenggarakan pengajian Subuh bersama Ustadz H.M Syamsudin. Jazakullah Ustadz, kami doakan ustadz selalu istiqomah di jalan ALLAH SWT.
Insya Allah Kami atas Nama Jama'ah Musollah Asy-Syakuur selanjutnya akan mengadakan Pengajian Rutin Ba'da Subuh pada minggu pertama setiap Bulannya.
Dan sebelumnya pada acara Halal bi halal ,Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur telah mengadakan ikrar bersama untuk menghidupkan Subuh berama'ah.
Demikianlah semoga Allah SWT meridhoi kita semua Amiin Ya Robbal Alamiin,
Wasalam
iwank
Ingin infak atau sodaqoh dalam pembangunan dan penyelenggaraan kegiatan di Baitussyakuur silakan transfer ke Bank Syariah Mandiri No Rek : 168 701 2244 a/n Iwan Kuswandi
10 Oktober, 2009
02 Oktober, 2009
Musholla Asy-syakuur Turut Berduka Cita
Assalamu'alaikum, WW,
Allah hu Akbar Allah hu Akbar Allah hu Akbar,,,,,
Kami atas nama Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur Turut Berduka Cita atas Musibah Gempa Bumi yang Menimpa Saudara2 kita di Padang ,
Mari kita sama-sama Doakan agar Saudara2 kita diberikan kekuatan dan kesabaran Oleh Allah SWT dalam mengahadapi Cobaan dari Allah SWT,
Ya Allah Ampuni Kami yang kebanyakan dari kami telah melupakan Syariat MU (Al-Quran dan HAdits)
Wasalamu'alaikum, ww
Iwank
Allah hu Akbar Allah hu Akbar Allah hu Akbar,,,,,
Kami atas nama Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur Turut Berduka Cita atas Musibah Gempa Bumi yang Menimpa Saudara2 kita di Padang ,
Mari kita sama-sama Doakan agar Saudara2 kita diberikan kekuatan dan kesabaran Oleh Allah SWT dalam mengahadapi Cobaan dari Allah SWT,
Ya Allah Ampuni Kami yang kebanyakan dari kami telah melupakan Syariat MU (Al-Quran dan HAdits)
Wasalamu'alaikum, ww
Iwank
29 September, 2009
Arti Ucapan Selamat Lebaran
Arti Ucapan Selamat Lebaran
Ahad, 27 September 2009 06:01
Pertanyaan
Assalamualaikum... Selamat lebaran Pak Ustadz.
Saya langsung saja ke pertanyaan pak ustadz. Setiap menyambut hari raya idul fitri, kebanyakan kaum muslim mengirimkan ucapan selamat Lebaran berbunyi " Taqabalallahu Minna waminkum, shiyamana washiyamakum. Minal aidin wal faidzin." Saya sebagai orang awam yang tidak tahu dengan bahasa Arab, bingung dengan arti kata-kata di atas.
Mohon kepada Pak Ustadz menjelaskan arti kalimat di atas.
Wassalam
efri
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Taqabballahu itu artinya semoga Allah mengabulkan. Minaa wa minkum berarti dari kami dan dari anda. Shiyamana wa shiyamakum berarti puasa kami dan puasa anda.
Sedangkan lafadz minal a'idin wal faidzin merupakan doa yang terpotong, arti secara harfiyahnya adalah: termasuk orang yang kembali dan menang.
Lafadz ini terpotong, seharusnya ada lafadz tambahan di depannya meski sudah lazim lafadz tambahan itu memang tidak diucapkan. Lengkapnya ja'alanallahu minal a'idin wal faidzin, yang bermakna semoga Allah menjadi kita termasuk orang yang kembali dan orang yang menang.
Namun sering kali orang salah paham, dikiranya lafadz itu merupakan bahasa arab dari ungkapanmohon maaf lahir dan batin. Padahal bukan dan merupakan dua hal yang jauh berbeda.
Lafadz taqabbalallahu minna wa minkum merupakan lafadz doa yang intinya kita saling berdoa agar semua amal kita diterima Allah SWT. Lafadz doa ini adalah lafadz yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika kita selesai melewati Ramadhan.
Jadi yang diajarkan sebenarnya bukan bermaaf-maafan seperti yang selama ini dilakukan oleh kebanyakan bangsa Indonesia. Tetapi yang lebih ditekankan adalah tahni'ah yaitu ucapan selamat serta doa agar amal dikabulkan.
Meski tidak diajarkan atau diperintahkan secara khusus, namun bermaaf-maafan dan silaturrahim di hari Idul Fithri juga tidak terlarang, boleh-boleh saja dan merupakan 'urf (kebiasaan) yang baik.
Di luar Indonesia, belum tentu ada budaya seperti ini, di mana semua orang sibuk untuk saling mendatangi sekedar bisa berziarah dan silaturrahim, lalu masing-masing saling meminta maaf. Sungguh sebuah tradisi yang baik dan sejalan dengan syariah Islam.
Meski terkadang ada juga bentuk-bentuk yang kurang sejalan dengan Islam, misalnya membakar petasan di lingkungan pemukiman. Tentunya sangat mengganggu dan beresiko musibah kebakaran.
Termasuk juga yang tidak sejalan dengan tuntunan agama adalah bertakbir keliling kota naik truk sambil mengganggu ketertiban berlalu-lintas, apalagi sambil melempar mercon, campur baur laki dan perempuan dan tidak mengindahkan adab dan etika Islam.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
http://www.warnaislam.com/syariah/zakat/2009/9/27/21660/Arti_Ucapan_Selamat_Lebaran.htm
Kami atas nama Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur Mengucapkan,
Taqabballahu Minaa wa minkum Shiyamana wa shiyamakum
ja'alanallahu minal a'idin wal faidzin,
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Ahad, 27 September 2009 06:01
Pertanyaan
Assalamualaikum... Selamat lebaran Pak Ustadz.
Saya langsung saja ke pertanyaan pak ustadz. Setiap menyambut hari raya idul fitri, kebanyakan kaum muslim mengirimkan ucapan selamat Lebaran berbunyi " Taqabalallahu Minna waminkum, shiyamana washiyamakum. Minal aidin wal faidzin." Saya sebagai orang awam yang tidak tahu dengan bahasa Arab, bingung dengan arti kata-kata di atas.
Mohon kepada Pak Ustadz menjelaskan arti kalimat di atas.
Wassalam
efri
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Taqabballahu itu artinya semoga Allah mengabulkan. Minaa wa minkum berarti dari kami dan dari anda. Shiyamana wa shiyamakum berarti puasa kami dan puasa anda.
Sedangkan lafadz minal a'idin wal faidzin merupakan doa yang terpotong, arti secara harfiyahnya adalah: termasuk orang yang kembali dan menang.
Lafadz ini terpotong, seharusnya ada lafadz tambahan di depannya meski sudah lazim lafadz tambahan itu memang tidak diucapkan. Lengkapnya ja'alanallahu minal a'idin wal faidzin, yang bermakna semoga Allah menjadi kita termasuk orang yang kembali dan orang yang menang.
Namun sering kali orang salah paham, dikiranya lafadz itu merupakan bahasa arab dari ungkapanmohon maaf lahir dan batin. Padahal bukan dan merupakan dua hal yang jauh berbeda.
Lafadz taqabbalallahu minna wa minkum merupakan lafadz doa yang intinya kita saling berdoa agar semua amal kita diterima Allah SWT. Lafadz doa ini adalah lafadz yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika kita selesai melewati Ramadhan.
Jadi yang diajarkan sebenarnya bukan bermaaf-maafan seperti yang selama ini dilakukan oleh kebanyakan bangsa Indonesia. Tetapi yang lebih ditekankan adalah tahni'ah yaitu ucapan selamat serta doa agar amal dikabulkan.
Meski tidak diajarkan atau diperintahkan secara khusus, namun bermaaf-maafan dan silaturrahim di hari Idul Fithri juga tidak terlarang, boleh-boleh saja dan merupakan 'urf (kebiasaan) yang baik.
Di luar Indonesia, belum tentu ada budaya seperti ini, di mana semua orang sibuk untuk saling mendatangi sekedar bisa berziarah dan silaturrahim, lalu masing-masing saling meminta maaf. Sungguh sebuah tradisi yang baik dan sejalan dengan syariah Islam.
Meski terkadang ada juga bentuk-bentuk yang kurang sejalan dengan Islam, misalnya membakar petasan di lingkungan pemukiman. Tentunya sangat mengganggu dan beresiko musibah kebakaran.
Termasuk juga yang tidak sejalan dengan tuntunan agama adalah bertakbir keliling kota naik truk sambil mengganggu ketertiban berlalu-lintas, apalagi sambil melempar mercon, campur baur laki dan perempuan dan tidak mengindahkan adab dan etika Islam.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
http://www.warnaislam.com/syariah/zakat/2009/9/27/21660/Arti_Ucapan_Selamat_Lebaran.htm
Kami atas nama Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur Mengucapkan,
Taqabballahu Minaa wa minkum Shiyamana wa shiyamakum
ja'alanallahu minal a'idin wal faidzin,
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
10 September, 2009
Santunan Anak Yatim di Mushollah Asy-Syakuur
Assalamu'alaikum Warohmatullahi wabarokaatuh,
Puji Dan Syukur kami Panjatkan kepada ALLAH SWT atas semua rahmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW,
semoga anda semua selalu dalam perlindingan dan Bimbingan ALLAH SWT dan bulan Ramadhan ini kita semua mendapat kemenangan dari ALLAH SWT.
Dalam kesempatan ini kami selaku pengurus Masjid Asy-Syakuur ingin menginformasikan kegiatan-kgiatan yang berlangsung di Mushollah Asy-Syakuur Selain Sholat Fardu 5 Waktu dan Taraweh kemarin pada tangggal 7 September 2009Alhamdulillah kami telah mengadakan acara santunan Anak-anak Yatim untuk wilayah RT5/RW6 sejumlah 32 anak, adapun paket tersebut terdiri dari Beras,Gula,Mie instant,Sirup,Teh,serta Susu dan sejumlah Uang, Paket tersebut dikumpulkan dari Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur dari Awal Ramadhan,
Jazakullah Khairon kepada para Jama'ah yang menyisihkan sebagian hartanya untuk Anak-yatim dan tak lupa kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada para Seluruh donatur untuk pembangunan Mushollah Asy-Syakuur, kami selaku Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur Hanya bisa mendoakan anda semua agar segala keinginan dan cita2nya tercapai, yang sedang sakit semoga Allah berikan Kesehatan, yang sedang punya masalah semoga Allah SWT berikan pertolongan, dan kita sama-sama mohon kepada ALLAH SWT agar seluruh dosa kita di ampuni di terima amal ibadah kita amiin Ya Robbal Alamiin.
Wasalammu'alaikum WW
Iwan kuswandi
Puji Dan Syukur kami Panjatkan kepada ALLAH SWT atas semua rahmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW,
semoga anda semua selalu dalam perlindingan dan Bimbingan ALLAH SWT dan bulan Ramadhan ini kita semua mendapat kemenangan dari ALLAH SWT.
Dalam kesempatan ini kami selaku pengurus Masjid Asy-Syakuur ingin menginformasikan kegiatan-kgiatan yang berlangsung di Mushollah Asy-Syakuur Selain Sholat Fardu 5 Waktu dan Taraweh kemarin pada tangggal 7 September 2009Alhamdulillah kami telah mengadakan acara santunan Anak-anak Yatim untuk wilayah RT5/RW6 sejumlah 32 anak, adapun paket tersebut terdiri dari Beras,Gula,Mie instant,Sirup,Teh,serta Susu dan sejumlah Uang, Paket tersebut dikumpulkan dari Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur dari Awal Ramadhan,
Jazakullah Khairon kepada para Jama'ah yang menyisihkan sebagian hartanya untuk Anak-yatim dan tak lupa kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada para Seluruh donatur untuk pembangunan Mushollah Asy-Syakuur, kami selaku Jama'ah Mushollah Asy-Syakuur Hanya bisa mendoakan anda semua agar segala keinginan dan cita2nya tercapai, yang sedang sakit semoga Allah berikan Kesehatan, yang sedang punya masalah semoga Allah SWT berikan pertolongan, dan kita sama-sama mohon kepada ALLAH SWT agar seluruh dosa kita di ampuni di terima amal ibadah kita amiin Ya Robbal Alamiin.
Wasalammu'alaikum WW
Iwan kuswandi
27 Agustus, 2009
Asy-Syakuur berduka
Assalamu'alaikum WW,
Innalillahi wa Innailahi roji'un, telah meninggal dunia,
guru kita Ustadz Abdul Latief Bin Sukri
pada tanggal 6 Romadhon 1430 H
Beliau Meninggal saat Sujud kedua di rokaat pertama di masjid Baitussalam cipinang
mari sama2 kita Doakan agar arwah beliau di terima di sisi ALLAH SWT,dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran,
Beliau Adalah Imam pertama , pemberi tausiah pertama , diawal Ramadhon
di Musollah Asy-Syakuur, dimushollah yang belum 100% jadi.
Demikian yang dapat kami sampaikan
Wasalam ww
iwank
Innalillahi wa Innailahi roji'un, telah meninggal dunia,
guru kita Ustadz Abdul Latief Bin Sukri
pada tanggal 6 Romadhon 1430 H
Beliau Meninggal saat Sujud kedua di rokaat pertama di masjid Baitussalam cipinang
mari sama2 kita Doakan agar arwah beliau di terima di sisi ALLAH SWT,dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran,
Beliau Adalah Imam pertama , pemberi tausiah pertama , diawal Ramadhon
di Musollah Asy-Syakuur, dimushollah yang belum 100% jadi.
Demikian yang dapat kami sampaikan
Wasalam ww
iwank
16 Agustus, 2009
Pembangunan Mushollah Asy-syakuur
Assalamu'alaikum, WW
Syukur kepada ALLAH SWT yang tak terhingga ,atas rahmat dan karunia nya kepada kita semua , solawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW,
Terimakasih juga yang tak terhingga kepada Saudara2 MAPA Gunadarma yang telah menyisihkan sebagian harta nya untuk pembangunan Mushollah, Juga kepada Bu Rina, Pak Sabar, abu Jibril,Aki Mumu, Tante Ai, Kiki dan masih banyak lagi yang belum saya sebut namanya,
kami atas nama Panitia pembangunan mendoaakan semoga Dalam kehidupan dunia dan akhirat senantiasa mendapat perlindungan ALLAH, Mnedapat keridhoan ALLAH, ditambahkan Rezekinya berlipat ganda, dan yang dalam keadaan sakit semoga Allah berikan kesehatan.
dalam kesempatan ini kami sampaikan perkembangan pembangunan Mushollah Asy-Syakuur,
1. Dinding Bagian dalam sudah di plester tinggal di aci,
2. Bagian lantai sudah di pelur tinggal pasang lantai keramik
3. Instalasi Listrik sudah dipasang berikut sebagian Lampunya (Terimakasih Pak Darto)
Insya Allah Bulan Ramadhan tahun ini , mushollah Asy-Syakuur sudah mulai melaksanakan Sholat Tarawih,,, dalam kondisi seadanya ...tapi insyaAllah tidak mengurangi kekhusu'an jama'ah dalam beribadah.
sekali lagi sujud syukur kepada ALLAH Swt yang telah memberikan kenikmatan ini , dan terimakasih juga kepada para donatu. sekian dari kami ,
Billawi taufik wal hidayah
wasalamu'alaikum WW
iwank
Syukur kepada ALLAH SWT yang tak terhingga ,atas rahmat dan karunia nya kepada kita semua , solawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW,
Terimakasih juga yang tak terhingga kepada Saudara2 MAPA Gunadarma yang telah menyisihkan sebagian harta nya untuk pembangunan Mushollah, Juga kepada Bu Rina, Pak Sabar, abu Jibril,Aki Mumu, Tante Ai, Kiki dan masih banyak lagi yang belum saya sebut namanya,
kami atas nama Panitia pembangunan mendoaakan semoga Dalam kehidupan dunia dan akhirat senantiasa mendapat perlindungan ALLAH, Mnedapat keridhoan ALLAH, ditambahkan Rezekinya berlipat ganda, dan yang dalam keadaan sakit semoga Allah berikan kesehatan.
dalam kesempatan ini kami sampaikan perkembangan pembangunan Mushollah Asy-Syakuur,
1. Dinding Bagian dalam sudah di plester tinggal di aci,
2. Bagian lantai sudah di pelur tinggal pasang lantai keramik
3. Instalasi Listrik sudah dipasang berikut sebagian Lampunya (Terimakasih Pak Darto)
Insya Allah Bulan Ramadhan tahun ini , mushollah Asy-Syakuur sudah mulai melaksanakan Sholat Tarawih,,, dalam kondisi seadanya ...tapi insyaAllah tidak mengurangi kekhusu'an jama'ah dalam beribadah.
sekali lagi sujud syukur kepada ALLAH Swt yang telah memberikan kenikmatan ini , dan terimakasih juga kepada para donatu. sekian dari kami ,
Billawi taufik wal hidayah
wasalamu'alaikum WW
iwank
16 Juli, 2009
pekerjaan lantai sedang di lakukan
Assalamu,alaikum WW,
Puji syukur hanya kepada ALLAH SWT Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW,
serta terimakasih yang tak terhingga kepada segenap Umat Islam yang ikut membantu kami dalam pembangunan ini,
saat ini pembangunan dalam tahap pengerjaan lantai, kami dari panitia mohon doa restunya agar di berikan kelancaran dalam pekerjaan ini
kami juga mohon kepada ALAH SWT agar panitia semua diberikan kekuatan menghadapi rintangan dalam pembangunan Mushollah ini.
wasalam
iwank
Puji syukur hanya kepada ALLAH SWT Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW,
serta terimakasih yang tak terhingga kepada segenap Umat Islam yang ikut membantu kami dalam pembangunan ini,
saat ini pembangunan dalam tahap pengerjaan lantai, kami dari panitia mohon doa restunya agar di berikan kelancaran dalam pekerjaan ini
kami juga mohon kepada ALAH SWT agar panitia semua diberikan kekuatan menghadapi rintangan dalam pembangunan Mushollah ini.
wasalam
iwank
03 Juli, 2009
Perkembangan Pembangunan Mushollah dan Kondisi Umat Islam
Assalmu'alaikum, WW,
Puji Syukur kepada Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan Rahmat dan karunianya kepada kita semua, Sholawat dan Salam Kepada Nabi Muhammad Saw.
Ditengah hingar bingarnya kondisi politik, serta Dahsyatnya adu domba terhadap Umat Islam, keprihatinan ini insyaAllah tidak membuat panitia kendor akan tetapi menjadi api semangat buat kami.
walaupun pembangunan saat ini sedang istirahat dikarenakan dana kami masih sedikit, akan tetapi sedikit demi sedikit kami tetap memgumpulkan dana dan bahan bangunan untuk pembangunan Musholah, baru kemarin kami mendapat kiriman pasir dari Pak Toto pemilik bengkel Rahayu motor di kelapa dua cimanggis, terimakasih banyak Pak Toto kami doakan bengkel Rahayu Motor selalu mendapat keberkahan dari ALLAH swt, amiin
kami atas nama panitia menghimnbau kepada seluruh Umat Islam agar merapatkan barisan, hindari prasangka buruk terhadap sesama muslim.
Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah DOSA dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi maha Penyayang”. (Qs.49:12)
Yang Benar datangnya dari Allah
Yang salah datangnya dari Saya
Wasalamu'alaikum WW
Iwan Kuswandi
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Ays-syakuur
Mekarsari Depok
Puji Syukur kepada Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan Rahmat dan karunianya kepada kita semua, Sholawat dan Salam Kepada Nabi Muhammad Saw.
Ditengah hingar bingarnya kondisi politik, serta Dahsyatnya adu domba terhadap Umat Islam, keprihatinan ini insyaAllah tidak membuat panitia kendor akan tetapi menjadi api semangat buat kami.
walaupun pembangunan saat ini sedang istirahat dikarenakan dana kami masih sedikit, akan tetapi sedikit demi sedikit kami tetap memgumpulkan dana dan bahan bangunan untuk pembangunan Musholah, baru kemarin kami mendapat kiriman pasir dari Pak Toto pemilik bengkel Rahayu motor di kelapa dua cimanggis, terimakasih banyak Pak Toto kami doakan bengkel Rahayu Motor selalu mendapat keberkahan dari ALLAH swt, amiin
kami atas nama panitia menghimnbau kepada seluruh Umat Islam agar merapatkan barisan, hindari prasangka buruk terhadap sesama muslim.
Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah DOSA dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi maha Penyayang”. (Qs.49:12)
Yang Benar datangnya dari Allah
Yang salah datangnya dari Saya
Wasalamu'alaikum WW
Iwan Kuswandi
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Ays-syakuur
Mekarsari Depok
06 Juni, 2009
Melejitkan Potensi Anak
JAKARTA - Bukan hal yang mudah untuk bisa melihat potensi yang ada pada diri anak. Dan bukan hal yang mudah pula untuk bisa mengarahkan anak sesuai potensi yang ia miliki, bukan keinginan yang ada pada orang tua.
Bila anak diasah kelebihannya, niscaya akan melejitkan potensinya secara maksimal. Namun bila anak diasah kekurangannya, maka hasilnya tidak akan maksimal dan akhirnya tidak ada yang menonjol dari dirinya kelak.
Ada beberapa langkah untuk melejitkan potensi anak. Pertama, sadari arti pentingnya bakat. Bakat sangat bersifat personal dan tidak bisa dipaksakan. Ketika orangtua mempunyai bakat seni yang tinggi, maka bakat tersebut bisa saja dimiliki juga oleh anak kita, tetapi bisa juga tidak.
Kedua, kenalilah bakat apa yang dimiliki oleh anak kita dan ungkapkan kepada anak ide-ide tentang aktivitas/karya yang sesuai dengan bakat yang dimiliki anak kita tadi. Ketiga, dorong dan dampingi anak-anak untuk beraktivitas/berkarya sesuai dengan bakatnya dan keempat, monitoring dan evaluasi perkembangan aktivitas/karya dari bakat anak-anak tersebut.
PKPU bersama Telkom Dives menggelar pengajian reguler MUSLIMS’ VISION dengan tema “MELEJITKAN POTENSI ANAK”. Acara yang akan diadakan Jumat, 29 Mei 2009 pukul 18.30-21.00 WIB ini bertempat di Gedung MULTIMEDIA Auditorium SARANA DUTA Lt. 3 Telkom Dives, Jl. Kebon Sirih 10−12 Jakarta Pusat (seberang Jalan Jaksa).
Pengajian yang diselenggarakan bagi para donatur dan mitra PKPU tersebut dilaksanakan usai shalat Maghrib berjamaah sekaligus PKPU mengundang kehadiran Bapak/Ibu/saudara/i para donatur, dermawan dan mitra dalam acara pengajian tersebut.
Pengajian reguler eksekutif Muslims' Vision kali ini menampilkan pembicara ustadz Ustdaz Subkhi Al-Bughury dengan pembawa acara Sukeri Abdillah, M.BA (presenter TVRI), bintang tamu Shafa Tasya Kamila (Tasya, mantan penyanyi anak) serta diselingi serta diselingi lantunan nasyid Faith (Jakarta).
Bila anak diasah kelebihannya, niscaya akan melejitkan potensinya secara maksimal. Namun bila anak diasah kekurangannya, maka hasilnya tidak akan maksimal dan akhirnya tidak ada yang menonjol dari dirinya kelak.
Ada beberapa langkah untuk melejitkan potensi anak. Pertama, sadari arti pentingnya bakat. Bakat sangat bersifat personal dan tidak bisa dipaksakan. Ketika orangtua mempunyai bakat seni yang tinggi, maka bakat tersebut bisa saja dimiliki juga oleh anak kita, tetapi bisa juga tidak.
Kedua, kenalilah bakat apa yang dimiliki oleh anak kita dan ungkapkan kepada anak ide-ide tentang aktivitas/karya yang sesuai dengan bakat yang dimiliki anak kita tadi. Ketiga, dorong dan dampingi anak-anak untuk beraktivitas/berkarya sesuai dengan bakatnya dan keempat, monitoring dan evaluasi perkembangan aktivitas/karya dari bakat anak-anak tersebut.
PKPU bersama Telkom Dives menggelar pengajian reguler MUSLIMS’ VISION dengan tema “MELEJITKAN POTENSI ANAK”. Acara yang akan diadakan Jumat, 29 Mei 2009 pukul 18.30-21.00 WIB ini bertempat di Gedung MULTIMEDIA Auditorium SARANA DUTA Lt. 3 Telkom Dives, Jl. Kebon Sirih 10−12 Jakarta Pusat (seberang Jalan Jaksa).
Pengajian yang diselenggarakan bagi para donatur dan mitra PKPU tersebut dilaksanakan usai shalat Maghrib berjamaah sekaligus PKPU mengundang kehadiran Bapak/Ibu/saudara/i para donatur, dermawan dan mitra dalam acara pengajian tersebut.
Pengajian reguler eksekutif Muslims' Vision kali ini menampilkan pembicara ustadz Ustdaz Subkhi Al-Bughury dengan pembawa acara Sukeri Abdillah, M.BA (presenter TVRI), bintang tamu Shafa Tasya Kamila (Tasya, mantan penyanyi anak) serta diselingi serta diselingi lantunan nasyid Faith (Jakarta).
11 Mei, 2009
Investasi Akherat
Assalamu’alaikum WR WB,
BismillahirohmaniRohim,
Alhamdulillah, Puji Syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT,
atas segala nikmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, serta keluarga
dan sahabatnya,
Saat ini kami warga RT 05/06 sedang membangun sebuah musollah
dengan luas bangunan kurang lebih 200 M
Nama Mushollah : Asy-Syakuur
Lokasi RT05/06 Mekarsari Cimanggis, (Perum Pondok Tipar)
dan Alhamdulillah sekarang pengerjaan atap dan kubahnya sudah selesai,
Selanjutnya,kami akan mengerjakan dinding bagian dalam dan luar serta Lantainya,
Dengan segala hormat kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat jikalau ada kelebihan rezeki, kami masih menerima bantuan
berupa dana atau bahan material untuk mushollah kami,
Bisa melalui rek Bank Syariah Mandiri ,
No Rek : 168 701 2244
a/n Iwan Kuswandi
Atau langsung Menghubungi saya
Iwan Kuswandi
HP : 0857 81564365
email : iwank7838@yahoo.com
Demikianlah informasi yang kami sampaikan, Sebelumnya kami
ucapkan Terimakasih yang tak terhingga Hanya ALLAH SWT yang mampu membalas
dengan Pahala Yang berlipat ganda,
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:261)
Wasalam
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Asy-Syakuur
iwan kuswandi
BismillahirohmaniRohim,
Alhamdulillah, Puji Syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT,
atas segala nikmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, serta keluarga
dan sahabatnya,
Saat ini kami warga RT 05/06 sedang membangun sebuah musollah
dengan luas bangunan kurang lebih 200 M
Nama Mushollah : Asy-Syakuur
Lokasi RT05/06 Mekarsari Cimanggis, (Perum Pondok Tipar)
dan Alhamdulillah sekarang pengerjaan atap dan kubahnya sudah selesai,
Selanjutnya,kami akan mengerjakan dinding bagian dalam dan luar serta Lantainya,
Dengan segala hormat kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat jikalau ada kelebihan rezeki, kami masih menerima bantuan
berupa dana atau bahan material untuk mushollah kami,
Bisa melalui rek Bank Syariah Mandiri ,
No Rek : 168 701 2244
a/n Iwan Kuswandi
Atau langsung Menghubungi saya
Iwan Kuswandi
HP : 0857 81564365
email : iwank7838@yahoo.com
Demikianlah informasi yang kami sampaikan, Sebelumnya kami
ucapkan Terimakasih yang tak terhingga Hanya ALLAH SWT yang mampu membalas
dengan Pahala Yang berlipat ganda,
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:261)
Wasalam
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Asy-Syakuur
iwan kuswandi
08 Mei, 2009
Zakat Untuk Pembangunan Mushola
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/zakat-untuk-pembangunan-mushola.htm
Zakat Untuk Pembangunan Mushola
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Bagaimana hukumnya bila zakat yang kita keluarkan digunakan untuk membantu pembangunan musholla di kampung kami. Mohon penjelasannya.
Wassalammu'alaykum Wr. Wb.
db
Jawaban
Waalaikumussalam Wr Wb
Diperbolehkan menyalurkan zakat untuk membangun masjid (musholla) dari sisi kebajikan yang tidak ada kepemilikan didalamnya sebagaimana pendapat sebagian fuqaha kaum muslimin yang membolehkan hal itu berdasarkan keumumuman ayat :
وَفِي سَبِيلِ اللّهِ
Artinya : “Untuk jalan Allah.” (QS. Al Taubah : 60)
Walaupun pendapat madzhab yang empat tidak sependapat dalam hal ini. Dan apa yang disebutkan ini terdapat didalam tafsir ayat ini yang ditulis oleh Fakhruddin ar Razi : ”Ketahuilah bahwa tampak lahiriyah ayat وفى سبيل الله tidaklah terbatas pada orang-orang yang berperang. Terhadap makna ini telah disebutkan al Qaffal didalam tafsirnya dari sebagian fuqoha bahwa mereka memperbolehkan penyaluran zakat kepada seluruh tempat-tempat kebaikan, seperti : mengakafani mayat, pembangunan benteng, pemakmuran masjid karena firman-Nyaوفى سبيل الله adalah bersifat.” Demikianlah pendapat ar Razi.
Pemilik kitab “Syarh ar Raudh an Nadhir” sepakat dengan pendapat ar Razi dengan mengatakan bahwa pendapat orang-orang yang membolehkan hal itu yaitu penyaluran zakat untuk mengkafani mayat, membangun masjid beralasan bahwa keduanya termasuk didalam jenis سبيل الله (jalan Allah) karena jalan Allah adalah jalan kebaikan secara umum walaupun kalimat itu banyak digunakan untuk suatu kata dari makna yang dikandungnya yaitu jihad dikarenakan banyaknya penggunaan hal itu pada masa awal-awal islam akan tetapi hal itu bukanlah dari sisi hakekat kebiasaan (urf) yang memasukkan segala macam perbuatan yang mendekatkannya kepada Allah dengan memandang kepada kemaslahatn umum dan khusus kecuali jika terdapat dalil yang mengkhususkannya. Inilah pendapat yang tampak didalam perkataannya. Bisa dikatakan bahwa tampak lahiriyah سبيل الله (jalan Allah) adalah bersifat umum kecuali jika terdapat dalil yang mengkhususkannya.
Dengan demikian berdasarkan pendapat sebagian fuqaha kaum muslimin yang membolehkan penyaluran zakat untuk pembangunan masjid (musholla) atau yang sejenisnya maka apabila seorang muzakki (orang yang wajib atasnya zakat) menyalurkan zakatnya yang wajib untuk membangun masjid maka terlepas sudah atas dirinya kewajiban zakatnya dan dia akan mendapatkan pahala dari Allah swt. (Fatawa al Azhar juz I hal 139)
Permasalahan penyaluran zakat untuk pembangunan masjid atau musholla masih menjadi perselisihan dikalangan para ulama baik para ulama terdahulu maupun saat ini dikarenakan perbedaan didalam melihat makna “fii sabilillah”.
Sebagian ada yang mengkhususkan bahwa makna وفى سبيل الله hanya untuk orang-orang yang berperang atau berjihad sementara sebagian lainnya melihat bahwa kalimat itu mencakup seluruh aktivitas kebaikan selama tidak ada nash atau dalil yang mengkhususkannya.
Dengan demikian ada baiknya seorang muzakki yang ingin menyalurkan zakatnya kepada pembangunan sebuah musholla perlu melihat keadaan daerah akan dibangunnya musholla di situ, panitia pelaksana pembangunannya serta kebutuhan masyarakat tersebut akan keberadaan sebuah musholla.
Jika dia melihat bahwa masyarakat itu sangat membutuhkan keberadaan musholla untuk sholat berjama’ah, pengajaran agama, pusat penyebaran syi’ar islam ditengah mereka sementara mereka tidak mempunyai dana yang cukup maka diperbolehkan baginya menyalurkan zakatnya untuk itu. Akan tetapi jika dia melihat bahwa musholla yang akan dibangun itu terletak di daerah orang-orang kaya atau biaya pembangunannya sudah cukup di cover oleh pemerintah, donatur baik lembaga atau perorangan, atau pun keberadaannya tidaklah mendesak untuk pengembangan keagamaan masyarakat setempat dikarenakan sudah adanya beberapa masjid di sekitarnya yang sudah bisa dirasakan mafaatnya oleh masyarat setempat maka sebaiknya dia tidak menyalurkan zakatnya kepada pembangunan musholla yang seperti ini.
Wallahu A’lam
Zakat Untuk Pembangunan Mushola
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Bagaimana hukumnya bila zakat yang kita keluarkan digunakan untuk membantu pembangunan musholla di kampung kami. Mohon penjelasannya.
Wassalammu'alaykum Wr. Wb.
db
Jawaban
Waalaikumussalam Wr Wb
Diperbolehkan menyalurkan zakat untuk membangun masjid (musholla) dari sisi kebajikan yang tidak ada kepemilikan didalamnya sebagaimana pendapat sebagian fuqaha kaum muslimin yang membolehkan hal itu berdasarkan keumumuman ayat :
وَفِي سَبِيلِ اللّهِ
Artinya : “Untuk jalan Allah.” (QS. Al Taubah : 60)
Walaupun pendapat madzhab yang empat tidak sependapat dalam hal ini. Dan apa yang disebutkan ini terdapat didalam tafsir ayat ini yang ditulis oleh Fakhruddin ar Razi : ”Ketahuilah bahwa tampak lahiriyah ayat وفى سبيل الله tidaklah terbatas pada orang-orang yang berperang. Terhadap makna ini telah disebutkan al Qaffal didalam tafsirnya dari sebagian fuqoha bahwa mereka memperbolehkan penyaluran zakat kepada seluruh tempat-tempat kebaikan, seperti : mengakafani mayat, pembangunan benteng, pemakmuran masjid karena firman-Nyaوفى سبيل الله adalah bersifat.” Demikianlah pendapat ar Razi.
Pemilik kitab “Syarh ar Raudh an Nadhir” sepakat dengan pendapat ar Razi dengan mengatakan bahwa pendapat orang-orang yang membolehkan hal itu yaitu penyaluran zakat untuk mengkafani mayat, membangun masjid beralasan bahwa keduanya termasuk didalam jenis سبيل الله (jalan Allah) karena jalan Allah adalah jalan kebaikan secara umum walaupun kalimat itu banyak digunakan untuk suatu kata dari makna yang dikandungnya yaitu jihad dikarenakan banyaknya penggunaan hal itu pada masa awal-awal islam akan tetapi hal itu bukanlah dari sisi hakekat kebiasaan (urf) yang memasukkan segala macam perbuatan yang mendekatkannya kepada Allah dengan memandang kepada kemaslahatn umum dan khusus kecuali jika terdapat dalil yang mengkhususkannya. Inilah pendapat yang tampak didalam perkataannya. Bisa dikatakan bahwa tampak lahiriyah سبيل الله (jalan Allah) adalah bersifat umum kecuali jika terdapat dalil yang mengkhususkannya.
Dengan demikian berdasarkan pendapat sebagian fuqaha kaum muslimin yang membolehkan penyaluran zakat untuk pembangunan masjid (musholla) atau yang sejenisnya maka apabila seorang muzakki (orang yang wajib atasnya zakat) menyalurkan zakatnya yang wajib untuk membangun masjid maka terlepas sudah atas dirinya kewajiban zakatnya dan dia akan mendapatkan pahala dari Allah swt. (Fatawa al Azhar juz I hal 139)
Permasalahan penyaluran zakat untuk pembangunan masjid atau musholla masih menjadi perselisihan dikalangan para ulama baik para ulama terdahulu maupun saat ini dikarenakan perbedaan didalam melihat makna “fii sabilillah”.
Sebagian ada yang mengkhususkan bahwa makna وفى سبيل الله hanya untuk orang-orang yang berperang atau berjihad sementara sebagian lainnya melihat bahwa kalimat itu mencakup seluruh aktivitas kebaikan selama tidak ada nash atau dalil yang mengkhususkannya.
Dengan demikian ada baiknya seorang muzakki yang ingin menyalurkan zakatnya kepada pembangunan sebuah musholla perlu melihat keadaan daerah akan dibangunnya musholla di situ, panitia pelaksana pembangunannya serta kebutuhan masyarakat tersebut akan keberadaan sebuah musholla.
Jika dia melihat bahwa masyarakat itu sangat membutuhkan keberadaan musholla untuk sholat berjama’ah, pengajaran agama, pusat penyebaran syi’ar islam ditengah mereka sementara mereka tidak mempunyai dana yang cukup maka diperbolehkan baginya menyalurkan zakatnya untuk itu. Akan tetapi jika dia melihat bahwa musholla yang akan dibangun itu terletak di daerah orang-orang kaya atau biaya pembangunannya sudah cukup di cover oleh pemerintah, donatur baik lembaga atau perorangan, atau pun keberadaannya tidaklah mendesak untuk pengembangan keagamaan masyarakat setempat dikarenakan sudah adanya beberapa masjid di sekitarnya yang sudah bisa dirasakan mafaatnya oleh masyarat setempat maka sebaiknya dia tidak menyalurkan zakatnya kepada pembangunan musholla yang seperti ini.
Wallahu A’lam
07 Mei, 2009
Assalamu’alaikum WR WB,
BismillahirohmaniRohim,
Alhamdulillah, Puji Syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT,
atas segala nikmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, serta keluarga
dan sahabatnya,
Saat ini kami warga RT 05/06 sedang membangun sebuah musollah
dengan luas bangunan kurang lebih 200 M
Nama Mushollah : Asy-Syakuur
Lokasi RT05/06 Mekarsari Cimanggis, (Perum Pondok Tipar)
dan Alhamdulillah sekarang pengerjaan atap dan kubahnya sudah selesai,
Selanjutnya,kami akan mengerjakan dinding bagian dalam dan luar serta Lantainya,
Dengan segala hormat kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat jikalau ada kelebihan rezeki, kami masih menerima bantuan
berupa dana atau bahan material untuk mushollah kami,
Bisa melalui rek Bank Syariah Mandiri ,
No Rek : 168 701 2244
a/n Iwan Kuswandi
Atau langsung Menghubungi saya
Iwan Kuswandi
HP : 0857 81564365
email : iwank7838@yahoo.com
Demikianlah informasi yang kami sampaikan, Sebelumnya kami
ucapkan Terimakasih yang tak terhingga Hanya ALLAH SWT yang mampu membalas
dengan Pahala Yang berlipat ganda,
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:261)
Wasalam
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Asy-Syakuur
iwan kuswandi
BismillahirohmaniRohim,
Alhamdulillah, Puji Syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT,
atas segala nikmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, serta keluarga
dan sahabatnya,
Saat ini kami warga RT 05/06 sedang membangun sebuah musollah
dengan luas bangunan kurang lebih 200 M
Nama Mushollah : Asy-Syakuur
Lokasi RT05/06 Mekarsari Cimanggis, (Perum Pondok Tipar)
dan Alhamdulillah sekarang pengerjaan atap dan kubahnya sudah selesai,
Selanjutnya,kami akan mengerjakan dinding bagian dalam dan luar serta Lantainya,
Dengan segala hormat kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat jikalau ada kelebihan rezeki, kami masih menerima bantuan
berupa dana atau bahan material untuk mushollah kami,
Bisa melalui rek Bank Syariah Mandiri ,
No Rek : 168 701 2244
a/n Iwan Kuswandi
Atau langsung Menghubungi saya
Iwan Kuswandi
HP : 0857 81564365
email : iwank7838@yahoo.com
Demikianlah informasi yang kami sampaikan, Sebelumnya kami
ucapkan Terimakasih yang tak terhingga Hanya ALLAH SWT yang mampu membalas
dengan Pahala Yang berlipat ganda,
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:261)
Wasalam
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Asy-Syakuur
iwan kuswandi
05 Mei, 2009
Disertasi Moqsith Ghazali memelintir Sirah Nabawiyah. Ajaran Islam dikoyak demi pluralisme agama. Padahal, Vatikan saja menolak paham ini.
Disertasi Moqsith Ghazali memelintir Sirah Nabawiyah. Ajaran Islam dikoyak demi pluralisme agama. Padahal, Vatikan saja menolak paham ini.
Oleh Erdy Nasrul
Pada sebuah pengajian rutin bulanan, Abdul Moqsith Ghazali, anggota Jaringan Islam Liberal (JIL) hadir menjadi pembicara. Di sebuah tempat di Plaza Pondok Indah I, Moqsith memaparkan temuan-temuannya yang dirajut dalam disertasi doktoral dan dibukukan. Judulnya “Argumen Pluralisme Agama.”
Itu bukan judul asli. Awalnya berjudul, “Sikap al-Qur’an terhadap Agama Lain.” Supaya lebih menjual, judulnya diubah. Ceritanya, ia menulis disertasi itu karena sebagian orang menerima atau menolak pluralisme agama dengan mengutip ayat al-Qur’an. Disertasi itu mencoba menemukan ‘titik temu’ antar keduanya.
Ketika membahas ayat-ayat al-Qur’an yang dikutip, Moqsith menggunakan metode hermeneutik, sebuah metode penafsiran injil yang kemudian dikembangkan dalam posmodernisme. “Hermeneutika hanya bekerja untuk melacak bagaimana suatu teks dimunculkan oleh pengarangnya, muatan apa yang ingin dimasukkan ke dalam teks, dan bagaimana melahirkan makna,” tulisnya.
Untuk mendukung pluralisme agama, Moqsith menyelewengkan Sirah Nabawiyah. Dia mengatakan Nabi Muhammad saw pernah menikahi wanita Kristen koptik bernama Maria Qibtiyyah. Ia juga menyebutkan ada sahabat yang menikahi wanita ahlul kitab yakni, Utsman bin ‘Affan, Thalhah bin Abdullah, Khudzaifah bin Yaman, dan Sa’ad bin Abi Waqash.
Tak puas mendistorsi sirah, ia mengobok-obok ajaran Islam. Dia menulis, “… terutama Yahudi dan Nasrani, Islam tak menafikkan konsep-konsep ajarannya. Kebenaran wahyu dalam agama-agama itu tidak bertentangan satu dengan lainnya.” Untuk mendukung argumennya, ia mengutip surat al-Maidah ayat 48.
Ia memaparkan kesamaan tiga agama itu.
Pertama, tidak ada tuhan yang patut disembah selain Tuhan, Allah, yang menciptakan alam raya.
Kedua, perintah menghindari kejahatan. Atas dasar kesaman ini, Moqsith menilai, yang katanya pendapat para ahli Usul Fikih, syariat sebelum Islam bisa menjadi sumber hukum Islam.
Untuk lebih menguatkan argumennya, ia mengutip pendapat mantan pendeta yang kini menjadi Muslim, Jerald F Dirks, “Ketiga agama itu tidak hanya sebagai satu tradisi, tapi juga sebagai satu agama.”
Dasar kesamaan ini juga menjadi acuan masalah pindah agama. Moqsith menilai, hak memilih atau keluar dari suatu agama melekat pada setiap orang.
“Dengan analog bahwa orang non-Muslim dibolehkan pindah ke agama Islam, maka seorang Muslim pun mestinya dibolehkan pindah ke agama non-Islam,” tulisnya.
Dengan terang-terangan, ia menguraikan, pindah agama dibolehkan jika agama yang dipeluk sebelumnya dipandang tak sesuai dengan dirinya.
Selesai mengobrak-abrik pandangan Islam yang melarang umatnya pindah agama, Moqsith memaparkan masalah keselamatan yang diberikan Allah pada manusia. Sebelum ia sampai pada kesimpulan, Moqsith memaparkan dua fakta sejarah.
Pertama, ketika orang kafir Quraisy mengejar umat Islam, nabi mencari perlindungan pada Najasyi, raja Abisinia yang Kristen. Ratusan sahabat nabi, termasuk Utsman bin Affan dan istrinya (Ruqayyah, putri Rasulullah), Abu Hudzaifah bin ‘Utbah, Zubair bin ‘Awwam, Abdurrahman bin ‘Auf, dan Ja’far bin Abi Thalib ikut dalam eksodus itu.
Kedua, Abu Ubaidillah al-Mahdi, khalifah pertama dinasti Fathimiyah, pernah minta nasihat orang Kristen tentang lokasi ibukota negara yang tepat.
Fakta yang dikutip dari buku Islam Inklusif Alwi Shihab ini, digunakan untuk berasumsi bahwa Islam mengakui ajaran agama dan umat agama lain. Parahnya, ia menyimpulkan,
“Menurut al-Qur’an, umat non-Muslim pun akan diselamatkan Allah sejauh mereka menjalankan agamanya dengan sungguh-sungguh, dan menjalankan amal salih sebagaimana ditetapkan dalam kitab suci masing-masing.”
Jalaluddin Rahmat, memuji buku ini, saat bedah buku berlangsung. Ia mengatakan, karya ini menjadi landasan bagi yang ingin menikah beda agama.
Kang Jalal menilai demikian karena Moqsith berhasil mengubah pengertian musyrik, bukan menyekutukan Allah, tapi orang yang berbuat jahat.
Puluhan orang liberal ikut memuji buku ini. Diantaranya Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nasaruddin Umar yang menulis, “Karya ini menyajikan hasil kerja akademik excellent yang mengungkapkan universalitas Islam dalam perspektif al-Qur’an.” Pujian habis-habisan juga ditulis Direktur Lembaga Studi Agama dan Filsafat Dawam Rahardjo.
Dawam berkomentar, “Karya Moqsith ini mengingatkan kita pada buku Ibnu Rushd, Tahafut al-Tahafut, yang melawan wacana al-Ghazali.”
Mengomentari pemikiran Moqsith, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Bidang Ghazwul Fikri Adian Husaini mengatakan, Moqsith tidak memberikan definisi pluralisme agama yang jelas. Doktor bidang Pemikiran Islam ini mengatakan, paham ini mengajarkan jalan semua agama itu sah, sehingga paham ini bisa merusak akidah umat Islam.
“Konsili Vatikan tahun 2000 lalu saja sudah melarang paham ini dan dosen-dosen Vatikan yang menyuarakan paham ini langsung dipecat, kenapa di Indonesia justru kian berkembang?” ujarnya.
Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization, Hamid Fahmy Zarkasyi mengatakan, berbagai tulisan tentang pluralisme agama, pada akhirnya mengakui kesamaan agama-agama.
Mengomentari pendapat Moqsith tentang syariat Islam, ia mengatakan, Islam sendiri sudah sempurna, tidak perlu lagi mengambil dari syari’at agama lain.
“Bagaimana bisa mengambil syariat agama lain, jika kitab mereka tak asli lagi?” Tanyanya.
Majlis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah melarang paham ini sejak empat tahun lalu. Dalam Sidang Komisi Fatwa MUI, 29 Juli 2005, yang dipimpin oleh Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma’ruf Amin, menghasilkan keputusan bahwa pluralisme agama bertentangan dengan ajaran Islam.
Jelas sudah, pluralisme agama memang tak sesuai dengan Islam. Lantas, untuk apa meyakini dan memperjuangkan paham ini? (Eman Mulyatman)
http://sabili.co.id/index.php/200904291645/Liputan/Demi-Pluralisme-Sirah-Nabi-Diplintir.htm
Oleh Erdy Nasrul
Pada sebuah pengajian rutin bulanan, Abdul Moqsith Ghazali, anggota Jaringan Islam Liberal (JIL) hadir menjadi pembicara. Di sebuah tempat di Plaza Pondok Indah I, Moqsith memaparkan temuan-temuannya yang dirajut dalam disertasi doktoral dan dibukukan. Judulnya “Argumen Pluralisme Agama.”
Itu bukan judul asli. Awalnya berjudul, “Sikap al-Qur’an terhadap Agama Lain.” Supaya lebih menjual, judulnya diubah. Ceritanya, ia menulis disertasi itu karena sebagian orang menerima atau menolak pluralisme agama dengan mengutip ayat al-Qur’an. Disertasi itu mencoba menemukan ‘titik temu’ antar keduanya.
Ketika membahas ayat-ayat al-Qur’an yang dikutip, Moqsith menggunakan metode hermeneutik, sebuah metode penafsiran injil yang kemudian dikembangkan dalam posmodernisme. “Hermeneutika hanya bekerja untuk melacak bagaimana suatu teks dimunculkan oleh pengarangnya, muatan apa yang ingin dimasukkan ke dalam teks, dan bagaimana melahirkan makna,” tulisnya.
Untuk mendukung pluralisme agama, Moqsith menyelewengkan Sirah Nabawiyah. Dia mengatakan Nabi Muhammad saw pernah menikahi wanita Kristen koptik bernama Maria Qibtiyyah. Ia juga menyebutkan ada sahabat yang menikahi wanita ahlul kitab yakni, Utsman bin ‘Affan, Thalhah bin Abdullah, Khudzaifah bin Yaman, dan Sa’ad bin Abi Waqash.
Tak puas mendistorsi sirah, ia mengobok-obok ajaran Islam. Dia menulis, “… terutama Yahudi dan Nasrani, Islam tak menafikkan konsep-konsep ajarannya. Kebenaran wahyu dalam agama-agama itu tidak bertentangan satu dengan lainnya.” Untuk mendukung argumennya, ia mengutip surat al-Maidah ayat 48.
Ia memaparkan kesamaan tiga agama itu.
Pertama, tidak ada tuhan yang patut disembah selain Tuhan, Allah, yang menciptakan alam raya.
Kedua, perintah menghindari kejahatan. Atas dasar kesaman ini, Moqsith menilai, yang katanya pendapat para ahli Usul Fikih, syariat sebelum Islam bisa menjadi sumber hukum Islam.
Untuk lebih menguatkan argumennya, ia mengutip pendapat mantan pendeta yang kini menjadi Muslim, Jerald F Dirks, “Ketiga agama itu tidak hanya sebagai satu tradisi, tapi juga sebagai satu agama.”
Dasar kesamaan ini juga menjadi acuan masalah pindah agama. Moqsith menilai, hak memilih atau keluar dari suatu agama melekat pada setiap orang.
“Dengan analog bahwa orang non-Muslim dibolehkan pindah ke agama Islam, maka seorang Muslim pun mestinya dibolehkan pindah ke agama non-Islam,” tulisnya.
Dengan terang-terangan, ia menguraikan, pindah agama dibolehkan jika agama yang dipeluk sebelumnya dipandang tak sesuai dengan dirinya.
Selesai mengobrak-abrik pandangan Islam yang melarang umatnya pindah agama, Moqsith memaparkan masalah keselamatan yang diberikan Allah pada manusia. Sebelum ia sampai pada kesimpulan, Moqsith memaparkan dua fakta sejarah.
Pertama, ketika orang kafir Quraisy mengejar umat Islam, nabi mencari perlindungan pada Najasyi, raja Abisinia yang Kristen. Ratusan sahabat nabi, termasuk Utsman bin Affan dan istrinya (Ruqayyah, putri Rasulullah), Abu Hudzaifah bin ‘Utbah, Zubair bin ‘Awwam, Abdurrahman bin ‘Auf, dan Ja’far bin Abi Thalib ikut dalam eksodus itu.
Kedua, Abu Ubaidillah al-Mahdi, khalifah pertama dinasti Fathimiyah, pernah minta nasihat orang Kristen tentang lokasi ibukota negara yang tepat.
Fakta yang dikutip dari buku Islam Inklusif Alwi Shihab ini, digunakan untuk berasumsi bahwa Islam mengakui ajaran agama dan umat agama lain. Parahnya, ia menyimpulkan,
“Menurut al-Qur’an, umat non-Muslim pun akan diselamatkan Allah sejauh mereka menjalankan agamanya dengan sungguh-sungguh, dan menjalankan amal salih sebagaimana ditetapkan dalam kitab suci masing-masing.”
Jalaluddin Rahmat, memuji buku ini, saat bedah buku berlangsung. Ia mengatakan, karya ini menjadi landasan bagi yang ingin menikah beda agama.
Kang Jalal menilai demikian karena Moqsith berhasil mengubah pengertian musyrik, bukan menyekutukan Allah, tapi orang yang berbuat jahat.
Puluhan orang liberal ikut memuji buku ini. Diantaranya Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nasaruddin Umar yang menulis, “Karya ini menyajikan hasil kerja akademik excellent yang mengungkapkan universalitas Islam dalam perspektif al-Qur’an.” Pujian habis-habisan juga ditulis Direktur Lembaga Studi Agama dan Filsafat Dawam Rahardjo.
Dawam berkomentar, “Karya Moqsith ini mengingatkan kita pada buku Ibnu Rushd, Tahafut al-Tahafut, yang melawan wacana al-Ghazali.”
Mengomentari pemikiran Moqsith, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Bidang Ghazwul Fikri Adian Husaini mengatakan, Moqsith tidak memberikan definisi pluralisme agama yang jelas. Doktor bidang Pemikiran Islam ini mengatakan, paham ini mengajarkan jalan semua agama itu sah, sehingga paham ini bisa merusak akidah umat Islam.
“Konsili Vatikan tahun 2000 lalu saja sudah melarang paham ini dan dosen-dosen Vatikan yang menyuarakan paham ini langsung dipecat, kenapa di Indonesia justru kian berkembang?” ujarnya.
Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization, Hamid Fahmy Zarkasyi mengatakan, berbagai tulisan tentang pluralisme agama, pada akhirnya mengakui kesamaan agama-agama.
Mengomentari pendapat Moqsith tentang syariat Islam, ia mengatakan, Islam sendiri sudah sempurna, tidak perlu lagi mengambil dari syari’at agama lain.
“Bagaimana bisa mengambil syariat agama lain, jika kitab mereka tak asli lagi?” Tanyanya.
Majlis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah melarang paham ini sejak empat tahun lalu. Dalam Sidang Komisi Fatwa MUI, 29 Juli 2005, yang dipimpin oleh Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma’ruf Amin, menghasilkan keputusan bahwa pluralisme agama bertentangan dengan ajaran Islam.
Jelas sudah, pluralisme agama memang tak sesuai dengan Islam. Lantas, untuk apa meyakini dan memperjuangkan paham ini? (Eman Mulyatman)
http://sabili.co.id/index.php/200904291645/Liputan/Demi-Pluralisme-Sirah-Nabi-Diplintir.htm
04 Mei, 2009
Membangun Jamaah Dakwah dan Amar Makruf Nahi Munkar
KH. Abdul Rasyid AS (Pimpinan Perguruan As Syafiiyyah)
Allah SWT berfirman:
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran 104).
Wajib adanya kelompok dakwah
Dalam ayat di atas Allah SWT memerintahkan kepada kita umat Islam agar membangun segolongan atau sekelompok orang yang memiliki tugas menyeru kepada kebajikan (al khair), menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar. Pujian Allah SWT dalam akhir ayat tersebut, yakni merekalah orang-orang yang beruntung merupakan indikasi (qarinah) bahwa perintah tersebut hukumnya wajib.
Kewajiban membangun kelompok tersebut bukanlah untuk memecah-belah umat Islam ke dalam kelompok-kelompok. Tetapi kewajiban itu dimaknai bahwa melaksanakan tugas mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, itu menurut sebagian ulama bukanlah kewajiban semua umat tapi kewajiban sekelompok umat yang memiliki kualifikasi mampu melaksanakan tugas tersebut.
Oleh karena itu, menurut Tafsir Jalalain melaksanakan dakwah mengajak kepada Islam dan melakukan amar makruf nahi munkar hukumnya adalah fardlu kifayah, yakni tidak wajib bagi seluruh umat dan tidak mengikat semua orang seperti orang bodoh misalnya.
Az Zamakhsyari dalam Tafsir al Kassyaf menerangkan bahwa lafazh “min” dalam ayat “wal takun minkum” di atas maknanya untuk sebagian (lit tab’idl). Sebab amar makruf nahi mungkar merupakan fardlu kifayah. Dan tidak layak melakukan amar makruf nahi munkar kecuali orang yang tahu “al makruf” dan “al munkar” serta mengetahui bagaimana mengatur urusan tersebut dalam menjalankan dan melaksanakannya.
Orang yang tidak tahu menahu tentang hal itu bisa jadi melarang yang makruf dan menyuruh yang munkar. Bisa jadi dia tahu hukum-hukum di madzhabnya dan tidak tahu hukum-hukum di madzhab kawannya sehingga bisa jadi dia melarang sesuatu yang sebenarnya bukan kemungkaran. Bisa pula dia bersikap keras pada perkara yang seharusnya disikapi secara lembut atau bersikap lembut pada perkara yang seharusnya disikapi dengan keras.
Disinilah perlunya kelompok orang yang sudah memiliki pengetahuan tentang amar makruf nahi meungkar dan tata cara melaksanakannya.
Imam at Thabari menjelaskan bahwa yang dimaksud “al khair” dalam ayat di atas adalah al Islam dan syariat-syariatnya. Dengan demikian kelompok orang yang melksanakan tugas tersebut harus memiliki ilmu pengetahuan tentang ajaran Islam dan hukum-hukum syariatnya, baik hukum-hukum yang berkenaan dengan urusan aqidah, seperti hukum tentang larangan murtad; hukum-hukum berkaitan dengan ibadah seperti sholat, shaum, haji, dan jihad; hukum-hukum yang berkaitan dengan akhlak; hukum-hukum yang berkaitan dengan halal haramnya makanan dan minuman serta hukum-hukum tentang pakaian; hukum-hukum seputar ekonomi makro maupun mikro, seperti hukum syariat tentang kepemilikan umum umat yang tidak boleh diprivatisasi oleh negara; hukum-hukum pidana Islam seperti hudud, jinayat, ta’zir, dan mukhalafat; hukum-hukum tentang politik dalam negeri seperti hukum-hukum tentang partai dan pemerintahan; hukum-hukum poltik luar negeri seperti kewajiban dakwah dan jihad, dan lain-lain.
Urgensi Kelompok Dakwah dan Pelaksana Amar Makruf Nahi Munkar
Huruf “al” dalam lafazh “al khair”, “al makruf” dan “al munkar” pada ayat di atas menunjukkan bahwa tugas segolongan atau sekelompok umat di atas meliputi mendakwahkan seluruh kebajikan Islam dan syariatnya, menyuruh segala kemakrufan, dan mencegah seluruh kemungkaran. Baik yang dilakukan oleh individu, kelompok masyarakat, maupun negara. Oleh karenanya, keberadaan kelompok umat Islam yang melakukan tugas tersebut dan memiliki kapasitas kemampuan yang mencukupi untuk melaksanakan tugas tersebut menjadi sangat urgen.
Sebab dengan hilangnya gambaran kehidupan Islam yang sebenarnya di masyarakat yang umumnya telah membatasi Islam sekedar pada aqidah, ibadah, dan akhlak dan dominasi kehidupan sekuler serta serbuan informasi dari media massa cetak dan elektronik yang menawarkan dan mengajarkan hedonisme dan cara-cara hidup sekuler, kita butuh sekelompok orang yang memapu menyajikan gambaran kehidupan Islam secara jelas sehingga umat bisa memahami dan tergerak untuk mewujudkannya.
Demikian pula dengan terhentinya amar makruf nahi mungkar di tengah berjalannya kehidupan sekuler yang penuh dengan aktivis dan propaganda agar meninggalkan dan menanggalkan agama (Islam khususnya), mengharuskan adanya aktivitas amar makruf nahi mungkar. Menyuruh pemerintah untuk melindungi umat dari bahaya pornografi dan pornoaksi dengan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang merujuk kepada syariat Allah SWT adalah bentuk “al amru bil makruf”.
Sedangkan menentang UU Migas dan UU Sumber Daya Air yang telah memberikan kesempatan pihak asing menguasai sumber daya alam kita adalah bentuk “an nahyu anil munkar”. Mengingat besarnya permasalahan yang harus ditangani dalam amar makruf nahi munkar, maka keberadaan segolongan orang yang bersama-sama bekerja secara sistematis untuk itu adalah suatu kebutuhan.
Selain itu Allah SWT berfirman:
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubah 71). Juga firman-Nya:
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS. Al Anfal 25).
Kesimpulan
Membangun jamaah untuk mengajak manusia kepada Islam dan syariatnya serta menyuruh kepada yang makruf dan melarang dari yang munkar adalah fardlu kifayah. Tidak harus dilakukan oleh semua umat islam. Tapi oleh mereka yang memiliki pengetahuan tentang “al Islam” , “al makruf” dan “al munkar” dan mengetahui tatacara pelaksanaan dakwah Islam dan amar makruf nahi munkar. Dengan demikian keberadaan jamaah atau kelompok yang melaksanakan dakwah mengajak kepada Islam dan amar makruf nahi mungkar adalah wajib dan urgen di masa dimana umat islam ini didominasi oleh kehidupan sekuler. Wallahua’lam! (mj/www.suara-islam.com)
Allah SWT berfirman:
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran 104).
Wajib adanya kelompok dakwah
Dalam ayat di atas Allah SWT memerintahkan kepada kita umat Islam agar membangun segolongan atau sekelompok orang yang memiliki tugas menyeru kepada kebajikan (al khair), menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar. Pujian Allah SWT dalam akhir ayat tersebut, yakni merekalah orang-orang yang beruntung merupakan indikasi (qarinah) bahwa perintah tersebut hukumnya wajib.
Kewajiban membangun kelompok tersebut bukanlah untuk memecah-belah umat Islam ke dalam kelompok-kelompok. Tetapi kewajiban itu dimaknai bahwa melaksanakan tugas mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, itu menurut sebagian ulama bukanlah kewajiban semua umat tapi kewajiban sekelompok umat yang memiliki kualifikasi mampu melaksanakan tugas tersebut.
Oleh karena itu, menurut Tafsir Jalalain melaksanakan dakwah mengajak kepada Islam dan melakukan amar makruf nahi munkar hukumnya adalah fardlu kifayah, yakni tidak wajib bagi seluruh umat dan tidak mengikat semua orang seperti orang bodoh misalnya.
Az Zamakhsyari dalam Tafsir al Kassyaf menerangkan bahwa lafazh “min” dalam ayat “wal takun minkum” di atas maknanya untuk sebagian (lit tab’idl). Sebab amar makruf nahi mungkar merupakan fardlu kifayah. Dan tidak layak melakukan amar makruf nahi munkar kecuali orang yang tahu “al makruf” dan “al munkar” serta mengetahui bagaimana mengatur urusan tersebut dalam menjalankan dan melaksanakannya.
Orang yang tidak tahu menahu tentang hal itu bisa jadi melarang yang makruf dan menyuruh yang munkar. Bisa jadi dia tahu hukum-hukum di madzhabnya dan tidak tahu hukum-hukum di madzhab kawannya sehingga bisa jadi dia melarang sesuatu yang sebenarnya bukan kemungkaran. Bisa pula dia bersikap keras pada perkara yang seharusnya disikapi secara lembut atau bersikap lembut pada perkara yang seharusnya disikapi dengan keras.
Disinilah perlunya kelompok orang yang sudah memiliki pengetahuan tentang amar makruf nahi meungkar dan tata cara melaksanakannya.
Imam at Thabari menjelaskan bahwa yang dimaksud “al khair” dalam ayat di atas adalah al Islam dan syariat-syariatnya. Dengan demikian kelompok orang yang melksanakan tugas tersebut harus memiliki ilmu pengetahuan tentang ajaran Islam dan hukum-hukum syariatnya, baik hukum-hukum yang berkenaan dengan urusan aqidah, seperti hukum tentang larangan murtad; hukum-hukum berkaitan dengan ibadah seperti sholat, shaum, haji, dan jihad; hukum-hukum yang berkaitan dengan akhlak; hukum-hukum yang berkaitan dengan halal haramnya makanan dan minuman serta hukum-hukum tentang pakaian; hukum-hukum seputar ekonomi makro maupun mikro, seperti hukum syariat tentang kepemilikan umum umat yang tidak boleh diprivatisasi oleh negara; hukum-hukum pidana Islam seperti hudud, jinayat, ta’zir, dan mukhalafat; hukum-hukum tentang politik dalam negeri seperti hukum-hukum tentang partai dan pemerintahan; hukum-hukum poltik luar negeri seperti kewajiban dakwah dan jihad, dan lain-lain.
Urgensi Kelompok Dakwah dan Pelaksana Amar Makruf Nahi Munkar
Huruf “al” dalam lafazh “al khair”, “al makruf” dan “al munkar” pada ayat di atas menunjukkan bahwa tugas segolongan atau sekelompok umat di atas meliputi mendakwahkan seluruh kebajikan Islam dan syariatnya, menyuruh segala kemakrufan, dan mencegah seluruh kemungkaran. Baik yang dilakukan oleh individu, kelompok masyarakat, maupun negara. Oleh karenanya, keberadaan kelompok umat Islam yang melakukan tugas tersebut dan memiliki kapasitas kemampuan yang mencukupi untuk melaksanakan tugas tersebut menjadi sangat urgen.
Sebab dengan hilangnya gambaran kehidupan Islam yang sebenarnya di masyarakat yang umumnya telah membatasi Islam sekedar pada aqidah, ibadah, dan akhlak dan dominasi kehidupan sekuler serta serbuan informasi dari media massa cetak dan elektronik yang menawarkan dan mengajarkan hedonisme dan cara-cara hidup sekuler, kita butuh sekelompok orang yang memapu menyajikan gambaran kehidupan Islam secara jelas sehingga umat bisa memahami dan tergerak untuk mewujudkannya.
Demikian pula dengan terhentinya amar makruf nahi mungkar di tengah berjalannya kehidupan sekuler yang penuh dengan aktivis dan propaganda agar meninggalkan dan menanggalkan agama (Islam khususnya), mengharuskan adanya aktivitas amar makruf nahi mungkar. Menyuruh pemerintah untuk melindungi umat dari bahaya pornografi dan pornoaksi dengan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang merujuk kepada syariat Allah SWT adalah bentuk “al amru bil makruf”.
Sedangkan menentang UU Migas dan UU Sumber Daya Air yang telah memberikan kesempatan pihak asing menguasai sumber daya alam kita adalah bentuk “an nahyu anil munkar”. Mengingat besarnya permasalahan yang harus ditangani dalam amar makruf nahi munkar, maka keberadaan segolongan orang yang bersama-sama bekerja secara sistematis untuk itu adalah suatu kebutuhan.
Selain itu Allah SWT berfirman:
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubah 71). Juga firman-Nya:
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS. Al Anfal 25).
Kesimpulan
Membangun jamaah untuk mengajak manusia kepada Islam dan syariatnya serta menyuruh kepada yang makruf dan melarang dari yang munkar adalah fardlu kifayah. Tidak harus dilakukan oleh semua umat islam. Tapi oleh mereka yang memiliki pengetahuan tentang “al Islam” , “al makruf” dan “al munkar” dan mengetahui tatacara pelaksanaan dakwah Islam dan amar makruf nahi munkar. Dengan demikian keberadaan jamaah atau kelompok yang melaksanakan dakwah mengajak kepada Islam dan amar makruf nahi mungkar adalah wajib dan urgen di masa dimana umat islam ini didominasi oleh kehidupan sekuler. Wallahua’lam! (mj/www.suara-islam.com)
21 April, 2009
24 Maret, 2009
Geliat ISLAM di KORSEL
Geliat ISLAM di KORSEL
Komunitas Muslim di Korea Selatan adalah komunitas yang kaya dengan keberagaman latar belakang etnis dan budaya. Komunitas Muslim di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Budha ini, kebanyakan adalah para pekerja asing dan imigran dari berbagai negara Muslim, terutama dari kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Sementara orang-orang asli Korea yang Muslim, kebanyakan adalah keturunan dari para mualaf yang masuk Islam saat berlangsung Perang Korea. "Di sini adalah beberapa orang Korea. Yang lainnya berasal dari Indonesia, Malaysia dan Uzbek. Ada juga beberapa Muslim asal AS. Muslim disini sedikitnya berasal dari 12 sampai 14 negara di dunia," kata Haseeb Ahmad Khan, pengusaha asal Pakistan yang sudah 10 tahun tinggal di Korea Selatan.
Menurut Haseeb, jumlah Muslim di Korea Selatan terus bertambah, terutama di kota besar seperti Busan. Muslim di kota ini sudah membuka sekolah Islam sendiri. "Meski sekolahnya kecil, cukup untuk mengakomodasi anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang Islami," ujar Haseeb.
Data dari Korea Muslim Federation (KMF) yang didirikan sejak tahun 1967 menyebutkan, jumlah Muslim di Korea Selatan sekarang ini mencapai 120.000-130.000 orang, terdiri dari Muslim Korea asli dan para warga negara asing. Jumlah orang Korea asli yang Muslim sekitar 45.000 orang, selebihnya didominasi pekerja migran asal Pakistan dan Bangladesh.
Sebagai kelompok masyarakat minoritas, masjid menjadi tempat penting bagi Muslim Korea Selatan untuk saling bertemu dan bersilahturahim. Sepuluh tahun yang lalu, belum banyak masjid di negara ini. Tapi sekarang, masjid-masjid sudah banyak tersebar hampir di seluruh kota besar di Korea Selatan. Masjid terbesar adalah Masjid Sentral Seoul yang berlokasi di distrik Itaewon.
"Kami punya lebih dari 10 masjid di kota-kota besar seperti Gwangju, Busan dan Daegu. Masjid di sini bukan sekedar tempat salat tapi juga tempat berkumpul komunitas Muslim, terutama usai salat Jumat. Mereka saling bercerita dan mendengarkan satu sama lain," imbuh Haseeb.
"Contohnya, jika ada jamaah yang sakit, mereka bersama-sama datang menjenguk ke rumah sakit. Atau, jika ada yang butuh pertolongan, mereka akan mencari cara untuk bisa memberikan bantuan," sambung Haseeb.
Masjid juga menjadi pusat informasi bagi warga Korea yang ingin belajar Islam. Masjid-masjid di Korea Selatan menyediakan bahan-bahan bacaan dan audio yang diberikan gratis buat mereka yang ingin mempelajari Islam.
Sekolah Islam pertama di Korea Selatan rencananya akan dibuka bulan Maret ini. Sekolah itu dibiayai lewat dana hibah dari pemerintah Arab Saudi. Tahun 2008 lalu, Duta Besar Saudi di Seoul sudah menyerahkan dana sebesar 500.000 dollar pada KMF untuk biaya pembangunan sekolah.
Sebagai penghargaan atas bantuan Saudi, sekolah tersebut rencananya akan menggunakan nama putera mahkota Saudi Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz. Sekolah ini juga akan menerima siswa non-Muslim. Selain memberikan mata pelajaran berdasarkan kurikulum pendidikan di Korea, sekolah yang dibiayai Saudi ini juga akan memberikan pelajaran tambahan berupa bahasa Arab, bahasa Inggris dan studi Islam.
Selain sekolah Islam, sejak tahun 2008 lalu, juga dibangun pusat kebudayaan Islam di kota Seoul. Dengan adanya sekolah dan pusat kebudayaan Islam ini, diharapkan bisa memperluas syiar Islam di Korea Selatan sekaligus meluruskan informasi-informasi bias tentang Islam dan Muslim yang diterima oleh masyarakat negeri itu.(ln/iol)
www.tendaweb.com
Komunitas Muslim di Korea Selatan adalah komunitas yang kaya dengan keberagaman latar belakang etnis dan budaya. Komunitas Muslim di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Budha ini, kebanyakan adalah para pekerja asing dan imigran dari berbagai negara Muslim, terutama dari kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Sementara orang-orang asli Korea yang Muslim, kebanyakan adalah keturunan dari para mualaf yang masuk Islam saat berlangsung Perang Korea. "Di sini adalah beberapa orang Korea. Yang lainnya berasal dari Indonesia, Malaysia dan Uzbek. Ada juga beberapa Muslim asal AS. Muslim disini sedikitnya berasal dari 12 sampai 14 negara di dunia," kata Haseeb Ahmad Khan, pengusaha asal Pakistan yang sudah 10 tahun tinggal di Korea Selatan.
Menurut Haseeb, jumlah Muslim di Korea Selatan terus bertambah, terutama di kota besar seperti Busan. Muslim di kota ini sudah membuka sekolah Islam sendiri. "Meski sekolahnya kecil, cukup untuk mengakomodasi anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang Islami," ujar Haseeb.
Data dari Korea Muslim Federation (KMF) yang didirikan sejak tahun 1967 menyebutkan, jumlah Muslim di Korea Selatan sekarang ini mencapai 120.000-130.000 orang, terdiri dari Muslim Korea asli dan para warga negara asing. Jumlah orang Korea asli yang Muslim sekitar 45.000 orang, selebihnya didominasi pekerja migran asal Pakistan dan Bangladesh.
Sebagai kelompok masyarakat minoritas, masjid menjadi tempat penting bagi Muslim Korea Selatan untuk saling bertemu dan bersilahturahim. Sepuluh tahun yang lalu, belum banyak masjid di negara ini. Tapi sekarang, masjid-masjid sudah banyak tersebar hampir di seluruh kota besar di Korea Selatan. Masjid terbesar adalah Masjid Sentral Seoul yang berlokasi di distrik Itaewon.
"Kami punya lebih dari 10 masjid di kota-kota besar seperti Gwangju, Busan dan Daegu. Masjid di sini bukan sekedar tempat salat tapi juga tempat berkumpul komunitas Muslim, terutama usai salat Jumat. Mereka saling bercerita dan mendengarkan satu sama lain," imbuh Haseeb.
"Contohnya, jika ada jamaah yang sakit, mereka bersama-sama datang menjenguk ke rumah sakit. Atau, jika ada yang butuh pertolongan, mereka akan mencari cara untuk bisa memberikan bantuan," sambung Haseeb.
Masjid juga menjadi pusat informasi bagi warga Korea yang ingin belajar Islam. Masjid-masjid di Korea Selatan menyediakan bahan-bahan bacaan dan audio yang diberikan gratis buat mereka yang ingin mempelajari Islam.
Sekolah Islam pertama di Korea Selatan rencananya akan dibuka bulan Maret ini. Sekolah itu dibiayai lewat dana hibah dari pemerintah Arab Saudi. Tahun 2008 lalu, Duta Besar Saudi di Seoul sudah menyerahkan dana sebesar 500.000 dollar pada KMF untuk biaya pembangunan sekolah.
Sebagai penghargaan atas bantuan Saudi, sekolah tersebut rencananya akan menggunakan nama putera mahkota Saudi Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz. Sekolah ini juga akan menerima siswa non-Muslim. Selain memberikan mata pelajaran berdasarkan kurikulum pendidikan di Korea, sekolah yang dibiayai Saudi ini juga akan memberikan pelajaran tambahan berupa bahasa Arab, bahasa Inggris dan studi Islam.
Selain sekolah Islam, sejak tahun 2008 lalu, juga dibangun pusat kebudayaan Islam di kota Seoul. Dengan adanya sekolah dan pusat kebudayaan Islam ini, diharapkan bisa memperluas syiar Islam di Korea Selatan sekaligus meluruskan informasi-informasi bias tentang Islam dan Muslim yang diterima oleh masyarakat negeri itu.(ln/iol)
www.tendaweb.com
23 Maret, 2009
Lautan Jamaah Padati Maulid Akbar PKS
Lautan Jamaah Padati Maulid Akbar PKS
Habaib Iderus kini berbicara lain, sebab ia mendengar kabar PKS tak suka Maulidan.”Ternyata itu tidak benar. Hari ini terbukti PKS juga menganggungkan Maulid Nabi Muhammad,” ujarnya bangga.
PK-Sejahtera Online: PKS patut berada di barisan depan partai besar peserta Pemilu tahun ini. Gambaran itu terlihat jelas ketika PKS menggelar Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW bersama Habib Munzir Al Musawwa, Minggu (22/3). Sebab 3.000-an jamaah rela duduk lesehan hingga ke jalan depan Kantor DPW PKS Kalsel, Jalan A Yani Km 5,7, Banjarmasin.
Dipandu Habib Nabiel Al Musawwa, jamaah laki-laki dan perempuan yang didominasi mengenakan pakaian berwarna putih ini larut dengan lantunan shalawat atau pujian kepada Rasulullah pada Maulid Akbar itu. Awalnya, Maulid Akbar itu dihadiri oleh Habib Munzir Al Musawwa, Pimpinan Majelis Rasululullah Jakarta. Namun Habib Munzir batal datang karena pada Minggu dini hari, dirawat ke RSCM Jakarta.
“Adik saya, Habib Munzir harus dirawat karena menderita radang selaput otak. Saya mohon doa para jamaah untuk mendoakan kesembuhan agar kembali dapat berdakwah kembali,” ujar Habib Nabiel.
Menurut Habib Nabiel, Habib Munzir adalah sosok seorang adik yang sangat menghormati dirinya. Ini ditandai dengan sikapnya yang selalu meminta izin segala sesuatunya kepada Habib Nabiel. “Saat ingin melanjutkan pendidikan agama ke Yaman, Habib Munzir meminta izin kepada saya. Bahkan saat akan meminang anak seorang ulama yang kini menjadi istrinya, juga meminta izin kepada saya,” ujar Habib yang juga Caleg DPR-RI asal PKS dari dapil Kalsel 2 itu dengan suara tersedu.
Habib Nabiel pun menyempatkan diri memberikan siraman rohani. Sesuatu yang terbaik telah dilakukan pada diri junjungan umat Islam, Nabi Muhammad. ”Ibadah kita tak ada seujung kuku dibanding ibadah Rasulullah,” ujarnya mengingatkan.
Walau Allah menjamin mengampuni semua dosa Nabi Muhammad, akan tetapi Rasululluh tetap terus beristiqfar.”Bahkan dalam sehari 70 kali Rasulullah beristiqfar,” ujar Habaib Nabil penuh kagum. Sebagai umat-Nya, terang Habaib ini kembali, kaum muslimin hendaknya beristqfar lebih banyak dari Nabi.
Usai Habib Nabiel, secara bergiliran beberapa ulama lainnya yang merupakan keturunan Nabi Muhammad itu menyampaikan tausiyahnya. Diantaranya Ustadz Fahmi Ridho, ulama dari Jakarta namun kelahiran Kalsel.
Kemudian Habib Iderus Al Iderus yang diberikan kesempatan bertausiah. Sama halnya dengan Habib Nabil, ia juga menekankan agar umat mengikuti jalan Rasulullah.
Habaib Iderus kini berbicara lain, sebab ia mendengar kabar PKS tak suka Maulidan.”Ternyata itu tidak benar. Hari ini terbukti PKS juga menganggungkan Maulid Nabi Muhammad,” ujarnya bangga.
Habib Aboe Bakar Al Habsi mempertegas, kalau PKS partai dakwah yang terus mengajak umat mengikuti ajaran Rasulullah.”Tidak shalat, tidak berdakwah, tidak melaksanakan maulid itu bukan orang PKS, benar apa tidak,” serunya kepada mereka yang hadir.
Habib Aboe Bakar yang juga Caleg DPR-RI asal PKS dari Dapil Kalsel 1 mengungkapkan, PKS sering kali dicela namun dia meminta celaan itu tidak dibalas dengan celaan pula. Baginya, PKS lebih suka bekerja dan berdakwah mengajak ke kebenaran dan jalan Allah dan Rasulullah. “Lantunkan terus shalawat, cintai ulama dan masjid,” ujarnya.
Ketua DPW PKS Kalsel, Riyadi mengungkapkan moral negeri ini sudah terpuruk. Banyak banyak anak bangsa yang terjerumus ke lembah hitam.”Itu terjadi karena sekarang lagi krisis moral,” ujarnya dengan suara lantang.
PKS menawarkan solusi dengan mengembangkan dakwah pada sisi kehidupan manusia agar kembali ke jalan Rasulullah. Wujud nyata PKS, ujarnya, dengan menggelar Maulid Nabi Muhammad. ”Tujuan kegiatan ini untuk membentuk motivasi agar kita semua tak lupa tauladan serta ahlak mulia Rasul,” tekannya.
Maulid Nabi Muhammad yang digelar DPW PKS itu meluber hingga ke badan jalan. Walau massa tumpah ruah, tapi jalan tak mengalami kemacetan. Yang terjadi hanya perlambatan arus.
Riyadi mengucapkan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Banjarmasin lantaran arus lalu lintas, Minggu (22/3) hingga siang sedikit terganggu.”Saya meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat atas ketidak nyamanan itu. Kami pun mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat,” pungkasnya. (pks kalsel)
Pengirim: Ningsih Update: 23/03/2009 Oleh: Ningsih
Terbaru Terpopuler Sebelumnya Lainnya
Hidayat Tak Sepakat Pemilu Mundur
"Kita juga tidak mau berpemilu dengan DPT yang tidak beres. Apalagi fiktif," katanya di Mataram.
Kampanye Terbuka PKS, Bukti PKS Partai Besar
Bak Maradona, Presiden PKS Borong Delapan Gol
PKS Jepang Fasilitasi Temu Kangen WNI di Tokyo
Hidayat Kunjungi Tokoh Monas
“Busyet dah, gede amat!”
Memilih Caleg Korup, Rakyat yang Rugi
PKS Difitnah
"Kenapa PKS Disebutkan Dua Kali?"
Mahfudz mencurigai ada motif dibalik tudingan Abdul Hadi pada Rama Pratama dan PKS.
"Hadi Djamal Mungkin Lagi Stres"
Facebook Rama Pratama dipenuhi Dukungan
Tifatul Sembiring: Hadi Djamal Memfitnah PKS
Ada Nuansa Insinuasi dalam Tuduhan Keterlibatan Rama
Triwisaksana : Kampanye PKS, Biarkan Masyarakat Berbicara
HNW: Pilih Yang Amanah
PKS Jepang Fasilitasi Temu Kangen WNI di Tokyo
"Selama ini WNI di Jepang hanya tahu PKS melalui media massa,dan hari ini mereka dapat mengetahui informasi lebih lengkap dan akurat mengenai PKS dari sumbernya langsung", kata Itqan.
Hidayat Kunjungi Tokoh Monas
“Busyet dah, gede amat!”
Memilih Caleg Korup, Rakyat yang Rugi
PKS DKI Pusatkan Kampanye Terbuka di Lima Lokasi.
Optimal di Kampanye Perdana
Triwisaksana : Kampanye PKS, Biarkan Masyarakat Berbicara
Habaib Iderus kini berbicara lain, sebab ia mendengar kabar PKS tak suka Maulidan.”Ternyata itu tidak benar. Hari ini terbukti PKS juga menganggungkan Maulid Nabi Muhammad,” ujarnya bangga.
PK-Sejahtera Online: PKS patut berada di barisan depan partai besar peserta Pemilu tahun ini. Gambaran itu terlihat jelas ketika PKS menggelar Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW bersama Habib Munzir Al Musawwa, Minggu (22/3). Sebab 3.000-an jamaah rela duduk lesehan hingga ke jalan depan Kantor DPW PKS Kalsel, Jalan A Yani Km 5,7, Banjarmasin.
Dipandu Habib Nabiel Al Musawwa, jamaah laki-laki dan perempuan yang didominasi mengenakan pakaian berwarna putih ini larut dengan lantunan shalawat atau pujian kepada Rasulullah pada Maulid Akbar itu. Awalnya, Maulid Akbar itu dihadiri oleh Habib Munzir Al Musawwa, Pimpinan Majelis Rasululullah Jakarta. Namun Habib Munzir batal datang karena pada Minggu dini hari, dirawat ke RSCM Jakarta.
“Adik saya, Habib Munzir harus dirawat karena menderita radang selaput otak. Saya mohon doa para jamaah untuk mendoakan kesembuhan agar kembali dapat berdakwah kembali,” ujar Habib Nabiel.
Menurut Habib Nabiel, Habib Munzir adalah sosok seorang adik yang sangat menghormati dirinya. Ini ditandai dengan sikapnya yang selalu meminta izin segala sesuatunya kepada Habib Nabiel. “Saat ingin melanjutkan pendidikan agama ke Yaman, Habib Munzir meminta izin kepada saya. Bahkan saat akan meminang anak seorang ulama yang kini menjadi istrinya, juga meminta izin kepada saya,” ujar Habib yang juga Caleg DPR-RI asal PKS dari dapil Kalsel 2 itu dengan suara tersedu.
Habib Nabiel pun menyempatkan diri memberikan siraman rohani. Sesuatu yang terbaik telah dilakukan pada diri junjungan umat Islam, Nabi Muhammad. ”Ibadah kita tak ada seujung kuku dibanding ibadah Rasulullah,” ujarnya mengingatkan.
Walau Allah menjamin mengampuni semua dosa Nabi Muhammad, akan tetapi Rasululluh tetap terus beristiqfar.”Bahkan dalam sehari 70 kali Rasulullah beristiqfar,” ujar Habaib Nabil penuh kagum. Sebagai umat-Nya, terang Habaib ini kembali, kaum muslimin hendaknya beristqfar lebih banyak dari Nabi.
Usai Habib Nabiel, secara bergiliran beberapa ulama lainnya yang merupakan keturunan Nabi Muhammad itu menyampaikan tausiyahnya. Diantaranya Ustadz Fahmi Ridho, ulama dari Jakarta namun kelahiran Kalsel.
Kemudian Habib Iderus Al Iderus yang diberikan kesempatan bertausiah. Sama halnya dengan Habib Nabil, ia juga menekankan agar umat mengikuti jalan Rasulullah.
Habaib Iderus kini berbicara lain, sebab ia mendengar kabar PKS tak suka Maulidan.”Ternyata itu tidak benar. Hari ini terbukti PKS juga menganggungkan Maulid Nabi Muhammad,” ujarnya bangga.
Habib Aboe Bakar Al Habsi mempertegas, kalau PKS partai dakwah yang terus mengajak umat mengikuti ajaran Rasulullah.”Tidak shalat, tidak berdakwah, tidak melaksanakan maulid itu bukan orang PKS, benar apa tidak,” serunya kepada mereka yang hadir.
Habib Aboe Bakar yang juga Caleg DPR-RI asal PKS dari Dapil Kalsel 1 mengungkapkan, PKS sering kali dicela namun dia meminta celaan itu tidak dibalas dengan celaan pula. Baginya, PKS lebih suka bekerja dan berdakwah mengajak ke kebenaran dan jalan Allah dan Rasulullah. “Lantunkan terus shalawat, cintai ulama dan masjid,” ujarnya.
Ketua DPW PKS Kalsel, Riyadi mengungkapkan moral negeri ini sudah terpuruk. Banyak banyak anak bangsa yang terjerumus ke lembah hitam.”Itu terjadi karena sekarang lagi krisis moral,” ujarnya dengan suara lantang.
PKS menawarkan solusi dengan mengembangkan dakwah pada sisi kehidupan manusia agar kembali ke jalan Rasulullah. Wujud nyata PKS, ujarnya, dengan menggelar Maulid Nabi Muhammad. ”Tujuan kegiatan ini untuk membentuk motivasi agar kita semua tak lupa tauladan serta ahlak mulia Rasul,” tekannya.
Maulid Nabi Muhammad yang digelar DPW PKS itu meluber hingga ke badan jalan. Walau massa tumpah ruah, tapi jalan tak mengalami kemacetan. Yang terjadi hanya perlambatan arus.
Riyadi mengucapkan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Banjarmasin lantaran arus lalu lintas, Minggu (22/3) hingga siang sedikit terganggu.”Saya meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat atas ketidak nyamanan itu. Kami pun mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat,” pungkasnya. (pks kalsel)
Pengirim: Ningsih Update: 23/03/2009 Oleh: Ningsih
Terbaru Terpopuler Sebelumnya Lainnya
Hidayat Tak Sepakat Pemilu Mundur
"Kita juga tidak mau berpemilu dengan DPT yang tidak beres. Apalagi fiktif," katanya di Mataram.
Kampanye Terbuka PKS, Bukti PKS Partai Besar
Bak Maradona, Presiden PKS Borong Delapan Gol
PKS Jepang Fasilitasi Temu Kangen WNI di Tokyo
Hidayat Kunjungi Tokoh Monas
“Busyet dah, gede amat!”
Memilih Caleg Korup, Rakyat yang Rugi
PKS Difitnah
"Kenapa PKS Disebutkan Dua Kali?"
Mahfudz mencurigai ada motif dibalik tudingan Abdul Hadi pada Rama Pratama dan PKS.
"Hadi Djamal Mungkin Lagi Stres"
Facebook Rama Pratama dipenuhi Dukungan
Tifatul Sembiring: Hadi Djamal Memfitnah PKS
Ada Nuansa Insinuasi dalam Tuduhan Keterlibatan Rama
Triwisaksana : Kampanye PKS, Biarkan Masyarakat Berbicara
HNW: Pilih Yang Amanah
PKS Jepang Fasilitasi Temu Kangen WNI di Tokyo
"Selama ini WNI di Jepang hanya tahu PKS melalui media massa,dan hari ini mereka dapat mengetahui informasi lebih lengkap dan akurat mengenai PKS dari sumbernya langsung", kata Itqan.
Hidayat Kunjungi Tokoh Monas
“Busyet dah, gede amat!”
Memilih Caleg Korup, Rakyat yang Rugi
PKS DKI Pusatkan Kampanye Terbuka di Lima Lokasi.
Optimal di Kampanye Perdana
Triwisaksana : Kampanye PKS, Biarkan Masyarakat Berbicara
20 Maret, 2009
Mohon Bantuan & Doa
Assalamu’alaikum WR WB,
BismillahirohmaniRohim,
Alhamdulillah, Puji Syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT, atas segala nikmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan sahabatnya,
Saat ini kami warga RT 05/06 sedang membangun sebuah musollah
dengan luas bangunan kurang lebih 200 M
Nama Mushollah : Asy-Syakuur
Lokasi RT05/06 Mekarsari Cimanggis ( Kampung Tipar) tepat di pinggir kali cipinang yang berbatasan langsung dgn Kelurahan Cibubur Jakrta Timur
dan Alhamdulillah sekarang ATAP dan kubahnya nya sudah selesai
selanjutnya kami akan mengerjakan dinding bagian luar dan dalam serta lantai,
Dengan segala hormat kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat jikalau ada kelebihan rezeki, kami masih menerima bantuan berupa dana atau bahan material untuk mushollah kami,
Bisa melalui rek Bank Syariah Mandiri ,
No Rek : 168 701 2244
a/n Iwan Kuswandi
Atau langsung Menghubungi saya
Iwan Kuswandi
HP : 0857 81564365
Demikianlah informasi yang kami sampaikan, Sebelumnya kami ucapkan Terimakasih yang tak terhingga Hanya ALLAH SWT yang mampu membalas dengan Pahala Yang berlipat ganda,
Wasssalamu’alaikum WR WB
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Asy-Syakuur
Iwan Kuswandi
BismillahirohmaniRohim,
Alhamdulillah, Puji Syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT, atas segala nikmat dan karunianya kepada kita semua,
Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan sahabatnya,
Saat ini kami warga RT 05/06 sedang membangun sebuah musollah
dengan luas bangunan kurang lebih 200 M
Nama Mushollah : Asy-Syakuur
Lokasi RT05/06 Mekarsari Cimanggis ( Kampung Tipar) tepat di pinggir kali cipinang yang berbatasan langsung dgn Kelurahan Cibubur Jakrta Timur
dan Alhamdulillah sekarang ATAP dan kubahnya nya sudah selesai
selanjutnya kami akan mengerjakan dinding bagian luar dan dalam serta lantai,
Dengan segala hormat kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat jikalau ada kelebihan rezeki, kami masih menerima bantuan berupa dana atau bahan material untuk mushollah kami,
Bisa melalui rek Bank Syariah Mandiri ,
No Rek : 168 701 2244
a/n Iwan Kuswandi
Atau langsung Menghubungi saya
Iwan Kuswandi
HP : 0857 81564365
Demikianlah informasi yang kami sampaikan, Sebelumnya kami ucapkan Terimakasih yang tak terhingga Hanya ALLAH SWT yang mampu membalas dengan Pahala Yang berlipat ganda,
Wasssalamu’alaikum WR WB
Ketua Panitia Pembangunan Mushollah Asy-Syakuur
Iwan Kuswandi
18 Februari, 2009
Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim
Benarkah? Ya benar sekali, dalam sejarah yang tidak terungkap dan tidak pernah terungkap dan hanya diungkap
di kalangan akedemisi yang berhubungan dengan sejarah, tercatat bahwa suku indian Cherokee mayoritas beragama muslim.
Sebagai bukti bahwa hal itu memang benar, kalau ada rejeki dan kesempatan bisa berkunjung ke
perpustakaan kongres amerika (Library of Congress) silahkan minta untuk ditunjukkan arsip perjanjian antara pemerintah AS
dan orang-orang indian suku Cherokee pada tahun 1787.
Disana akan terlihat tanda tangan kepala suku Cherokee saat itu dengan nama Abdel-Khak and Muhammad Ibn Abdullah
Subhanalloh….
Kok bisa?
Sejarahnya panjang,
Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.
Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.
Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).
Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 - 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 - 912), Khashkhash Ibn
Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.
Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.
Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.
Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).
Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.
Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 - 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.
Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 - 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.
Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 - 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 - 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.
Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re'isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.
Bicara tentang Cherokee tentu saja tidak bisa lepas dari Sequoyah (portait kiri atas). Seorang asli suku Cherokee yang menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara barangkali, bila kita mengenalnya dengan abjad A sampai Z maka suku Cherokee memiliki cara sendiri untuk aksara-nya. Yang membuatnya sangat luar biasa adalah ternyata aksara yang ditemukan kembali oleh Sequoyah mirip sekali dengan aksara Arab (lihat gambar kanan). Beberapa tulisan cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada bahkan sangat mirip dengan tulisan “Muhammad” dalam bahasa Arab.
Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.
Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.
Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]
Dan mengapa hanya Columbus saja yang sampai saat ini dikenal sebagai penemu benua amerika? Karena saat terjadi pengusiran kaum yahudi dari spanyol sebanyak 300.000 orang yahudi oleh raja Ferdinand yang Kristen, kemudian orang-orang yahudi menggalang dana untuk pelayaran Columbus dan berita ‘penemuan benua Amerika’ dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Spanyol. Pelayaran Columbus ini nampaknya haus publikasi dan diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan ‘pesan sponsor’ Yahudi sang penyandang dana. Kisah selanjutnya kita tahu bahwa media massa dan publikasi dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang seperti Henry Ford si raja mobil Amerika itu. Maka tampak ada ketidak-jujuran dalam menuliskan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang Eropa menjejakkan kaki ke benua Amerika.
Dan tahukah anda? sebenarnya laksam ana Zheng He atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama laksamana Cheng Ho adalah penemu benua amerika pertama, sekitar 70 tahun sebelum Columbus.
Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa waktu lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.
Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.
Bahkan menurutnya, Zheng He 'mengalahkan' Columbus dengan rentang waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.
''Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,'' ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.
Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.
Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.
"Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut," ungkap Menzies yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini. Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.
Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.
"Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan petanya," kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. "Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat."
Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. "Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun."
Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal.
Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Propinsi Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam. Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.
Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun. Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia.(Early Tokyo/sbl)
di kalangan akedemisi yang berhubungan dengan sejarah, tercatat bahwa suku indian Cherokee mayoritas beragama muslim.
Sebagai bukti bahwa hal itu memang benar, kalau ada rejeki dan kesempatan bisa berkunjung ke
perpustakaan kongres amerika (Library of Congress) silahkan minta untuk ditunjukkan arsip perjanjian antara pemerintah AS
dan orang-orang indian suku Cherokee pada tahun 1787.
Disana akan terlihat tanda tangan kepala suku Cherokee saat itu dengan nama Abdel-Khak and Muhammad Ibn Abdullah
Subhanalloh….
Kok bisa?
Sejarahnya panjang,
Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.
Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.
Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).
Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 - 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 - 912), Khashkhash Ibn
Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.
Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.
Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.
Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).
Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.
Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 - 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.
Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 - 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.
Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 - 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 - 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.
Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re'isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.
Bicara tentang Cherokee tentu saja tidak bisa lepas dari Sequoyah (portait kiri atas). Seorang asli suku Cherokee yang menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara barangkali, bila kita mengenalnya dengan abjad A sampai Z maka suku Cherokee memiliki cara sendiri untuk aksara-nya. Yang membuatnya sangat luar biasa adalah ternyata aksara yang ditemukan kembali oleh Sequoyah mirip sekali dengan aksara Arab (lihat gambar kanan). Beberapa tulisan cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada bahkan sangat mirip dengan tulisan “Muhammad” dalam bahasa Arab.
Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.
Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.
Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]
Dan mengapa hanya Columbus saja yang sampai saat ini dikenal sebagai penemu benua amerika? Karena saat terjadi pengusiran kaum yahudi dari spanyol sebanyak 300.000 orang yahudi oleh raja Ferdinand yang Kristen, kemudian orang-orang yahudi menggalang dana untuk pelayaran Columbus dan berita ‘penemuan benua Amerika’ dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Spanyol. Pelayaran Columbus ini nampaknya haus publikasi dan diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan ‘pesan sponsor’ Yahudi sang penyandang dana. Kisah selanjutnya kita tahu bahwa media massa dan publikasi dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang seperti Henry Ford si raja mobil Amerika itu. Maka tampak ada ketidak-jujuran dalam menuliskan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang Eropa menjejakkan kaki ke benua Amerika.
Dan tahukah anda? sebenarnya laksam ana Zheng He atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama laksamana Cheng Ho adalah penemu benua amerika pertama, sekitar 70 tahun sebelum Columbus.
Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa waktu lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.
Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.
Bahkan menurutnya, Zheng He 'mengalahkan' Columbus dengan rentang waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.
''Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,'' ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.
Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.
Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.
"Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut," ungkap Menzies yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini. Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.
Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.
"Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan petanya," kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. "Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat."
Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. "Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun."
Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal.
Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Propinsi Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam. Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.
Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun. Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia.(Early Tokyo/sbl)
15 September, 2008
Ditunggu Lama, RUU Pornografi Rencananya Disahkan 23 September
Ditunggu Lama, RUU Pornografi Rencananya Disahkan 23 September
Jumat, 12 Sep 08 18:27 WIB
Rancangan Undang-Undang Pornografi rencananya akan disahkan pada 23 September 2008 dalam sidang paripurna DPR. RUU tentang Pornografi yang semula bernama RUU Anti Pornografi Pornoaksi (RUU APP) mengalami beberapa kali perubahan dalam pembahasannya, ini memang telah lama ditunggu-tunggu.
Akan tetapi, sebelum RUU Pornografi disahkan, pekan depan akan diadakan pembahasan intensif antara panitia kerja (panja) DPR dengan pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Menteri Agama, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informasi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan.
"Akan diselesaikan dulu pembahasannya, pada 18 dan 19 September dengan pemerintah. Insya Allah tanggal 23 September bisa disahkan, " kata Anggota Pansus RUU Pornografi dari Fraksi PKS Yoyoh Yusroh, saat ditanya Eramuslim, Jum'at (12/9).
Yoyoh mengakui, bahwa timnya sore ini akan bertolak selama dua hari ke Balikpapan-Kalimantan Timur untuk melakukan uji publik RUU tentang Pornografi.
RUU yang sudah masuk dalam Prolegnas tahun ini, kehadirannya sempat memunculkan pesimistif di tengah masyarakat, karena pembahasannya mengalami proses yang panjang dan berlarut-larut.
Sebelumnya, Anggota Pansus RUU Pornografi dari Fraksi Parta Amanat Nasional Latifah Iskandar mengatakan, kalangan masyarakat merasa putus asa melihat kondisi perjalanan RUU Pornografi menjadi sebuah UU, sebab masyarakat sangat menanti dan berharap UU ini bisa lahir untuk membentengi generasi penerus bangsa dari ancaman pornografi yang semakin jumlahnya meningkat akhir-akhir ini.
"Pornografi mengakibatkan timbulnya perbuatan asusila, dan maraknya kejahatan seksual yang dapat merusak kehidupan sosial masyarakat Indonesia, " katanya.
Latifah mengatakan, RUU ini sangat dibutuhkan, karena sampai saat ini belum ada UU yang bisa mengatasi pornografi yang begitu berbahaya. Oleh karena, DPR berupaya menyusun pasal-pasal sedemikian rupa untuk mencegah adanya celah bagi kejahatan pornografi. (novel)
http://www.eramuslim.com/berita/nas/8912144944-ditunggu-lama-ruu-pornografi-rencananya-disahkan-23-september.htm?prev
Jumat, 12 Sep 08 18:27 WIB
Rancangan Undang-Undang Pornografi rencananya akan disahkan pada 23 September 2008 dalam sidang paripurna DPR. RUU tentang Pornografi yang semula bernama RUU Anti Pornografi Pornoaksi (RUU APP) mengalami beberapa kali perubahan dalam pembahasannya, ini memang telah lama ditunggu-tunggu.
Akan tetapi, sebelum RUU Pornografi disahkan, pekan depan akan diadakan pembahasan intensif antara panitia kerja (panja) DPR dengan pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Menteri Agama, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informasi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan.
"Akan diselesaikan dulu pembahasannya, pada 18 dan 19 September dengan pemerintah. Insya Allah tanggal 23 September bisa disahkan, " kata Anggota Pansus RUU Pornografi dari Fraksi PKS Yoyoh Yusroh, saat ditanya Eramuslim, Jum'at (12/9).
Yoyoh mengakui, bahwa timnya sore ini akan bertolak selama dua hari ke Balikpapan-Kalimantan Timur untuk melakukan uji publik RUU tentang Pornografi.
RUU yang sudah masuk dalam Prolegnas tahun ini, kehadirannya sempat memunculkan pesimistif di tengah masyarakat, karena pembahasannya mengalami proses yang panjang dan berlarut-larut.
Sebelumnya, Anggota Pansus RUU Pornografi dari Fraksi Parta Amanat Nasional Latifah Iskandar mengatakan, kalangan masyarakat merasa putus asa melihat kondisi perjalanan RUU Pornografi menjadi sebuah UU, sebab masyarakat sangat menanti dan berharap UU ini bisa lahir untuk membentengi generasi penerus bangsa dari ancaman pornografi yang semakin jumlahnya meningkat akhir-akhir ini.
"Pornografi mengakibatkan timbulnya perbuatan asusila, dan maraknya kejahatan seksual yang dapat merusak kehidupan sosial masyarakat Indonesia, " katanya.
Latifah mengatakan, RUU ini sangat dibutuhkan, karena sampai saat ini belum ada UU yang bisa mengatasi pornografi yang begitu berbahaya. Oleh karena, DPR berupaya menyusun pasal-pasal sedemikian rupa untuk mencegah adanya celah bagi kejahatan pornografi. (novel)
http://www.eramuslim.com/berita/nas/8912144944-ditunggu-lama-ruu-pornografi-rencananya-disahkan-23-september.htm?prev
Langganan:
Postingan (Atom)
Mushollah BaitusSyakuur 1430 H
Tampak dari samping pintu utama